Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

UMP NTT Ditetapkan Rp 1,1 Juta  

Written By Unknown on Rabu, 06 November 2013 | 10.31

TEMPO.CO, Kupang - Pemerintah Nusa Tenggara Timur  (NTT) menetapkan upah minimum provinsi (UMP) sebesar Rp 1.125.000 atau mengalami kenaikan sebesar Rp 100 ribu dari upah tahun sebelumnya. "Jumlah itu berdasarkan rekomendasi dewan pengupahan," kata Ketua Serikat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Stanis Tefa, kepada Tempo, Rabu, 6 November 2013.

Kenaikan UMP ini sudah melalui kajian yang dilakukan dewan pengupahan dan akan mulai berlaku pada 1 Januari 2014. "Hanya menunggu penetapan Gubernur NTT dan sosialisasi kepada masyarakat," katanya. 

Dia mengatakan UMP yang ditetapkan masih di bawah standar layak hidup di daerah ini. "Layak atau tidak sangat relatif. Tidak layak, jika rumah dan tempat kerja jaraknya capai 20 kilometer, dan sebaliknya layak, jika rumah dan tempat kerja dekat," katanya.

Masalah utamanya bukan layak atau tidak, kata Stanis, melainkan apakah perusahaan telah membayar karyawan atau buruh sesuai UMP atau tidak. "Perlu ada pengawasan yang ketat, sehingga buruh dibayar sesuai UMP yang ditetapkan," katanya.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan pemerintah masih menunggu pembahasan UMP oleh dewan pengupahan sebelum ditetapkan. "Dewan pengupahan masih membahasnya," kata Frans.

YOHANES SEO

Berita Terkait:
Upah Minimum di Jakarta Rp 2,2 Juta
Upah Minimum TKI di Malaysia Rp 2,4 Juta
Upah Minimum Kota Depok Rp 2.042.000


10.31 | 0 komentar | Read More

Sidang Suap Rusli Zainal, Petinggi Golkar Disebut?

Gubernur Riau Rusli Zainal dengan menggunakan baju tahanan keluar dari Gedung KPK, Jakarta (14/6). Ia resmi ditahan KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemanfaatan hasil hutan di Kabupaten Siak dan Pelalawan. Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Riau nonaktif Rusli Zainal akan menghadapi sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru, Riau, hari ini, Rabu 6 November 2013. Rusli bakal diadili untuk dua kasus sekaligus, yakni dugaan suap pembahasan Peraturan Daerah Pekan Olahraga Nasional Riau dan dugaan penyalahgunaan izin kewenangan hutan Pelalawan, Riau.

"Betul, hari ini, tanggal 6 November, RZ (Rusli Zainal) akan menjalani sidang perdana di Riau," kata juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Johan Budi, saat dihubungi, Rabu, 6 November 2013.

Rusli merupakan politikus dari Partai Golkar. Kepada para wartawan di halaman gedung KPK pada Kamis, 10 Oktober 2013, Rusli telah menyatakan siap menjalani persidangan pada hari ini. "Ya, siap," kata dia waktu itu.

Rusli ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam suap revisi Perda PON XVIII Riau sebesar Rp 500 juta setelah KPK menemukan dua alat bukti. Suap berasal dari konsorsium pembangunan stadion lapangan menembak, PT Adhi Karya. Selain menerima suap, Rusli juga diduga menyuap anggota DPRD Provinsi Riau guna memuluskan pembahasan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 terkait pembangunan lapangan tembak itu pada 2012.

Rusli ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengesahan bagan kerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu untuk tanaman industri Pelalawan, Riau, pada 2001-2006. Kasus ini berawal dari kasus kehutanan di Pelalawan berupa dispensasi Rencana Kerja Tahunan kepada 12 perusahaan di Riau.

Sebelumnya sejumlah petinggi Golkar di DPR ikut disebut-sebut terkait kasus ini. Di antaranya Agung Laksono, Setya Novanto, dan Kahar Muzaki. Akankah nama mereka muncul di sidang perdana ini?

MUHAMAD RIZKI

Topik Terhangat:
Vonis Fathanah | Dinasti Banten | Roy Suryo Marah di Pesawat | Suap Akil Mochtar | Amnesti TKI |

Terpopuler:
SBY Lempar Kemacetan ke Gubernur, Ini Kata Jokowi  
Kata Pakar Soal Bahasa Tubuh SBY
10 Parfum Berkelas, Kesukaan Wanita seperti Atut
Insiden Es Tebu Rombongan Golkar Riuh di Twitter
Gadis Virtual Sukses Deteksi Ribuan Pedofil
Anak Jenderal Jadi Tersangka Tabrak Lari 10 Siswa
Mobil Vitalia Shesya dari Fathanah Dirampas


10.31 | 0 komentar | Read More

Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Sudan  

Written By Unknown on Selasa, 05 November 2013 | 10.31

Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB menjalani latihan pembekalan untuk persiapan misi Unifil (United Nations Interim Force in Lebanon) di Sentul, Bogor, Jabar (3/6). ANTARA/Jafkhairi

TEMPO.CO, Tangerang -  Kepolisian Republik Indonesia tengah menyiapkan pasukan yang akan dikirim ke Darfur, Sudan. Pasukan yang terdiri dari 140 personel tersebut tergabung dalam Form Police Unit VI (FPU VI), yang bertugas sebagai misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Sudan.

"Ini bagian dari misi PBB untuk menyelesaikan konflik internal di suatu negara," kata Kasiop Satgas FPU Indonesia VI AKP Ketut Yoga Saputra saat atraksi keterampilan Satgas FPU VI di Teluk Naga, Tangerang, Selasa, 5 November 2013. Satuan petugas FPU Indonesia VI akan diberangkatkan ke Darfur pada 26 November 2013.

Atraksi keterampilan ini juga disaksikan Kapolri Jenderal Sutarman, yang sekaligus melakukan pembaretan Satgas FPU VI. Sebanyak 140 personel ini telah mengikuti pelatihan selama tiga bulan, mulai dari Agustus 2013 lalu di Pangkalan TNI AL Tanjung Pasir, Teluk Naga, Tangerang.

Satgas ini, kata Ketut, mengemban empat misi: memelihara keamanan dan ketertiban, melindungi personel dan fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa, mlindungi pengungsi Internal Displace Person Camp, serta melindungi bantuan kemanusiaan PBB.

Ketut menyampaikan pasukan ini terbagi dalam lim tim, di antaranya tim Alfa, Bravo, Charli, dan Delta, yang bertugas untuk berpatroli, pengamanan, serta penjemputan tamu VIP di Darfur, serta staf yang bertugas untuk menyiapkan segala peralatan dan kebutuhan logistik pasukan FPU VI.

LINDA TRIANITA

Berita Terpopuler:
Iklan Tentara AS dan Perempuan Bercadar Dikritik 
Libya Timur Deklarasikan Pemerintah Sendiri 
Amnesti Berakhir, Banyak TKI Ilegal di Arab Saudi Tertipu
PM Timor Leste dan Sultan Brunei Hadiri BDF 2013 
Hapus Ketegangan, Kerry Jumpa Pemimpin Arab Saudi 
Biaya Deportasi TKI Ilegal Dibayar Arab Saudi
Ashton Tingkatkan Kerja Sama Uni Eropa-Indonesia
Cuaca Buruk, Jet Bolivia Jatuh Tewaskan 8 Orang
TKI Arab Saudi Overstayer Tak Didenda
Dideportasi, TKI Ilegal Diimbau Menlu Tak Panik  

 


10.31 | 0 komentar | Read More

Anak Jenderal Jadi Tersangka Tabrak Lari

TEMPO.CO, Jakarta:  Polisi menetapkan Anggara Putra Trisula, 21 tahun, sebagai tersangka dalam  kasus tabrak lari di halaman SMA Hang Tuah 2 Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. Kepala Kepolisian Resor Sidoarjo, Ajun Komisaris Besar Marjuki, mengatakan tersangka Anggara terbukti melanggar pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan korban luka berat dan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. "Tersangka diancam hukuman penjara maksimal 5 tahun," kata Marjuki kepada Tempo, Selasa 5 November 2013.

Selama menjalai pemeriksaan,  Anggara didampingi bapaknya, Brigjen Purnawirawan Totok Sudharto dan seorang anggota keluarga. Setelah Natasha pulang, seorang pria anggota keluarga Anggara menyusul. Pukul 03.00 WIB, Selasa dini hari 5 November, pria tersebut kembali dengan membawa tas berisi pakaian.  Marjuki menegaskan, Polres Sidoarjo berusaha mengusut secara profesional dan sesuai tupoksi kasus Anggara. "Langsung dijebloskan ke ruang tahanan," kata Marjuki.

Polisi sampai saat ini  sudah memeriksa 9 saksi termasuk Natasha, kekasih Anggara. Dari keterangan para saksi, mobil pelaku sempat digedor-gedor beberapa murid sekolah dan mengakibatkan Anggara gugup. Karena gugup dan takut, Anggara segera menginjak pedal gas untuk kabur. Apesnya, mobil Honda Jazz nopol L 177 AY tiba-tiba berjalan mundur hingga menabrak siswa dan guru. Korban berjumlah sekitar 10 orang, 1 orang mengalami luka berat dan 2 orang luka ringan.

Marjuki membantah Anggara sempat cekcok dengan satpam. "Hanya saja, Anggara sempat adu mulut dengan murid sekolah. Biasa anak muda, kalau ada yang ngapeli anak perempuan biasanya cemburu," kata Marjuki.

Anggara Putra Trisula,  berurusan dengan pihak berwajib lantaran menabrak puluhan siswa SMA Hang Tuah 2 Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. Insiden bermula pada Kamis, 31 Oktober 2013, saat pelaku yang datang mengendarai mobil hendak masuk lingkungan SMA Hang Tuah 2 untuk menemui  Natasha. (Baca: Penabrak 10 Siswa Sidoarjo Anak Jenderal Polisi)

DIANANTA P. SUMEDI

Berita Terpopuler:
Iklan Tentara AS dan Perempuan Bercadar Dikritik 
Libya Timur Deklarasikan Pemerintah Sendiri 
Amnesti Berakhir, Banyak TKI Ilegal di Arab Saudi Tertipu
PM Timor Leste dan Sultan Brunei Hadiri BDF 2013 
Hapus Ketegangan, Kerry Jumpa Pemimpin Arab Saudi 
Biaya Deportasi TKI Ilegal Dibayar Arab Saudi
Ashton Tingkatkan Kerja Sama Uni Eropa-Indonesia


10.31 | 0 komentar | Read More

Belanjaan Atut di Luar Negeri Ditelusuri PPATK

Written By Unknown on Senin, 04 November 2013 | 10.30

TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) akan menelusuri seluruh transaksi Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah di luar negeri. "Insya Allah akan kami lakukan," kata Kepala PPATK Muhammad Yusuf kepada Tempo kemarin.

Penelusuran itu, kata Yusuf, untuk membantu Komisi Pemberantasan Korupsi mengusut kasus dugaan korupsi keluarga Atut. Komisi antikorupsi saat ini tengah menyidik kasus dugaan suap adik Atut, Tubagus Chaeri Wardana, terhadap Akil Mochtar (kala itu Ketua Mahkamah Konstitusi) terkait dengan sengketa Pemilihan Bupati Lebak, Banten. Tak hanya itu, Komisi juga tengah menelisik dugaan korupsi dana bantuan sosial dan alat kesehatan Banten.

Sebelumnya terungkap Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah sering berbelanja di pusat-pusat mode dunia di luar negeri. Sumber Tempo menyebutkan, antara 2011-2012, Atut tercatat kerap bepergian ke luar negeri dan membelanjakan duitnya untuk membeli barang-barang mewah.

Pada 6 Februari 2012, misalnya, Atut terbang ke Tokyo, Jepang. Empat hari di Tokyo, Atut memborong produk Hermes hingga Rp 430 juta dan belanja di Daikokuya hampir Rp 100 juta.

Menurut sumber Tempo yang ditemui pekan lalu, untuk transaksi tersebut Atut menggunakan sejumlah kartu kredit. Transaksi di Tokyo tersebut adalah salah satu transaksi Atut terbesar pada kurun waktu itu. Namun, ini bukan acara belanja Atut yang terakhir di bulan tersebut (kemana Atut belanja, ada di sini. Tanggapan keluarga Ratu Atut di sini).

Pada akhir Februari 2012, ia terbang ke Dubai, Uni Emirat Arab, via Singapura. Pada sekitar waktu itulah Atut membeli jam lantai seharga Rp 100 juta di Thinkers Novelty, Singapura. Dua hari di Tanah Air, ia berangkat lagi ke Singapura.

ANTON APRIANTO | ANTON SEPTIAN | HADRIANI P | MAYA NAWANGWULAN


10.30 | 0 komentar | Read More

Penyuap Heru, Karateka dari Rumah Kayu  

TEMPO.CO, Jakarta - Enam mobil itu terparkir rapi di halaman rumah di Jalan Aselih No 49, Ciganjur, Jakarta Selatan. BMW320i putih lansiran terbaru berpelat B 322 NAI, Honda City tipe Z perak berpelat B 1397 WEP serta Honda CRV model terbaru bercat putih memenuhi pelataran seluas lapangan dua kali lapangan basket itu. Sebuah Toyota Avanza, Honda Jazz serta truk Isuzu Elf juga terparkir di sana di bawah naungan kanopi besi yang desainnya mirip panggung konser musik. Di ujung pelataran, rumah kayu dua lantai berdiri megah. Hamparan tanah disamping rumahnya dengan pepohonan yang tumbuh rindang membuat rumah itu tampak asri.

Tulisan Indonesia Karate-Do Dojo 212 terpampang di kaca hitam rumah milik Yusran Arief itu. Seorang pria gempal berbaju hitam ditemani temannya yang berbadan tegap dan potongan rambut cepak keluar ketika Tempo mengetukkan rantai besi yang mengikat pagar hitam rumah. "Pak Yusran tidak ada di rumah, ibunya juga sedang di Badan Reserse Kriminal Mabes Polri," ujar pria bernama Yani, yang mengaku keluarga Yusran, kepada Tempo.

Yusran saat ini memang tak lagi menempati rumah kayunya yang asri. Selasa pekan lalu, penyidik Direktorat Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri menjemputnya di kediamannya itu. Yusran ditangkap setelah tim pimpinan Komisaris Besar Agung Setia Iman Efendi mencokok sahabatnya, Kepala Subdirektorat Ekspor Impor Direktorat Jenderal Bea Cukai Heru Sulistyanto. Yusran dituding menyuap Heru sebesar Rp 11,4 miliar dalam bentuk 11 polis asuransi atas nama Heru dan istri keduanya, Widya Wati.

Sejumlah tetangga Yusran mengaku tak tahu soal kejadian Selasa pagi itu. Seorang pemilik warung yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah Heru mengaku hanya melihat dua mobil polisi terparkir di depan rumah Yusran pagi itu. Namun, dia tak tahu jika kedatangan mobil polisi itu untuk menjemput sang empunya rumah. "Saya baru tahu siangnya pas lihat di televisi kalau Pak Yusran ditangkap," ujar perempuan yang enggan menyebutkan namanya itu.

Dia mengaku simpati dengan kejadian yang menimpa Yusran. Selama ini, Yusran dikenal sebagai seorang dermawan. Meskipun baru sekitar enam tahun tinggal di daerah itu, Yusran dikenal tak segan menghamburkan uangnya untuk kegiatan warga. Bahkan, dia kerap memberikan santunan bagi warga tak mampu. Zakaria, seorang tukang ojek yang biasa mangkal tak jauh dari rumah Yusran, juga mengakui kedermawanannya. Bahkan, anak pertamanya sempat mendapatkan santunan dan khitan gratis dari pria berumur 47 tahun itu. "Kalau masalah uang orangnya enggak berat tangan," ujarnya.

Soal darimana uang Yusran, mereka mengaku tak tahu-menahu. Hanya saja, menurut mereka, Yusran dikenal sebagai pemilik penyewaan sound system untuk pesta pernikahan, pertemuan dan sebagainya. Zakaria mengaku baru mengetahui dari media jika Yusran adalah pengusaha yang memiliki beberapa perusahaan. "Karena memang tidak pernah ngomongin soal pekerjaan," ujarnya.

Rini, seorang tetangga Yusran lainnya, menambahkan bahwa Yusran juga dikenal sebagai pengurus Inkado. Rumah Yusran kerap digunakan sebagai tempat latihan atlet-atlet karate dari berbagai daerah. Biasanya, atlet-atlet itu menginap di rumah Yusran selama beberapa pekan. "Itu biasanya kalau lagi mau ada kejuaraan atlet-atletnya pada kumpul latihan d isini," ujarnya.

Selain sebagai pengusaha, Yusran memang dikenal sebagai pengurus Inkado. Dia sempat duduk sebagai Sekretaris Jenderal Inkado pada tahun kepengurusan 2008-2013 di bawah kepemimpinan Yorrys Y Raweyai. Pemegang sabuk hitam Dan VI ini ternyata juga atlet yang cukup mumpuni. Terbukti dia mampu menyabet medali emas kelas master kumite putra 47–52 tahun pada Kejuaraan Nasional Inkado di Gelanggang Olahraga POPKI Cibubur, Jakarta Timur, pada Januari lalu.

Yorrys, yang kini menjabat sebagai Dewan Guru di Inkado, membenarkan bahwa Yusran adalah mantan sekjen di organisasi olahraga karate itu. Namun, menurut dia, jejak Yusran juga bercacat. Pada Musyawarah Keluarga Besar Inkado Januari lalu, Yusran membuat sempalan setelah dirinya dan calon Ketua Inkado yang gagal, Subagyo, mendeklarasikan diri sebagai Ketua dan Sekjen Inkado. Sementara musyawarah sendiri memutuskan memilih Aldrin Tando sebagai ketua umum. "Dia gengnya memang sama Heru yang ditangkap itu juga," ujarnya.

FEBRIYAN


10.30 | 0 komentar | Read More

Gunung Sinabung Siaga, Warga 4 Desa Diungsikan  

Written By Unknown on Minggu, 03 November 2013 | 10.31

TEMPO.CO, Jakarta - Aktivitas Gunung api Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meningkat. Lantaran itu, PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM menetapkan kenaikan status gunung api tersebut dari waspada (level II) menjadi siaga (level III). Kenaikan status ini berlaku terhitung mulai hari ini pukul 03.00 WIB.

"Status waspada telah berlaku sejak 29 September 2013," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran persnya, Ahad, 3 November 2013.

Peningkatan aktivitas gunung api tersebut berupa meningkatnya aktivitas gempa dan bertambah tingginya kolom letusan abu. Hari ini terjadi erupsi pada dinihari waktu setempat. Tinggi abu vulkanik mencapai 7.000 meter dengan arah angin ke barat. "Terdengar suara gemuruh sampai ke Pos Pengamatan Simpang Empat dengan lama 10 menit," kata Sutopo.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan adanya peningkatan aktivitas Gunung api Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Peningkatan aktivitas Gunung api Sinabung ini membuat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM telah menetapkan kenaikan status gunung api dari waspada (level II) menjadi siaga (level III).

"Kenaikan status ini berlaku terhitung mulai Minggu, 3 Oktober 2013, pada pukul 03.00 WIB. Kenaikan menjadi siaga tersebut telah dilaporkan kepada Kepala BNPB," kata Sutopo melalui keterangan tertulisnya, Ahad, 3 November 2013.

Sutopo mengatakan sebelumnya status waspada telah berlaku sejak 29 September 2013. Adapun status siaga ditetapkan karena adanya peningkatan kegempaan dan bertambah tingginya kolom letusan abu. "Dilaporkan telah terjadi erupsi pada Minggu, 3 November 2013, pukul 01:26:44 WIB. Tinggi abu vulkanik mancapai 7 kilometer dengan arah angin ke barat," kata Sutopo.

Saat terjadi erupsi, terdengar suara gemuruh sampai ke Pos Pengamatan Simpang Empat selama 10 menit. Letusan Gunung Sinabung semakin sering dan ketinggian letusan semakin tinggi.

Dengan adanya kenaikan status siaga tersebut maka BNPB merekomendasikan tidak ada aktivitas di radius 3 kilometer dari kawah Sinabung. Masyarakat di Desa Sukameriah, Bekerah, Simacem, dan Nardinding yang berada dalam radius 3 kilometer dan berada di depan bukaan kawah diimbau untuk diungsikan terlebih dahulu. 


TRI ARTINING PUTRI| ALI HIDAYAT


10.31 | 0 komentar | Read More

Tasikmalaya Kembali Diguncang Gempa 5 SR

TEMPO.CO, Tasikmalaya - Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat dan sekitarnya. Minggu pagi pukul 09.35 WIB, gempa berkekuatan 5,0 skala richter mengguncang wilayah ini. Sebelumnya, Kamis 31 Oktober, gempa berkekuatan 5,1 SR juga mengguncang wilayah Tasikmalaya.

Informasi dari website Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di 8.14 Lintang Selatan - 107.86 Bujur Timur, dengan kedalaman 18 Km.

Lokasi gempa berada di 74 Km Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya atau 250 Km Tenggara Jakarta. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Kundang Sodikin, mengatakan gempa tidak menimbulkan kepanikan bagi warga. Hal ini karena getaran gempa yang tidak begitu besar. "Getarannya kecil, hanya 5,0 skala richter," katanya saat dihubungi Minggu.

Selain itu, dia menambahkan, pusat gempa cukup jauh, yakni 74 Km barat daya Kabupaten Tasikmalaya. "Cukup jauh," terang dia.

Hingga pukul 10.00 WIB, pihak BPBD Tasikmalaya belum menerima laporan kerusakan akibat gempa. Petugas masih memantau dan berkoordinasi dengan relawan tanggap bencana di daerah. "Kami masih memantau," terang Kundang.

CANDRA NUGRAHA


10.31 | 0 komentar | Read More

Agung Laksono Diminta Tahan Diri Jadi Ketum Golkar  

Written By Unknown on Sabtu, 02 November 2013 | 10.30

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung meminta Agung Laksono menahan diri ihwal pencalonannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Sebagai Ketua Kosgoro 1957, Agung diminta lebih fokus pada pemenangan Golkar dalam Pemilu 2014.

"Jangan terlalu diekspos, kalau di tingkat internal sih bisa saja," kata Akbar saat ditemui usai pembukaan Musyawarah Besar Kosgoro 1957 di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat, 1 November 2013. Dia mengatakan, pencalonan Agung Laksono sebaiknya tidak digembar-gemborkan ke luar organisasi.

Akbar mengatakan, setiap organisasi berhak untuk memutuskan siapa yang diusung sebagai calon ketua umum. Hanya, dia meminta organisasi pendukung Golkar sebaiknya fokus dulu pada pemenangan partai. "Memantapkan konsolidasi, menyiapkan kader organisasi," kata Akbar.

Dia khawatir, kalangan internal Golkar justru tak solid jika organisasi pendukung sudah membuat deklarasi calon ketua umum Golkar. Padahal Musyawarah Nasional Golkar baru akan dihelat pada 2015 mendatang. Seharusnya nama-nama calon ketua umum dibicarakan begitu pemilu legislatif dan pemilu presiden digelar.

Ormas pembentuk Partai Golkar, Kosgoro 1957, berencana mencalonkan Agung Laksono sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional 2015. Pengambilan keputusan ini rencananya akan dilakukan dalam Musyawarah Besar Kosgoro 1957 di Jakarta.

WAYAN AGUS PURNOMO

Topik terhangat:
Roy Suryo | Suap Bea Cukai | Suap Akil Mochtar | Adiguna Sutowo

Berita lainnya:
Istri-istri Para Koruptor
Vika Dewayani, Istri Adiguna Sutowo, Geleng-geleng
Macam-macam Ulah Pejabat di Pesawat
Tulus: Gaya Roy Suryo seperti Penumpang Bus Kota
YLKI: Jangan Istimewakan Roy Suryo
Soal Marah di Pesawat, Roy Suryo 'Ngetweet'


10.30 | 0 komentar | Read More

Paranormal: Citra Kami Rusak Gara-gara Penipuan  

Seorang Paranormal berjalan melewati pernak-pernik piala dunia khususnya tim Belanda dan Spanyol yang sengaja disusun demi kepentingan ritual. Para dukun di Lima, Peru, mengadakan ritual untuk kelancaran partai final antara Belanda vs Spanyol. AP/Karel Navarro

TEMPO.CO, Yogyakarta - Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Paranormal Indonesia (IPI) Provinsi Jawa Timur menyatakan selama ini citra profesi paranormal kian rusak akibat ulah oknum tak bertanggung jawab.

"Mereka sering mengaku sebagai paranormal lalu dipakai untuk menipu demi dapat duit banyak," kata perwakilan Ikatan Paranormal Indonesia Provinsi Jawa Timur Abdul Kholiq di sela kegiatan Gelar Seni dan Budaya Supranatural Nusantara di Yogyakarta, Jumat malam, 1 November 2013.

Kholiq yang biasa disapa Gus Kholiq ini menjelaskan seseorang butuh proses yang panjang untuk bisa disebut sebagai paranormal. Menurut dia, seseorang perlu melakukan pendalaman iman dan mental yang kuat serta harus tahan pada godaan materi duniawi. Paranormal, ujar Kholiq, juga wajib memahami ilmu pengetahuan ilmiah. Misalnya di bidang penyembuhan, calon paranormal harus belajar ilmu kesehatan atau kedokteran.

Seorang paranormal sejati, kata dia, juga perlu mendalami ilmu religi secara kuat. Menurut dia, pengakuan atas dimilikinya berkah indra keenam datang dari masyarakat, bukan hasil deklarasi diri. "Tapi yang terjadi sekarang, bisa sedikit sulap saja sudah mengaku paranormal," ujar Kholiq yang berjulukan "Si Raja Pemikat'.

Sedangkan Ki Sumarmo, paranormal asal Banyuwangi yang turut dalam kegiatan itu, mengatakan profesi paranormal pun memiliki keterbatasan. Khususnya dalam hal hal yang bersifat tidak logis atau mencari keuntungan. Dari pengertian itu, masyarakat diharap mengetahui agar tidak terkecoh.

PRIBADI WICAKSONO

Topik terhangat:
Roy Suryo Marah di Pesawat | Suap Bea Cukai | Suap Akil Mochtar | Adiguna Sutowo

Berita lainnya:
Istri-istri Para Koruptor
Macam-macam Ulah Pejabat di Pesawat
Tulus: Gaya Roy Suryo seperti Penumpang Bus Kota
Soal Marah di Pesawat, Roy Suryo 'Ngetweet' 
Tuntut Gaji Naik, Buruh Minta Mesin Cuci & Televisi


10.30 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger