Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Pilkada Sumut Punya Sejuta Pemilih Bingung

Written By Unknown on Selasa, 05 Maret 2013 | 10.30

Selasa, 05 Maret 2013 | 08:44 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Kajian Kebijakan dan Strategis (Puskaptis) menemukan 1 juta lebih pemilih yang belum menentukan sikap dalam pemilihan kepala daerah Provinsi Sumatera Utara. Mereka belum menentukan pilihan akan mencoblos siapa pada hari pencoblosan, Kamis, 7 Maret 2013.

"Suara mengambang ini menjadi penentu apakah pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2013 satu putaran atau lebih," kata Direktur Eksekutif Puskaptis, Husin Yazid, kepada Tempo, Senin, 4 Maret 2013. Sebelumnya, KPU Sumatera Utara menetapkan jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap sebanyak 10,3 juta. "Swing voters persentasenya 12 sampai 15 persen dari persentase partisipasi 71 persen."

Lima pasang calon yang bertarung dalam pemilihan itu adalah Haji Amri Tambunan-R.E. Nainggolan (diusung Partai Demokrat), Gus Irawan Pasaribu-Soekirman (Partai Gerindra), Effendi Muara Sakti Simbolon-Djumiran Abdi (PDIP, PDS, dan PPRN), Chairuman Harahap-Fadly Nurzal (Golkar dan PPP), dan Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi (PKS dan Hanura). Gatot adalah pelaksana tugas Gubernur Sumatera Utara sekarang.

Menurut Husin, pemilih mengambang ini akan menentukan pilihan menjelang hari pencoblosan. Husin mengungkapkan pemilih mengambang akan mengikuti isu dan pemberitaan media. "Kelima calon harus mengoptimalisasikan minggu tenang untuk menarik simpati mereka," kata Husin.

Hasil survei Puskaptis pada 24-28 Februarti 2013 menunjukkan bahwa tingkat partisipasi pada pencoblosan calon gubernur provinsi itu berkisar pada angka 70-71 persen. Sedangkan pemilih yang tak menggunakan hak suara diperkirakan 30 persen, didominasi umur produktif 30-50 tahun. Golongan putih ini, menurut dia, tersebar di 33 ibu kota kabupaten/kota. "Terbanyak, 10 persen berada di Kota Medan."

SOETANA MONANG HASIBUAN


10.30 | 0 komentar | Read More

Anak Hilmi Aminuddin Diperiksa KPK Besok

Selasa, 05 Maret 2013 | 10:28 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rencananya akan memanggil Ridwan Hakim untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi. "Besok, hari Rabu," kata juru bicara KPK Johan Budi saat dihubungi Tempo, Selasa, 5 Maret 2013.

KPK  sudah memeriksa pemuda kelahiran Jakarta, 10 November 1984 tersebut pada 25 Februari 2013. Itulah pertama kali Ridwan memenuhi panggilan KPK. Pekan sebelumnya Ridwan sempat pergi ke Turki sehari sebelum sebelum ia dicegah ke luar negeri.

KPK lalu memanggil Ridwan untuk kedua kalinya, pada 28 Februari. Namun, ia tetap tak memenuhi panggilan tersebut.  Usai pemeriksaan Senin pekan lalu, Ridwan enggan mengungkapkan materi pemeriksaannya.

KPK memeriksa Ridwan karena dia dianggap tahu seputar kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi ini. Ridwan merupakan putra dari Hilmi Aminuddin, Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera.

Dalam kasus dugaan korupsi impor daging sapi Komisi telah menetapkan bekas Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka. Selain Luthfi ada tiga orang yang juga menjadi tersangka, mereka adalah Ahmad Fathanah, orang kepercayaan Luthfi, serta dua direktur PT Indoguna Utama, Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi.

Luthfi bersama-sama Fathanah diduga menerima Rp 1 miliar dari Juard dan Arya terkait kuota impor daging sapi. Ridwan diduga berperan sebagai menghubungkan pihak swasta ke Luthfi. Hilmi maupun Ridwan hingga kini belum mengungkap mengenai kasus ini.

ANANDA BADUDU

Baca juga
Anak Hilmi Aminuddin Pulang-Pergi Turki 
Anak Hilmi Aminuddin Diduga Terkait Kartel
Di Sini Hilmi Aminuddin dan Ridwan Nyoblos Pilgub
Dubes Indonesia Benarkan Anak Hilmi di Turki


10.30 | 0 komentar | Read More

Bentrokan Antarkampung, Satu Tewas

Written By Unknown on Senin, 04 Maret 2013 | 10.30

Personil Brimob membersihkan bekas-bekas bentrokan ruas jalan Mardika-Batu Merah, Ambon, Maluku, Rabu (16/5). ANTARA/Jimmy Ayal

Senin, 04 Maret 2013 | 09:45 WIB

TEMPO.CO, Ternate - Pertikaian antarkampung di Kota Ternate menelan korban jiwa. Setidaknya satu orang tewas dan puluhan orang luka-luka dalam insiden itu.
Dari data yang dihimpun Tempo, pertikaian antara keluarahan Bastiong dan Mangga Dua terjadi pada Ahad, 3 Maret 2013 dinihari. Bentrokan itu, menurut saksi mata, dipicu oleh perselisihan beberapa pemuda yang telah dipengaruhi minuman keras.

Menurut Ajun Komisaris Besar Selamat Topan, Kapolres Ternate, bentrokan antara dua kampung di Kecamatan Ternate Selatan terjadi pada malam hari. Dalam insiden itu satu orang dinyatakan tewas akibat sabetan senjata tajam. "Saat ini puluhan pasukan gabungan dari TNI dan Polri telah kami siagakan di lokasi kejadian," kata Selamat kepada Tempo, Senin 4 Maret 2013.

Selamat mengatakan, dalam bentrokan itu masing-masing kubu memblokade jalan dan membakar potongan kayu, serta ban bekas di jalan utama. Akibatnya, jalur selatan kota Ternate ditutup. "Bentrokan berlangsung sekitar 30 menit. Saat ini sudah dapat kami kendalikan," ujar Selamat.

Burhan Abdurahman, Wali Kota Ternate, mengatakan, insiden bentrokan antarkampung di Ternate dinilai menjadi cerminan buruk Kota Ternate. Karena itu, Pemerintah Kota Ternate akan segera melakukan langkah rekonsiliasi terhadap dua kelompok yang bertikai. "Ini dilakukan agar insiden serupa tidak terjadi lagi. Dan hari ini saya akan mengundang semua pihak untuk membahas ini," ujar Burhan.

BUDHY NURGIANTO


10.30 | 0 komentar | Read More

KPK Incar Pejabat PT Adhi Karya Selain Teuku Bagus  

Senin, 04 Maret 2013 | 09:47 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi berkomitmen untuk tidak akan berhenti menelisik keterlibatan perusahaan pemenang tender proyek Hambalang, PT Adhi Karya, hanya pada Teuku Bagus Muhammad Noor. Penyidik KPK akan memanggil dan memeriksa pejabat lain di lingkup internal PT Adhi Karya.

Penyidik KPK yakin masih ada pejabat lain di tubuh perusahaan milik negara ini yang ikut bermain curang di Hambalang. "Tapi siapa dan jabatannya belum bisa kami sebutkan," kata juru bicara KPK, Johan Budi S.P., kepada Tempo, Ahad malam, 3 Maret 2013.

Saat disinggung mengenai kapan pihak Adi Karya akan dipanggil pun Johan enggan berkomentar. Dia hanya berjanji KPK akan mengusut tuntas siapa pun yang terlibat dalam kasus korupsi Hambalang. Menurut Johan, pemeriksaan pihak PT Adhi Karya bukan hal baru. "Dulu kami pernah periksa beberapa orang dari Adhi Karya."

Pada Jumat, 1 Maret 2013, KPK menetapkan lagi satu orang tersangka baru kasus korupsi Hambalang. Dia adalah mantan Kepala Operasi PT Adhi Karya Teuku Bagus Mohammad Noor. "Teuku diduga menyalahgunakan wewenangnya dan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi sehingga merugikan negara," kata Johan Budi.

Dia diduga melanggar Pasal 2 ayat 1, dan/atau Pasal 3 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, mantan pejabat pembuat komitmen Dedy Kusdinar, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Andi dan Dedy disangka melakukan korupsi dalam proses pengadaan, sedangkan Anas diduga mendapat jatah suap dalam pekerjaan itu.

INDRA WIJAYA


10.30 | 0 komentar | Read More

Istri Kedua Djoko Susilo Asli Betawi  

Written By Unknown on Minggu, 03 Maret 2013 | 10.31

Minggu, 03 Maret 2013 | 10:14 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Tak banyak yang mengenal kehidupan pribadi Inspektur Jenderal Djoko Susilo. Tapi belakangan, ia diketahui menikahi mantan Putri Solo, Dipta Anindita. Melalui salah seorang istrinya inilah akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan bahwa sebagian harta dan aset-aset kekayaan mantan Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri ini disimpan atas nama istri-istrinya. (Baca: Punya Istri Banyak, Djoko Susilo Langgar Etik)

Ternyata, sebelum menikah dengan Dipta, Djoko sudah memiliki dua istri. Istri pertamanya bernama Suratmi. Perempuan ini merupakan teman kecil Djoko Susilo di Madiun, Jawa Timur.

Nah, istrinya yang kedua bernama Mahdiana. Perempuan ini dinikahinya pada 27 Mei 2001 lalu. "Dia lahir dan besar di sini. Mahdiana asli Betawi," kata Agus, ketua RT tempat tinggal Mahdiana semasa kecil hingga menikah dengan Djoko, di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu, 27 Februari 2013.

Agus sebenarnya masih keluarga Mahdiana. Ayahnya adalah kakak kandung ayah Mahdiana, yang bernama Mahmud Djaelani. Tapi sayangnya, ia tak terlalu banyak mengetahui kehidupan pribadi perempuan yang biasa dipanggil Dian itu.

"Dia sudah lama pindah rumah, rumah bapaknya sudah dikontrakkan. Jujur, walau keluarga, saya memang tidak terlalu dekat dan tidak mencampuri urusan orang lain," kata pria yang rumahnya tak jauh di belakang rumah orang tua Dian ini.

Yang jelas, Agus mengakui bahwa sepupunya itu menikah dengan Djoko pada tahun 2001 karena ia ikut menghadirinya. Dan setelah itu mereka dikaruniai dua orang anak. "Yang pertama putri, yang kedua putra," kata dia.

Pernikahan Djoko Susilo dan Mahdiana binti Mahmud Djaelani tercatat di KUA Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dengan Akta Nikah Nomor 818/129/V/2001 tanggal 14 Mei 2001. Pegawai KUA Pasar Minggu, Suprapto, mengatakan, berkas asli pernikahan petinggi Polri itu sudah disita KPK pada 21 Februari 2013. "Seingat saya, status Pak Djoko di berkas itu jejaka," kata dia kepada Tempo, Selasa, 26 Februari 2013.

MUNAWWAROH

Berita Lainnya:
Poligami, Djoko Susilo Bisa Kena Pasal Pemalsuan
Punya Istri Banyak, Djoko Susilo Langgar Etik
Polri Tunggu Laporan Istri Pertama Djoko Susilo
Habis Permen Cinta, Terbitlah 'Sex Drops'
Uang Kuliah ITB Rp 20 Juta per Tahun


10.31 | 0 komentar | Read More

Hari Ini Rapat Penghitungan Suara Pilkada Jabar

Minggu, 03 Maret 2013 | 10:23 WIB

TEMPO.CO, Bandung - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat menggelar rapat pleno di penghitungan suara dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat di kantor KPU Provinsi di Jalan Garut, Bandung.

Sekretaris KPU Jawa Barat Heri Suherman mengatakan, rapat pleno akan berlangsung mulai pukul 10.00. "Kalau berjalan lancar, selesai pukul 12 siang," kata dia di kantornya, Ahad 3 Maret 2013.

Heri mengatakan, semua KPU kabupaten/kota sudah menyelesaikan penghitungan suara di daerahnya masing-masing. Hasil penghitungan itu akan dibacakan di Rapat Pleno KPU Jawa Barat. Hasil hitungan tersebut kemudian direkapitulasi untuk menetapkan hasil pencoblosan dalam Pemilukada Jawa Barat yang dilakukan 24 Februari lalu.

Menurut dia, sejumlah daerah memberikan beberapa catatan dalam hasil hitungannya. Tapi, kata Heri, tidak ada keberatan hasil penghitungan yang langsung berkaitan dengan penghitungan suara.

Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilukada Jawa Barat diikuti semua Komisoner KPU Provinsi, anggota KPU kabupaten/kota, para saksi dari masing-masing pasangan calon. Heri mengatakan, tidak ada pasangan calon yang mengabarkan akan menghadiri penghitungan suara ini.

Hasil hitung cepat berbagai lembaga survei menunjukkan pasangan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar memperoleh suara paling tinggi di antara calon gubernur Jawa Barat lainnya. Jaringan Suara Indonesia (JSI) misalnya, menyatakan Aher-Deddy memperoleh suara sebesar 32,14 persen. Disusul pasangan Rieke-Teten berada di posisi kedua dengan 27,93 persen. Posisi ketiga pasangan Dede-Lex dengan 25,58 persen. Posisi keempat Irianto (Yance)-Tatang, 12,58 persen, terakhir Dikdik-Cecep yang hanya meraih 1,72 persen suara.

AHMAD FIKRI

Berita terpopuler lainnya:
Ratusan Vila Berdiri di Taman Nasional
VIDEO Kekerasan Densus 88 Beredar di Youtube
Skenario Rasyid Lempar Kesalahan ke Sopir Luxio 
Ramadhan: Anas Urbaningrum Sudah Tak Seperti Dulu 
SBY Disarankan Mundur Perlahan dari Demokrat 
Jenderal Sutiyoso Ditipu Tukang Reparasi Jam
Ini Harga Jam Tangan Sutiyoso yang Ditilep Ahaw
Nasabah Masih Percaya kepada Golden Traders
X Factor, Fatin Kenakan Baju Dian Pelangi


10.31 | 0 komentar | Read More

Dikumpulkan SBY di Cikeas, DPD Lepas Jaket Partai

Written By Unknown on Sabtu, 02 Maret 2013 | 10.30

Sabtu, 02 Maret 2013 | 08:15 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Partai Demokrat yang akan berkumpul di Cikeas siang nanti tak harus mengenakan jaket Partai. Mereka justru wajib mengenakan batik lengan panjang. "Memang kalau pertemuan pakaiannya harus batik lengan panjang. Jadi tidak ada alasan khusus," kata anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua.

Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat Marzuki Alie menyatakan pertemuan ini tak melibatkan Majelis Tinggi. "Saya juga dapat informasi dari daerah atas undangan ketua MT, tapi kami belum diberikan informasi," kata Marzuki. Namun Max mengatakan pertemuan itu atas undangan Majelis Tinggi.

Meski tak mendapat informasi, Marzuki mengatakan pertemuan yang digelar SBY itu tak melanggar aturan. Sebagai Ketua Majelis, SBY bisa saja berinisiatif mengumpulkan para pengurus. Apalagi bila pertemuan ditujukan untuk meningkatkan soliditas partai.

Seluruh Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat rencananya akan melakukan pertemuan di kediaman Ketua Majelis Tinggi Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Kabupaten Bogor pada pukul 14.00 nanti.

"Agendanya paling-paling tidak jauh dari konsolidasi," kata Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua, Jumat 1 Maret 2013. Menurut dia undangan yang hadir juga terdiri dari seluruh sekretaris DPD Demokrat. Max mengatakan undangan pertemuan itu bukan atas nama SBY. "Undangan dari Majelis Tinggi," ucap dia.

SATWIKA MOVEMENTI

Baca juga
Pengacara Djoko Susilo: Buktikan Djoko Korupsi
Djoko Susilo Tak Ditanya KPK Soal Isteri-Isterinya
Siang Nanti Ketua DPD Demokrat Berkumpul di Cikeas
Menteri Nafsiah Menentang SBY Soal Pukul Gong


10.30 | 0 komentar | Read More

Demokrat Yogya Takut Salah, Malaysia Sendiko Dawuh

Sabtu, 02 Maret 2013 | 09:37 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -Pengurus Daerah Partai Demokrat akan dikumpulkan di Cikeas oleh Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono. Belum diketahui secara pasti apa agendanya. Sejumlah persoalan masih menggelayut di Partai Mercy Biru ini. Satu di antaranya kekosongan kursi Ketua Umum yang ditinggalkan Anas Urbaningrum.

Sejumlah daerah sampai kini belum menyikapi pengganti Anas. Partai Demokrat Daerah Istimewa Yogyakarta masih menunggu para kandidat yang akan masuk bursa calon. "Kami belum berani mendahului sebelum ada opsi resmi dari Ketua Majelis Tinggi Partai," kata Ketua Dewan pimpinan Daerah Partai Demokrat Daerah Istimewa Yogyakarta, Sukedi.
 
Saat ini beredar sejumlah nama calon pengganti Anas, seperti Ketua DPR Marzuki Alie, Menkopolhukam Djoko Suyanto, dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Pramono Eddhie Wibowo. Demokrat Yogyakarta mengaku membahas khusus mengenai ketiga nama tadi. "(Nama-nama) itu kan baru kabar, belum resmi. Jadi kami tidak mau mendahului, takut salah," kata dia.

Begitu pula Pengurus Partai Demokrat Perwakilan Luar Negeri Malaysia. Mereka berharap Demokrat segera mendapat nahkoda baru. "Kami berharap kader terbaik yang bisa mengayomi dan menyatukan seluruh kader dapat memimpin partai Demokrat ke depan," kata Ketua Demokrat DPLN Malaysia, Lukmanul Hakim di Kuala Lumpur. "Saya kira Mas Ibas atau Pak Hadi Utomo cukup memahami problematika Partai dan bisa diterima para kader."
 
Lukman mengatakan siap menerima siapapun nama pengganti Anas apabila diputuskan oleh SBY. "Seandainya Dewan Pembina memutuskan Demokrat dipimpin oleh orang eksternal, kami di DPLN Malaysia tetap sendiko dawuh."

PRIBADI WICAKSONO (YOGYA) | MASRUR (KUALA LUMPUR)

Baca juga
Pengacara Djoko Susilo: Buktikan Djoko Korupsi
Djoko Susilo Tak Ditanya KPK Soal Isteri-Isterinya
Siang Nanti Ketua DPD Demokrat Berkumpul di Cikeas


10.30 | 0 komentar | Read More

KPK Sita Rumah Djoko Susilo di Depok  

Written By Unknown on Jumat, 01 Maret 2013 | 10.31

Jum'at, 01 Maret 2013 | 10:22 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Harta kekayaan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Mabes Polri, Irjen Djoko Susilo, di Kota Depok kembali disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa, 26 Februari 2013. Rumah seluas 1,8 hektar yang terletak di Jalan Leuwinanggung RT 1 RW 8 Nomor 69 Leuwinanggung, Tapos, Depok, itu disegel dan disita. Penyitaan itu dilakukan empat petugas KPK sekitar pukul 14.30 terkait tindak pidana pencucian uang dengan Djoko sebagai tersangka.

"Ada empat orang dari KPK. Mereka langsung pasang papan sita," kata Ketua RW 08 Leuwinanggung, Sangken, Selasa, 26 Februari 2013.

Sebelum menyita, petugas dari KPK mendatangi kelurahan dan menyatakan akan menyita rumah milik jenderal polisi bintang dua itu. Meski tidak berpenghuni, kata Sangken, rumah tersebut dijaga dan dirawat oleh warga sekitar bernama Sanan. "Tahun 2001 dia (Djoko) sudah mulai beli. Enggak sekaligus karena tanah ini bukan milik satu orang," katanya.

Sangken menjelaskan, sejak 2001 Djoko terus membeli tanah warga sambil membangun rumahnya yang tak kunjung selesai itu. "Bangun rumah enggak kelar-kelar, masih dibangun. Katanya untuk rumah tinggal. Setiap sudah selesai, kurang puas modelnya, lalu dibongkar lagi. Belum pernah ditempatin,"k ata dia.

Sementara itu, seorang pemilik bengkel motor yang berada di depan rumah tersebut, Panedi, 45 tahun, mengatakan penyitaan itu berlangsung cepat. "Mereka nempelin segel di pagar rumah. Setelah itu masuk ke dalam dan keluar langsung pulang," katanya.

Penadi mengatakan, tim KPK datang dengan menggunakan mobil Toyota Kijang warna hitam. Dua di antaranya langsung masuk ke dalam rumah tersebut dan membawa beberapa barang di dalam kardus. "Kalau tidak salah mereka hanya 15 menit di dalam," katanya.

Saat penyitaan, tim KPK didampingi oleh Ketua RT dan RW setempat untuk menghindari kerumunan warga sekitar. Apalagi, selama ini rumah tersebut memang kosong tanpa ada penghuni yang datang. "Saya tidak tahu siapa pemiliknya karena memang kosong dan tidak pernah bersosialisasi," katanya.

Pada Selasa, 19 Februari 2013, KPK juga menyita rumah milik Irjen Pol Djoko Susilo di Perumahan Pesona Mungil RT 1 RW 29, Blok E, Nomor 01, Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya, Depok. Papan penyitaan itu sama dengan papan penyitaan yang dipasang hari ini, yaitu bertulis:

Berdasarkan
1. Surat perintah penyitaan nomor : sprin.sita-01/01/01/2013 tanggal 09 Januari 2013
2. Surat perintah penyitaan nomor : sprin.sita-No 13/01/01/2013 tanggal 31 Januari 2013. Tanah dan Bangunan ini telah disita dalam perkara tindak pidana pencucian uang dengan tersangka Djoko Susilo. Ttd Penyidik pada KPK.

ILHAM TIRTA

Baca juga
Nikah Kedua Djoko Mengaku Pegawai Swasta 
Djoko Susilo Bangun Musala di Rumah Mertua 
Ada Kasus Simulator, Keluarga Djoko Kian Tertutup  


10.31 | 0 komentar | Read More

Bisnis Mahdiana, Istri Kedua Djoko Susilo

Salon CLa, milik istri Djoko Susilo, Mahdiana binti M.Djaelani di Taman Margasatwa, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. TEMPO/Dwianto Wibowo

Jum'at, 01 Maret 2013 | 10:27 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -Raut wajah Janu yang semula ramah berubah menjadi serius ketika ditanya soal bosnya, Mahdiana. Perempuan yang sehari-hari menjadi pegawai kasir di Salon CLA itu mengaku belum pernah sekalipun melihat wajah Dian, sapaan Mahdiana. Ditanya apapun soal salon atau soal bosnya, Janu bungkam. "Bahkan kalau ada keluarga beneran yang menanyakan tentang Ibu, saya dilarang bicara," kata Janu ketakutan, ketika ditemui di Salon CLA, Selasa, 26 Februari 2013.

Salon CLA menjadi salah satu bangunan yang paling mencolok di antara sekitarnya. Beralamat di Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, orang akan mudah melihatnya karena tulisan CLA yang besar, dengan tempat parkir yang luas. Masih di lahan yang sama, berdiri restoran DCLASS yang sama megahnya.

Salon CLA dan restoran DCLASS diduga jadi bisnis Dian. Dian ditengarai merupakan istri kedua Inspektur Jendral Djoko Susilo, bekas Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian. Surat Nikah Djoko dengan Dian ada di Kantor Urusan Agama Pasar Minggu, dengan Akte Nikah Nomor: 818/129/V/2001 tertanggal 27 Mei 2001.

Komisi Pemberantasan Korupsi sebelumnya menetapkan Djoko sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang pada 9 Januari 2013. Kasus ini merupakan pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi simulator SIM yang juga menjerat Djoko. Nilai pencucian uang ditengarai mencapai Rp 45 miliar.

Modus pencucian uang diyakini dilakukan dengan cara pembelian aset berupa properti, baik tanah maupun lahan, dan diatasnamakan kerabat serta orang dekat Djoko.

Dua kali Tempo menyambangi salon CLA, Dian enggan ditemui. Seluruh pegawai tutup mulut. Janu yang ketakutan menegaskan, "Manajemen maupun Ibu tidak bisa sembarangan ditemui. Tinggalkan saja nomor telepon, biar Ibu yang hubungi," seraya meminta kartu pers untuk difotokopi.

MUHAMAD RIZKI

Baca juga
Ada Kasus Simulator, Keluarga Djoko Kian Tertutup
Kisah Djoko Susilo dan Anak Yatim Piatu 
Nikah Kedua Djoko Susilo Tercatat di Pasar Minggu 
Nikah Kedua, KUA Mencatat Djoko Susilo 'Single'  


10.31 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger