Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Naskah Ujian Nasional di DKI Siap Didistribusikan  

Written By Unknown on Minggu, 05 Mei 2013 | 10.30

Petugas mendistribusikan soal ujian nasional untuk sekolah dasar di aula SMAN 8 Bandung, Jawa Barat, (4/5). TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Naskah ujian nasional (UN) tingkat sekolah dasar di Provinsi DKI Jakarta sudah tiba di lima wilayah kota pada Sabtu, 4 Mei 2013, pukul 04.30 WIB. Soal tersebut akan langsung didistribusikan ke 52 sub-rayon yang ada di DKI.

"Sebanyak 52 sub-rayon tersebut terdiri dari 44 sub-rayon untuk SD/SDLB dan delapan sub-rayon madrasah ibtidaiyah (MI)," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto, Minggu, 5 Mei 2013.

Pada Sabtu kemarin pukul 11.00 WIB, kata Taufik, seluruh naskah dan dokumen UN telah tiba di semua sub-rayon. Naskah itu lalu disimpan dan dijaga oleh panitia sub-rayon serta dibagikan kepada sekolah penyelenggara pada hari penyelenggaraan UN, Senin, 6 Mei 2013, pukul 06.00 WIB.

Dokumen UN untuk siswa SD itu dikirim dari Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat, 3 Mei 2013. Dokumen tersebut didistribusikan ke rayon dengan penjagaan ketat dari pihak kepolisian.

Di DKI Jakarta, UN tingkat sekolah dasar akan diikuti 153.499 siswa. Mereka berasal dari 3.060 SD dan 488 MI. UN tingkat SD ini akan diselenggarakan selama tiga hari hingga Rabu, 8 Mei 2013.

Pelajaran yang diujikan adalah bahasa Indonesia, matematika, dan ilmu pengetahuan alam. (Baca: Berita-berita Ujian Nasional DI SINI)

GALVAN YUDISTIRA

Berita lainnya:

25 Buruh Panci Disekap, 3 Bulan Tidak Mandi
Sekap Buruh, Pabrik Panci di Sepatan Digerebek
Bos Pabrik Panci yang Siksa Buruh Jadi Tersangka
X-Factor, Ariel Noah Dukung Fatin Shidqia


10.30 | 0 komentar | Read More

Pilkada Jateng, Ganjar Berguru ke Mardiyanto

TEMPO.CO, Sleman - Calon Gubernur Jawa Tengah dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ganjar Pranowo, mengaku berguru kepada Mardiyanto, kakak kelasnya di SMA Bopkri Satu (Bosa), Yogyakarta. Mardiyanto adalah mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode dan pernah menjadi Menteri Dalam Negeri.

"Ya, jelaslah, saya berguru karena dia kakak kelas saya di Bosa, saya alumnus 1987," kata Ganjar, Jumat, 3 Mei 2013.

Ganjar baru saja mendatangi Mardiyanto di Dalem Agung Palagan, Jalan Palagan 99 Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lebih dari satu jam mereka bercengkerama di sebuah ruangan rumah yang ditempati Mardiyanto. Rumah itu juga dikaryakan sebagai guest house. Sepanjang pertemuan itu, Mardiyanto dan Ganjar saling berbagi pengalaman. Mardiyanto memberi resep dan tips bagaimana mengurus Jawa Tengah.

Meski berbeda generasi, Ganjar dan Mardiyanto sama-sama menjadi pengurus ikatan alumni Bosa. Secara emosional, kedekatan mereka sudah terbangun ketika Mardiyanto menjadi Menteri Dalam Negeri dan Ganjar jadi anggota DPR di Komisi II DPR RI yang membidangi masalah pemerintahan dalam negeri.

Menurut Ganjar, sosok Mardiyanto adalah "perpustakaan hidup mengenai seluk-beluk Jawa Tengah". Dia mengaku banyak belajar mengenai pengelolaan pemerintahan, infrastruktur, pembangunan pedesaan, dan proteksi hasil pengolahan pangan lokal.

Mardiyanto sendiri menyatakan dukungannya kepada Ganjar dalam pencalonan gubernur. "Dia tokoh muda yang memiliki visi dan misi bagus untuk Jawa Tengah," kata Mardiyanto.

MUH SYAIFULLAH

Topik terhangat:
Susno Duadji
| Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional


Baca juga:

Rayakan Hari Integrasi, Warga Papua Minta Merdeka
Ada Kantor OPM di Oxford, Dubes Inggris Dipanggil
Susno Duadji Menyerahkan Diri di Cibinong
Begini Susahnya Melacak Susno Versi Mabes Polri


10.30 | 0 komentar | Read More

Ayu Azhari Simpan Duit Fathanah dalam Tas Mewah  

Written By Unknown on Sabtu, 04 Mei 2013 | 10.30

TEMPO.CO, Jakarta - Ayu Azhari ternyata mengembalikan uang pemberian tersangka suap daging sapi Ahmad Fathanah ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Alih-alih mengakui pengembalian duit Rp 20 juta dan US$ 1,800, Ayu malah berkali-kali membantah.

Tiba di KPK sekitar pukul 14.00 WIB, Ayu didampingi kuasa hukumnya, Fahmi Bachmid, mengaku ingin menunjukkan bukti dua rekening koran BII dan CIMB Niaga miliknya pada penyidik KPK. "Ini untuk menunjukkan kalau saya tidak pernah menerima aliran dana apa pun dari Fathanah," ujar Ayu saat tiba di KPK, Jumat, 3 Mei 2013. (Baca: Ayu Korban Janji Ahmad Fathanah)

Mengenakan blus berbahan jersey warna putih dengan coak di bagian kanan kiri lengan, Ayu langsung dikerubungi pewarta karena kemunculannya yang tak terduga. Berkain songket hijau yang dililitkan di pinggang menjadi sarung, kakak dari Sarah Azhari ini sempat kerepotan berjalan.

Ayu bahkan sempat meminta wartawan yang mengerubunginya untuk sedikit mundur dan tak terlalu dekat dengan dia. "Tolong agak mundur dong, jangan terlalu dekat," kata bekas artis film panas ini.

Dengan kerudung brokat warna putih yang menyelimuti kepala, Ayu perlahan menaiki tangga komisi. Sepatu hak tinggi warna coklat serta tas mewah Bottega Veneta coklat tua yang disampirkan di lengan kanan melengkapi tampilan artis sinetron Putri Duyung ini.

Sekitar pukul 15.00 WIB, Ayu kemudian bersiap meninggalkan KPK. Pengakuannya masih sama saat ditanya apakah pernah menerima uang dari Fathanah. "Enggak ada," kata dia.

Istri drummer band White Lion Michael Tramp ini hanya tertawa saat ditanya kesiapannya jika menjadi tersangka akibat kasus pencucian uang Ahmad Fathanah. Terdiam sejenak, Ayu menjawab tegas, "Saya tidak terlibat." Dia kemudian pergi meninggalkan KPK dengan mobil Honda CRV warna hitam.

Sekitar pukul 18.45 WIB, KPK melalui juru bicara Johan Budi S.P merilis informasi resmi soal kedatangan Ayu ke KPK di luar jadwal pemeriksaan. "Ayu Azhari datang untuk mengembalikan uang Rp 20 juta dan US$ 1.800," kata dia. Nilai tersebut setara dengan Rp 38 juta, jika disatukan dalam kurs rupiah.

"Uang itu untuk biaya panjer pekerjaan Ayu sebagai entertainer," ujar Johan. Fathanah, kata Ayu, meminta dia untuk ikut dalam acara PKS. "Tapi acaranya tidak jadi dilaksanakan."

Lantas, dimana Ayu menyimpan gepokan duit puluhan juta dari Fathanah saat datang ke KPK? Jawaban sanggahan Ayu soal fulus, ternyata berada di ketiak perempuan cantik itu. Uang Fathanah disimpannya dalam tas rajutan kulit sapi dari Italia, Bottega berharga puluhan juta milik sang pesohor.

SUBKHAN

Berita Lain:
Pesan Susno ke Yusril: Saya Minta Dieksekusi 
Inilah Identitas Korban Kecelakaan Bus di Semarang
Lenka Idolakan Shena X Factor Indonesia
Yusril: Menyerah, Tak Berarti Susno Mengakui  


10.30 | 0 komentar | Read More

Ayu Azhari Lega Fathanah Tidak ke Restorannya

Ayu Azhari menunjukkan sejumlah berkas rekening koran miliknya seusai diperikasa KPK di Jakarta, (3/5). Ayu Azhari kembali datangi KPK untuk serahkan rekening koran miliknya sebagai bukti terkait penyidikan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Artis Ayu Azhari mengaku bersyukur karena tersangka suap daging sapi impor Ahmad Fathanah tidak pernah mampir ke restoran seafood Kampung Bangka miliknya. Menurut Ayu, jika Fathanah sempat mampir, mungkin dia harus mengembalikan uang yang digunakan Fathanah pada KPK.

"Meski sudah saya undang, kalau dia datang, berarti saya harus kembalikan uangnya. Itu kan uang negara," ujar Ayu usai mendatangi Gedung KPK, Jumat, 3 Mei 2013. Dia mengaku sempat mengundang Fathanah untuk datang ke rumah makan miliknya.

"Saya pernah undang dia, saya bilang: 'Ayo pak kapan mampir ke restoran saya? tapi ternyata dia tidak pernah datang," kata Ayu. Kakak dari Sarah Azhari ini mengaku baru saja kenal Fathanah, Desember tahun lalu.

Kemarin,Jumat 3 Mei 2013 Ayu hendak menunjukkan bukti rekening koran dua rekening pribadinya, yaitu di BII dan CIMB Niaga kepada penyidik KPK. "Sebagai bukti saja, kalau saya tidak pernah menerima aliran dana apapun," ujar dia.

Bekas pemain film panas ini juga membantah jika dia pernah menerima duit puluhan juta dan uang dollar dari Fathanah. "Enggak ada. Saya tidak pernah menerima pemberian apa pun dari dia," kata Ayu.

Pernyataan Ayu, kontras dengan rilis resmi dari KPK. "Ayu Azhari datang untuk mengembalikan uang senilai Rp 25 juta dan US$ 1.800," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi S.P.

Menurut Johan, uang itu adalah uang dari Fathanah sebagai panjer pekerjaan Ayu sebagai entertainer. Berdasarkan pengakuan Ayu, Fathanah semula bermaksud untuk meminta bekas istri drummer band White Lion Michael Tramp itu untuk bernyanyi dalam acara PKS. "Tapi acaranya tidak jadi-jadi terlaksana, padahal sudah ditunggu-tunggu," kata Johan.

SUBKHAN

Berita Lain:
Ayu Azhari Simpan Duit Fathanah dalam Tas Mewah
Ayu Azhari Hanya Hafal Muka Petinggi PKS
Ditanya Siap Jadi Tersangka? Ayu Azhari Tertawa
Barcelona Kalah, UEFA Akan Rekam Percakapan Wasit
Ayu Azhari Simpan Duit Fathanah dalam Tas Mewah


10.30 | 0 komentar | Read More

Jaksa Agung : Susno Menyerah dengan Catatan  

Written By Unknown on Jumat, 03 Mei 2013 | 10.30

TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung Basrief Arief membenarkan kabar penyerahan diri Komisaris Jenderal (Purn) Susno Duadji di Lembaga Pemasyarakatan Cibinong, Kamis malam. Basrief mengatakan Susno ditahan setelah menyerahkan diri dengan catatan.

"Pak Susno bersedia dieksekusi sesuai dengan permintaannya pada Februari lalu di LP Cibinong," kata Basrief saat menggelar jumpa pers di kantornya, Jumat, 3 Mei 2013.

Basrief mengatakan, penyerahan diri Susno mulanya diberitahukan oleh pengacaranya bernama Untung Sunaryo. "Dia menyampaikan pesan Pak Susno dan keluarga kalau dia bersedia dieksekusi dengan catatan hanya oleh eksekutor yang ditunjuk Jaksa Agung," ujar dia.

Menjelang malam, sekitar pukul 23.10 WIB, Susno menyerahkan diri ke Lembaga Pemasyarakatan Cibinong. Di sana, menjelang pukul 23.30 WIB, Susno lantas resmi menghuni lembaga pemasyarakatan. "Beliau menyatakan kami membuktikan diri tidak melarikan diri dan memenuhi hukum," ujar dia. Simak sepak terjang Susno Duadji di sini.

TRI SUHARMAN

Topik terhangat:
Susno Duadji
 | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional

Berita Lainnya:
Yusril: Menyerah, Tak Berarti Susno Mengakui
Pesan Susno ke Yusril: Saya Minta Dieksekusi  
Susno Duadji Masuk Sel Cibinong Tengah Malam
Pengacara Susno Duadji: Itu Kabar Burung 
Moge Ringsek Uje Bakal Dilelang
Uang Lelang Moge Uje untuk Bangun Masjid
Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris


10.30 | 0 komentar | Read More

Menyerah, Susno Disambut Empat Jaksa  

TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung Basrief Arief membenarkan Komisaris Jenderal (Purn) Susno Duadji telah menyerahkan diri ke Lembaga Pemasyarakatan Cibinong, Kamis, 2 Mei 2013 malam. Setidaknya empat jaksa eksekutor yang ditunjuk Kejaksaan Agung menyambutnya di Cibinong.

"Pak Susno bersedia dieksekusi sesuai dengan permintaannya pada Februari lalu di LP Cibinong," ujar Basrief saat menggelar jumpa pers di kantornya, Jumat, 3 Mei 2013.

Basrief mengatakan, penyerahan diri Susno sekitar pukul 23.10 WIB. Dia pun disambut empat jaksa yang ditunjuk mengeksekusi Susno, di antaranya Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Didiek Darmanto dan pelaksana tugas Kepala Kejaksaan Jakarta Selatan Amir Yanto.

Menurut jaksa Didiek, Susno yang diantar seorang rekannya ikut menyambut jaksa dengan sikap kekeluargaan. Sekitar pukul 23.30 WIB, Susno lantas resmi menghuni lembaga pemasyarakatan. Simak sepak terjang Susno Duadji di sini.

TRI SUHARMAN

Topik terhangat:
Susno Duadji
 | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional

Berita Lainnya:
Yusril: Menyerah, Tak Berarti Susno Mengakui
Pesan Susno ke Yusril: Saya Minta Dieksekusi  
Susno Duadji Masuk Sel Cibinong Tengah Malam
Pengacara Susno Duadji: Itu Kabar Burung 
Moge Ringsek Uje Bakal Dilelang


10.30 | 0 komentar | Read More

Prajurit, Narkoba dan Lifestyle

Written By Unknown on Kamis, 02 Mei 2013 | 10.31

TEMPO.CO , Jakarta--Markas Besar TNI Angkatan Laut menyatakan sejak tahun 2005 hingga 2013 terdapat 205 orang personelnya diketahui mengkonsumsi narkoba. Jumlah itu terdiri dari personel berpangkat perwira, bintara dan tantama.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Untung Suropati mengatakan tuntutan kerja bukanlah penyebab utama prajurit tejerumus pusaran narkoba. Untung lebih setuju jika faktor mental dan 'lifestyle' atau gaya hidup yang menjadi penyebabnya.

"Kalau faktor pekerjaan, buktinya cuma segelintir saja yang kena narkoba," kata Untung saat dihubungi Tempo, Rabu, 1 Mei 2013. ((Lihat: Pengedar Sabu itu Ternyata Perwira Berprestasi)

Sebab menurut Untung jumlah 205 prajurit itu hanya sedikit jika dibandingkan dengan jumlah anggota TNI AL sekitar 70 ribu orang. Atau hanya nol koma sekian persen saja.

Untung melanjutkan, 205 prajurit itu keberadaannya tersebar merata di Armada Barat dan Armada Timur. "Itu masih terbagi di tiap jajaran Armada, seperti Lantamal, KRI, macam-macam."

Untuk urusan sanksi, TNI AL berjanji tidak akan main-main jika berurusan dengan narkoba. Jika terbukti menggunakan barang haram itu, hukuman berat pasti dihadiahkan.

Untung memberikan contoh, pada tahun 2010 lalu ada seorang anggota TNI AL berpangkat Kapten yang terjerat barkoba. Hukuman berat pun diberikan, yakni kurungan badan dan pemecatan. "Padahal dia masih muda sekitar 32 tahun."

Sementara untuk antisipasi, TNI AL sebenarnya secara rutin telah melakukan cek kesehatan terhadap semua anggotanya setahun sekali. Tes kesehatan itu disebut Untung komplit, dari tes mata, tes paru-paru termasuk tes urin.

Selain itu, PM AL juga rutin melakukan operasi ketertiban dan disiplin di tempat hiburan malam. "Jika ada anggota yang tertangkap langsung kami tes urin. Jadi kami lakukan tes juga secara random," kata Untung.

INDRA WIJAYA

Topik terhangat:
Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional

Baca juga:
Begini Cara Mengetahui Keberadaan Susno Duadji
May Day, Ini 7 Tuntutan Buruh
Ayu Azhari Sering Ketemu Ahmad Fathanah
Kadin Pecat Pengusaha Oesman Sapta Odang


10.31 | 0 komentar | Read More

Mayday, Buruh Perempuan Tuntut Kesetaraan

TEMPO.CO, Jakarta - Komite Aksi Perempuan, sebuah aliansi beberapa organisasi advokasi perempuan, menilai tahun ini merupakan puncak dari serangkaian perlakuan tak berperikemanusiaan yang menimpa buruh perempuan. Sejumlah kasus menunjukkan bagaimana buruh perempuan mengalami diskriminasi dalam pekerjaannya, mendapatkan perlakuan kekerasan seksual yang berakibat secara psikis, yang semua ujungnya pada pemiskinan perempuan.

"Kami mendata kasus-kasus ini sebagai catatan hitam buruh perempuan di Indonesia," kata salahsatu aktivis komite, Dina Ardiyanti, Rabu 1 Mei 2013. Kisah Omih, seorang buruh perempuan di Tangerang yang harus dipenjara karena mempertahankan haknya dalam bekerja, adalah salahsatu kasus yang menonjol dalam catatan komite. Omih, kemudian juga harus kehilangan anaknya.

Selain itu, ada juga kasus kekerasan yang menimpa jurnalis. Nurmala Sari Wahyuni, wartawan di Kalimantan mendapat kekerasan dari orang tak dikenal ketika melakukan peliputan. Nurmala kemudian harus kehilangan bayi yang dikandungnya.

Kasus lainnya menimpa Satinah, perempuan buruh migran asal Ungaran, Jawa Tengah yang dieksekusi pancung. "Ini terjadi karena Pemerintah RI tidak melakukan advokasi pada Satinah," kata Dina. Kasus Satinah juga menambah data 420 buruh migran yang terancam hukuman mati dan 99 lainnya yang sudah dieksekusi. Sejumlah buruh migran perempuan lainnya yang bekerja di luar negeri juga menjadi korban perdagangan manusia.

Ada juga seorang buruh perempuan di Jawa Barat yang dipecat oleh manajemen perusahaannya karena jujur menyatakan statusnya yang terkena HIV/AIDS. Yang juga menonjol adalah kasus diskriminasi para Pekerja Rumah Tangga Anak yang hampir semuanya adalah perempuan. Para PRT Anak ini harus bekerja selama 14-18 jam sehari, bekerja lebih dari satu pekerjaan, diupah murah, dan tidak pernah diberikan libur maupun cuti. "Mereka kehilangan waktu sosial mereka," kata Dina.

Para buruh perempuan yang bangkit dan memperjuangkan haknya, tak lepas dari tekanan. Sri, seorang buruh di Cakung, Jakarta Utara, juga Yohana Sudarsono, seorang guru di Stella Maris Serpong, Tangerang, mengalami intimidasi setelah dipecat. Kasus lainnya menimpa Luviana, jurnalis perempuan di Metro TV. Para buruh perempuan ini tidak hanya kehilangan pekerjaannya, namun juga tidak diupah dan kehilangan akses sebagai pencari nafkah keluarga.

Situasi ini memburuk karena buruh perempuan juga sulit mendapatkan posisi sebagai pemimpin organisasi Serikat Pekerja. Di kalangan media, juga tak banyak pemimpin perempuan. Hanya sekitar 5% jurnalis perempuan yang menjadi pemimpin di medianya.

Untuk itu, Komite Aksi Perempuan mendesak semua catatan hitam ini dihentikan. "Pengusaha dan majikan harus memberikan perlindungan kerja terhadap para buruh perempuan," kata Dina. Selain itu, pemerintah juga didesak untuk tidak membiarkan pelanggaran-pelanggaran, kekerasan, dan diskriminasi atas buruh perempuan.

RILIS | WD

Topik Terhangat:
Harga BBM | Susno Duadji | Gaya Sosialita | Ustad Jefry Caleg

Berita Terpopuler:
Ayu Azhari Sering Ketemu Ahmad Fathanah
May Day, Ini 7 Tuntutan Buruh 
Coboy Junior Diadukan ke Komisi Penyiaran 
Akun @SBYudhoyono Gusur Kepopuleran Jokowi 
Sinyal Susno Sempat Terdeteksi di Soreang  


10.31 | 0 komentar | Read More

Pembunuh Kader Partai Nasional Aceh Ditangkap

Written By Unknown on Rabu, 01 Mei 2013 | 10.30

TEMPO.CO, Jakarta- Pembunuh kader Partai Nasional Aceh, Kabupaten Pidie akhirnya ditangkap. Pihak kepolisian menyatakan pembunuhan terhadap Muhammad bin Zainal Abidin itu tidak terkait politik. 

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Aceh Komisaris Gustav Leo mengatakan pembunuhan terjadi pada Kamis malam pekan lalu. Mayat ditemukan Jumat pagi oleh warga di dalam mobilnya yang didorong ke sungai di Desa Blang Beureuh, Kecamatan Mutiara, Pidie.

Tersangka berinisial KH (34 tahun) warga Desa Didoh, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie dan MR (33 tahun) warga Desa Bungie, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie. Polisi juga mengamankan satu pucuk pistol buatan Cina dengan 20 butir peluru aktif.

Menurut Gustav, keduanya ditangkap di sebuah wilayah, di Kabupaten Pidie, pada Senin sore, 29 April. Selain senjata, polisi ikut menyita sejumlah uang dan handphone. "Barang bukti senjata api diduga sebagai alat untuk menghabisi korban." 

Kasus pembunuhan sempat mencuat karena persoalan politik. Pihak kepolisian membantahnya. Menurut Gustav, kasus tersebut murni tindak pidana kriminal. Tidak terkait dengan partai-partai. "Ini merupakan kriminal murni, diduga persoalan nakotika," ujarnya Selasa 30 April 2013 sore.

Polisi sampai kini masih melakukan pendalaman kasus, memeriksa intensif pelaku untuk mengetahui detail motif pembunuhan. Apakah karena ekonomi atau motif pribadi lainnya. 

ADI WARSIDI


10.30 | 0 komentar | Read More

Tak Ada Susno di Pusdiklat Soreang  

Susno Duadji melambaikan tangan saat akan dibawa ke Polda Jabar di Dago Resor, Bandung, Rabu (24/4). Eksekusi Susno, terpidana kasus penyalahgunaan wewenang perkara PT Salmah Arowana Lestari dan korupsi dana pengamanan pemilihan Gubernur Jawa Barat 2008 oleh Kejaksaan Tinggi Jakarta ini gagal dilakukan akibat adanya perlindungan dari Polda. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Bandung - Komisaris Jenderal (Purnawirawan) Susno Duadji dikabarkan terdeteksi berada di salah satu gedung di kawasan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tim dari Kejaksaan Agung yang memburu terpidana kasus korupsi penyalahgunaan wewenang perkara PT Salmah Arowana Lestari dan pengamanan Pilkada Jawa Barat itu juga mengaku telah mengejar Susno ke Soreang.

Tempo mendatangi salah satu gedung yang berhubungan dengan Kepolisian, yaitu Pusat Pendidikan dan Latihan Kepolisian di Soreang. Seorang petugas Bhayangkara Pelaksana Administrasi di Pusdiklat itu, Syarif, mengatakan tak tahu-menahu masalah Susno. Dia mengatakan, gedung itu merupakan sarana pendidikan. "Pusdiklat tidak punya tempat persembunyian," ujarnya yang ditemui Rabu, 1 Mei 2013.

Syarif menambahkan, Pusdiklat tidak menerima informasi terkait pengejaran Susno Duadji, baik dari Kejaksaan ataupun pihak lainnya. Dirinya juga menjelaskan, Pusdiklat tidak mungkin menerima tugas pengawasan terhadap Susno Duadji yang saat ini masih buron, "Dari segi hukum, ini tugas Kejaksaan. Kami di luar itu semua," kata dia. Rabu, 1 Mei 2013.

Seorang petugas Kepolisian Soreang bernama Arif yang ditemui Tempo secara terpisah mengatakan, pihaknya tidak menerima perintah apapun terkait pencarian Susno. "Jangankan dari Kejaksaan, dari Polda Jabar juga saya tidak terima" katanya.

Padahal, Senin lalu, Kepala bidang Humas Polda jabar, Komisaris Besar Martinus Sitompul, mengatakan bahwa Polda Jabar sudah membentuk tim khusus, yang disebar ke 26 Kota dan Kabupaten di sekitar Bandung, untuk mengejar Susno.

PERSIANA GALIH

Topik Terhangat:
Harga BBM | Susno Duadji | Gaya Sosialita | Ustad Jefry | Caleg

Baca juga:
Jaksa Waspadai Pengawalan Bersenjata Susno  
Kolonel ASB Memakai Sabu Sejak 2004  
SBY: Harga BBM Naik kalau Ada Dana Kompensasi  
Tim Polisi Pemburu Susno Dipimpin AKBP  
Tamerlan Tewas Ditembak Atau Ditabrak?  


10.30 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger