Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

KPK: Status Rano Karno Tergantung Vonis Wawan  

Written By Unknown on Sabtu, 05 April 2014 | 10.30

Wakil Gubernur Banten, Rano Karno berjalan keluar ruang tunggu usai menjalani proses pemeriksaan selama 12 jam di gedung KPK, Jakarta, (17/1). Rano Karno diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Akil Mochtar. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO , Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan status Wakil Gubernur Banten Rano Karno tergantung pada vonis hakim yang dijatuhkan untuk  Chaeri Wardana alias Wawan, adik Gubernur Banten Atut Chosiyah. Menurut  Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, pertimbangan majelis hakim dalam putusan itu bakal jadi pertimbangan penting bagi KPK untuk menentukan apakah Rano Karno bakal jadi tersangka atau tidak.

"Kalau proses pengadilan selesai, kami lihat pertimbangan hukumnya. Pertimbangannya akan menjelaskan sejauh mana orang itu secara faktual menurut hakim terlibat dan bisa dikualifikasikan sebagai pihak yang bisa didorong ke tahapan selanjutnya," kata Bambang Widjojanto di gedung KPK, Jumat, 4 April 2014.

Nasib Rano Karno kini jadi tanda tanya setelah Yayah Rodiah, kasir keluarga Atut, dalam persidangan mengungkapkan ada transfer duit Rp 1,2 miliar dari Wawan kepada lelaki yang tenar sebagai aktor film itu.

Bambang mengatakan KPK sudah tahu apa sebetulnya konteks pemberian duit untuk Rano tersebut. Namun, Bambang menolak mengungkapkannya. "Ini bukan konsumsi publik karena bisa membuka dan membangun alibi dari pihak yang diduga menjadi bagian dari kasus," tuturnya.

Menurut Bambang, KPK bakal terus mengkonfirmasi dan mengklarifikasi keterangan para saksi di pengadilan. Jika diperlukan, maka lembaga antirasuah tersebut dapat mengembangkan penyidikan baru.

Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan KPK telah memiliki bukti awal soal tudingan aliran dana tersebut. Namun, ia pun enggan buka-bukaan ihwal bukti itu. Busyro hanya berujar, "Nanti akan dikonfirmasi, walaupun dia (Rano) sudah membantah."

Dalam siaran persnya hari ini, Rano menepis tuduhan tersebut. "Tuduhan ini terasa sangat absurd, mengejutkan, sekaligus menyesatkan. Kebohongan dan fitnah tak boleh mendapat tempat dalam sebuah persidangan yang diniatkan untuk mencari dan mengungkap kebenaran," kata Rano. Rano meminta Yayah sebagai pihak yang mendalilkan adanya transfer dana itu untuk membuktikannya. Caranya, kata Rano, adalah dengan mengecek rekeningnya. "Saya dapat memastikan, bukti-bukti itu tidak akan pernah bisa ditemukan karena memang transfer itu, sekali lagi, tidak pernah ada," katanya.

BUNGA MANGGIASIH

Baca Berita Lain:
15 Caleg Terseksi Versi Living in Indonesia
Jokowi Mendatangi Rumah Iwan Fals di Depok
Jokowi: Kampung Deret Petogogan Mirip Apartemen
Satinah Tetap Diadili Walau Diyat Dilunasi


10.30 | 0 komentar | Read More

Dua Karyawan PT KA Jadi Korban Jiwa Kereta Malabar  

Petugas mengevakuasi penumpang kereta api Malabar jurusan Bandung-Malang yang anjlok masuk jurang di Kadipaten Tasikmalaya, Jawa Barat, (4/4). Empat orang tewas dalam kecelakaan tersebut. ANTARA/Adeng Bustomi

TEMPO.CO, Tasikmalaya - Dua dari tiga korban tewas dalam kecelakaan kereta api Malabar di Tasikmalaya ternyata adalah karyawan PT Kereta Api. Menurut juru bicara PT Kereta Api, Sugeng Priyono, keduanya hendak mudik ke kampung halaman masing-masing. "Ada yang ke Yogyakarta dan Malang," katanya kepada Tempo di lokasi kejadian, Kampung Terung, Tasikmalaya, Jawa Barat.  (Baca : Korban Jiwa Kereta Malabar, Satu Berseragam PT KA  ).

Kedua korban tewas tersebut adalah Sri Hartanto, 60 tahun, dan Ayu Diah, 27 tahun. Hartanto, kata Sugeng, adalah pensiunan PT Kereta Api yang dikaryakan kembali sebagai petugas revisi peraturan dinas. Sedangkan Ayu adalah karyawati di bagian penjualan.

Sugeng mengatakan Hartanto hendak menuju Sleman, Yogyakarta, sementara Ayu menuju Lawang, Malang, Jawa Timur. PT KAI, kata dia, sudah mengurus segala keperluan korban, termasuk mengontak keluarga mereka. "Sudah otomatis, perusahaan yang akan mengurus semuanya," ujarnya. (Baca : iga Korban Tewas Kereta Malabar Dievakuasi).

Sedangkan korban tewas ketiga adalah Haris Budi, warga Ponorogo, Jawa Timur. Sugeng menduga Haris bermaksud mudik dari Bandung ke Ponorogo. "Keluarga Haris dari Cimahi sudah dikontak dan datang ke rumah sakit," kata Sugeng.

Di samping korban tewas, tiga korban luka berat juga sudah dievakuasi PT Kereta Api ke beberapa rumah sakit. Satu korban pria dan satu wanita dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Tasikmalaya, sementara seorang wanita lainnya dibawa ke Rumah Sakit Santosa Bandung. (Baca : 300 Polisi Evakuasi Korban Kereta Malabar  ).

Kecelakaan kereta Malabar terjadi pada pukul 18.15 WIB. Saat itu Kereta Malabar hendak menuju Malang dengan melintasi Kilometer 244+0/1 yang terletak di antara Stasiun Cirahayu-Ciawi, Tasikmalaya. Jalur tersebut mendadak longsor setelah diguyur hujan lebat pada Jumat sore.

Saat melintasi rel yang longsor, lokomotif Malabar terguling. Tak lama kemudian, dua gerbong di belakangnya terlempar. Gerbong kedua dan pertama pun bertubrukan, diikuti gerbong ketiga yang masuk jurang. Data Kepolisian Daerah Jawa Barat menyebutkan 3 dari 13 gerbong (di luar lokomotif) terperosok ke jurang.

ERICK HARDI

Berita Terpopuler
Jokowi ke Banyuwangi, Petugas Bandara Marah
40 Selebritas Ini Bertarung di 'Dapil Neraka' 
Jokowi Berusaha Dekati Kubu Pro-Megawati
Kereta Api Malabar Terguling ke Jurang


10.30 | 0 komentar | Read More

Jokowi ke Banyuwangi , Petugas Bandara Marah

Written By Unknown on Jumat, 04 April 2014 | 10.30

Seorang anak membawa bendera partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam kampanye perdana di Stadion Cendrawasih, Jakarta Barat, (16/3). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Banyuwangi - Petugas keamanan Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, marah-marah pada pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Banyuwangi  yang akan menyambut kedatangan Jokowi. Petugas keamanan marah karena banyak mobil PDIP yang parkir sembarangan.

Salah seorang petugas keamanan bandara langsung menyemprot pengurus PDIP Banyuwangi di ruang VIP bandara, Jumat 4 April pukul 09.00.

"Tolong mobil-mobil PDIP jangan parkir di jalanan. Bandara ini bukan hanya untuk Jokowi, tapi ada penerbangan komersial lainnya," kata petugas tersebut. Petugas meminta seluruh mobil partai dipindahkan ke halaman parkir yang sudah disediakan di sebelah timur.

Ratusan massa PDIP setempat memenuhi Bandara Blimbingsari, Banyuwangi sejak pukul 08.30 . Begitu memasuki bandara mereka langsung memarkir belasan mobil partai di jalan masuk. Padahal bandara sendiri memiliki area parkir cukup luas. Namun teguran petugas itu rupanya dicuekin oleh pengurus PDIP.

Kepolisian Resor Banyuwangi sendiri memberlakukan pengamanan ekstra ketat menjelang kedatangan Jokowi di bandara.

Capres PDIP Joko Widodo hari ini dijadwalkan mengunjungi sejumlah pasar di Banyuwangi. Wakil Sekretaris PDIP Banyuwangi Muhammad Khoirul Abas, mengatakan, pasar yang dikunjungi Jokowi yakni Pasar Rogojampi, Jajag, dan Genteng. "Setelah dari Banyuwangi, Jokowi langsung ke Jember," kata dia.

IKA NINGTYAS

Terpopuler:
Satinah Tetap Diadili Walau Diyat Dilunasi
Kader Korupsi, PDIP Yakin Elektabilitas Tak Turun 
MK Nyatakan Pancasila Bukan Pilar Negara


10.30 | 0 komentar | Read More

NasDem Terbanyak Punya Caleg Seksi  

TEMPO.CO, Jakarta - Situs Livinginindonesia.info memilih 15 calon legislator terseksi yang sebelumnya lebih dikenal sebagai pesohor. Mereka antara lain pernah terkenal sebagai model, bintang iklan, pemain sinetron, dan penyanyi.

Dari 15 calon wakil rakyat itu, Partai Nasional Demokrat (NasDem) menyumbang nama terbanyak dengan empat orang, yakni Melinda Susilarini (Mel Shandy), Jane Shalimar, Nonny Chirilda, dan Melly Manuhutu. (Baca:15 Caleg Terseksi Versi Living in Indonesia)

Mel Shandy, calon legislator dari NasDem di daerah pemilihan Jawa Barat 2, sebelumnya lebih dikenal sebagai penyanyi rock yang membawakan sejumlah lagu yang populer pada era 1980-an hingga 1990-an. Adapun Jane Shalimar dikenal sebagai pemain sinetron dan presenter. Jane menjadi calon legislator di daerah pemilihan DKI Jakarta 3.

Nonny Chirilda, calon wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalimantan Barat, dikenal sebagai model dan pendiri sekolah model. Sedangkan Melly Manuhutu dikenal sebagai penyanyi, model, dan bintang film. Melly berjuang di daerah pemilihan Jawa Barat 3.

Selain keempat nama tersebut, sejumlah nama lain yang masuk kategori 15 calon legislator terseksi versi Livingin in Indonesia adalah Destiara Talita alias Tata, Camelia Panduwinata Lubis alias Camel Petir, dan Indri Yuli Hartati dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI); Angel Lelga Anggreyani dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP); dan Rachel Maryam dari Partai Gerindra.

Ada juga Venna Melinda dan Ingrid Maria Palupi Kansil dari Partai Demokrat;
Arzeti Bilbina dan Iyeth Bustami dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB); serta Marissa Haque dan Desy Ratnasari dari Partai Amanat Nasional (PAN).

PRIHANDOKO 

Terpopuler:

Bendahara Atut Transfer Rp 1,2 M ke Rano Karno
Kader Korupsi, PDIP Yakin Elektabilitas Tak Turun 
Jokowi Mendatangi Rumah Iwan Fals di Depok  


10.30 | 0 komentar | Read More

Tsunami di Cile, Nelayan Pacitan Tetap Melaut

Written By Unknown on Kamis, 03 April 2014 | 10.30

TEMPO.CO, Pacitan - Para nelayan pesisir pantai di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur tetap melaut meski gempa bumi disertai tsunami di Chile diprediksi  meluas hingga ke perairan Indonesia pada Kamis pagi ini. "Aktivitas nelayan tetap normal," kata ketua II Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Cabang Pacitan Hartono, saat dihubungi Tempo, Kamis, 3 April 2014.

Menurut dia, nelayan yang menggunakan kapal mesin berkapasitas kecil tetap berangkat melaut pagi tadi. Sedangkan  nelayan yang menggunakan kapal mesin berkapasitas besar yang sudah berada di tengah laut tidak menepi ke pelabuhan. "Karena dampak tsunami tidak terlihat di perairan Pacitan seperti yang diperkirakan sebelumnya, gelombang air lautjuga  tidak tinggi," ujar Hartono.

Meski begitu,  petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan tetap mewaspadai dampak tsunami yang diprediksi merembet ke perairan selatan Jawa. Semalam, mereka menyampaikan sosialisasi tentang potensi terjadinya bencana alam tersebut kepada warga di tujuh wilayah kecamatan pesisir, yaitu Donorojo, Pringkuku, Pacitan, Kebonagung, Ngadirojo, Tulakan dan Sudimoro. "Kami himbau agar warga tidak panik dan tetap waspada," kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Pacitan Ratna Budiono.

Menurut dia, himbauan  itu  mampu meredam kekhawatiran warga sehingga mereka tidak mengungsi ke perbukitan. Perkembangan informasi terkini tentang gempa bumi yang berpotensi tsunami terus disampaikan kepada warga melalui relawan yang tersebar di tujuh wilayah kecamatan. "Informasi disampaikan melalui sms dan radio komunikasi," kata Ratna.

Di wilayah Kecamatan Pacitan ada beberapa titik evakuasi yang disiapkan di antaranya, perbukitan di Lingkungan Jaten, Kelurahan Sidoharjo, Desa Sedeng, Desa Mentoro, dan Sedeng. Untuk menuju ke lokasi tersebut telah dipasang petunjuk arah dari pemukiman.

NOFIKA DIAN NUGROHO

Topik terhangat:
MH370 | Kampanye 2014 | Jokowi | Prabowo | Lumpur Lapindo

Berita terpopuler:
Macam-macam Teror ke Jokowi 
Habibie Perkenalkan Pesawat R80 Rancangannya
Heboh Agnes Pakai 'Popok' di Klip Coke Bottle


10.30 | 0 komentar | Read More

Sebut Wali Kota Garong, Caleg Golkar Dibui

Walikota Manado Jimmy Rimba Rogi terdakwa korupsi pengeluaran dana pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2006-2007 saat sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (18/5). TEMPO/Adri Irianto

TEMPO.CO, Manado - Majelis hakim Pengadilan Negeri Manado memvonis Sultan Udin Musa, calon legislatif dari Partai Golkar dengan hukuman 8 bulan penjara. Caleg  nomor urut 1 daerah pemilihan Singkil dan Mapanget untuk DPRD Kota Manado ini dianggap menghina Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut, dengan kata 'garong' di salah satu majalah terbitan nasional.

"Menjatuhkan pidana penjara selama 8 bulan kepada terdakwa," ujar Ketua Majelis Hakim, Novrry Oroh, Rabu sore 2 April 2014. Dalam putusannya, Movrry menyatakan Udin Musa secara sah dan meyakinkan telah melakukan pencemaran nama baik walikota Manado GS Vicky Lumentut pada pemberitaan, dimana Musa menyebut Walikota dengan sebutan Garong.

Penasihat hukum Udin Musa, Abdul Rahman menyatakan banding. Usai persidangan pendukung Udin Musa langsung berteriak mengecam putusan itu. Kericuhan berlanjut sampai keluar Pengadilan Negeri Manado, dimana massa terus meneriakkan majelis hakim telah menerima suap dari walikota. "Kasus ini tidak pantas diputuskan dengan menyatakan Udin Musa bersalah, dimana putusan ini seharusnya sudah punya form dan faktanya sendiri," kata Abdul Rahman.

Menurut dia, perkara ini masuk dalam delik aduan yang mensyaratkan harus ada surat pengaduan dari walikota Manado, seperti yang tercatat pada pasal 1 butir 25 KUHAP. Tapi, kasus ini tetap dilanjutkan berdasarkan surat kuasa dari Vicky Lumentut kepada Pengacara Hanny Leihitu yang dianggap majelis hakim sebagai pengganti surat pengaduan. "Mereka (majelis hakim) dapat kesimpulan dari mana itu, literatur dan kitab hukum darimana surat kuasa sebagai pengganti surat pengaduan?" kata Abdul Rahman.

Udin Musa, yang juga anggota anggota DPRD Kota Manado periode 2009-2014 ini menyatakan bahwa  persidangan terhadap dirinya sebagai peradilan sesat. "Saya  akan dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY)," ujarnya.

Kasus ini bermula saat majalah terbitan nasional yakni TIRO menulis berita yang isinya, Udin Musa menyebutkan Vicky Lumentut sebagai garong, merujuk pada kasus yang menyeret mantan Wali Kota Manado Jimmy Rimba Rogi ke dalam penjara.

ISA ANSHAR JUSUF

Topik terhangat:
MH370 | Kampanye 2014 | Jokowi | Prabowo | Lumpur Lapindo

Berita terpopuler lainnya:
Macam-macam Teror ke Jokowi 
Habibie Perkenalkan Pesawat R80 Rancangannya
Heboh Agnes Pakai 'Popok' di Klip Coke Bottle


10.30 | 0 komentar | Read More

Penculik Bayi Ngebet Punya Anak Kedua  

Written By Unknown on Rabu, 02 April 2014 | 10.31

Lasmaria Boru Manulang memandangi bayinya, Valencia Manurung, pada saat dipertemukan di Polsek Sukajadi, Bandung, Jawa Barat,(28/3). ANTARA/Novrian Arbi

TEMPO.CO, Bandung - Desy Ariyani, wanita 33 tahun, diduga terobsesi mempunyai anak kedua hingga melakukan aksi penculikan bayi. Setelah sembilan bulan usia pernikahan dengan suami kedua, Swara Mahardika alias Dikdik, Desy yang selama itu mengaku hamil "mencuri" bayi orang lain di RS Hasan Sadikin Bandung pada Selasa, 25 Maret 2014.

"Motifnya (menculik bayi di RS Hasan Sadikin) sementara diduga untuk memiliki anak," ujar juru bicara Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul saat dihubungi, Selasa, 1 April 2014. Dugaan tersebut baru didasarkan atas keterangan para saksi, termasuk suami dan keluarga, karena Desy yang masih dalam perawatan dokter RS Hasan Sadikin hingga kini belum bisa diperiksa polisi.

"Dari hasil pemeriksaan keluarga pelaku, dia (Desy) sangat ingin punya anak dari suami keduanya (Dikdik)," ujar Kepala Polrestabes Bandung Komisaris Besar Mashudi. (baca: Penculik Bayi Terancam 15 Tahun Bui)

Desy bahkan disebut sudah mengaku hamil sejak sebelum nikah dan meminta tanggung-jawab Dikdik. Pasangan ini lalu resmi menikah Juli 2013. Saat menikah Desy sendiri sudah punya satu anak laki-laki berumur 5 tahun dari suami pertamanya.

Sejak punya suami kedua, kepada para tetangga pun Desy juga selalu mengaku hamil. Bahkan, pada Selasa malam, 25 Maret 2014, dia mengaku telah melahirkan bayi perempuan hasil hubungan dengan Dikdik. (baca:Ke Suami, Penculik Mengaku Baru Lahirkan Bayi)

Melalui penyelidikan, polisi menemukan bayi putri pasangan Toni-Lasmaria yang diculik di RS Hasan Sadikin di kamar kos Desy dan suaminya di Gang Junaedi, Jalan Pasirkaliki, Kota Bandung, seberang RS Hasan Sadikin, Jumat malam, 28 Maret 2014. Desy sendiri sempat kabur dengan dalih hendak pergi ke warung.

Namun sejam berselang, Desy ditemukan terkapar di Jalan Junjunan akibat terjun bebas dari atas jembatan layang Paspati. Dia diduga untuk mencoba bunuh diri. Desy yang masih bernafas lalu diamankan polisi di RS Hasan Sadikin Bandung. (baca:Masih Labil, Penculik Bayi Belum Diperiksa Polisi)

ERICK P. HARDI

Terpopuler
Gugatan Pabrik Baja Atas Trowulan Dinilai Lemah 
3 Insiden Ini Bikin Heboh Saat SBY Berkampanye
Foto Dude Harlino dan Alyssa Bulan Madu di Turki  


10.31 | 0 komentar | Read More

Mobil Partai Aceh Diberondong Senapan AK-47  

Written By Unknown on Selasa, 01 April 2014 | 10.30

TEMPO.CO, Lhokseumawe - Insiden berdarah kembali terjadi menjelang pelaksanaan pemilihan umum di Aceh. Kali ini menimpa mobil Kijang LGX yang terbalut stiker caleg Partai Aceh. Mobil itu diberondong tembakan oleh orang tidak dikenal (OTK) di persimpangan Buket Teukuh, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Senin, 31 Maret 2014. Dalam peristiwa itu, tiga orang tewas.

Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan Tempo, insiden tersebut terjadi pukul 19.30 WIB. Mobil nahas itu berbalut stiker Haswaddah, caleg Partai Aceh untuk DPRK Bireuen Dapil 5 Bireuen serta stiker Azkia Abubakar, caleg DPRA dari Partai Aceh Dapil III Bireuen nomor urut 8. (Baca: Teror Meningkat, Caleg Aceh Cemas)

Rombongan yang berjumlah tujuh orang itu hendak ke pengobatan tradisional di kawasan Buket Teukeuh. Di persimpangan dekat SMK itulah mobil dihujani tembakan. "Mobil itu tidak berhenti dan terus melaju hingga mencapai puskesmas setempat," ujar sumber Tempo.

Dalam insiden itu tiga penumpang meninggal, yakni Juwaini, 35 tahun, kader Partai Aceh; Anwar, 2 tahun, anak Juwaini; dan Azirawati, 22 tahun, adik ipar Juwaini. (Baca: Ribuan TPS di Aceh Rawan)

Satu korban kritis akibat luka tembak, yaitu Fakhrurrazi, 45 tahun, saudara ipar Juwaini. Adapun tiga orang yang selamat adalah Muhibuddin (supir), yang juga kader Partai Aceh, Moli Budon, serta Hamidah (ibu mertua Juwaini).

Kapolres Bireuen Ajun Komisari Besar polisi Ali Khadafi membenarkan insiden tersebut. "Tiga orang meninggal. Dari hasil olah TKP ditemukan tiga selongsong peluru AK-47," ujar Ali Khadafi.

Kini mobil korban tersebut diamankan di Mapolres Bireuen untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. (Baca juga: Pemilu, Aceh dan Papua Paling Rawan)

IMRAN MA

Terpopuler
The Raid Dilarang Tayang di Malaysia
Ditemukan Obyek Oranye, Paling Mengerucut ke MH370
Ahok Curhat Soal Jokowi yang Fokus Berkampanye


10.30 | 0 komentar | Read More

3 Insiden Ini Bikin Heboh Saat SBY Berkampanye

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono menunjukan simulasi pencoblosan saat menjadi juru kampanye terbuka di Lapang Tegalega, Bandung, Jawa Barat (30/3). Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan tujuh kabar yaitu soal Pembangunan jalan wilayah selatan Jawa Barat, Pembangunan rel ganda kereta api, Waduk Jatigede, Bandara Kertajati, Universitas Siliwangi Tasikmalaya dan Politeknik Subang, 86,4 juta orang sudah bisa mendapatkan jaminan kesehatan, dan Undang-undang Desa. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono hari ini, Selasa, 1 April, bakal kembali turun gelanggang menjadi juru kampanye partainya. Kali ini SBY rencananya menggelar orasi dalam kampanye terbuka di Lapangan Benteng Kuto Besak, Kota Palembang, Sumatera Selatan. (Baca: Usai Rapat Bansos, SBY Kampanye di Palembang).

Selain di Palembang, sebelumnya SBY juga sudah berkampanye ke sejumlah daerah, seperti Tulungagung, dan Brebes. Berbagai macam cara warga menyambut kedatangan SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono. Ada yang berebut salaman, ada pula yang meminta foto bareng. Tapi, ada juga sambutan kurang sedap.

Berikut beberapa insiden heboh saat SBY berkampanye di sejumlah daerah itu:

1. Fotonya Diinjak-injak Massa

Demokrat menggelar kampanye di Lapangan Pusat Rekreasi Promosi dan Pembangunan, Kota Semarang, Sabtu siang, 29 Maret 2014. Sebelum kampanye dimulai, panitia membagikan alat peraga, seperti poster, bendera, dan kaus kepada pendukungnya. Beragam alat kampanye tersebut bergambar lambang Demokrat dan foto Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono. (Baca: Foto SBY Diinjak-injak di Kampanye Demokrat). 

Namun, berdasarkan pantauan Tempo, para pendukung Demokrat tak menjaga alat kampanye yang diberi panitia. Ketika acara masih berlangsung, puluhan bendera Demokrat dan poster yang memuat wajah SBY berserakan di atas tanah. Kebanyakan poster berserakan tepat di depan panggung kampanye. Sedangkan para simpatisan Demokrat tak mengindahkan poster itu.

Mereka larut dalam kerumunan massa. Ada yang lalu lalang, ada pula yang asyik berjoget. Tak pelak lagi, bendera dan foto itu terinjak-injak banyak orang. Poster yang menerangkan kredit usaha kecil termasuk yang diinjak-injak massa. Pada poster itu terdapat foto SBY melambaikan tangan dengan tulisan: "Terima kasih dana KUR, SBY beri bukti bukan janji".

Ada pula poster yang bertuliskan: "Demokrat tempat semua golongan, maju terus". Ada juga poster yang berbunyi: "Semarang bersyukur TNI/Polri terus berjaya, terima kasih SBY." Suasana kampanye semakin meriah saat SBY membagi-bagikan bola. Dari atas panggung, para elite Partai Demokrat melemparkan bola ke arah kerumunan massa.

Selanjutnya Massa Sibuk Adu Jotos



10.30 | 0 komentar | Read More

Penculikan Bayi, YLKI: Akibat Rumah Sakit Cuek

Written By Unknown on Senin, 31 Maret 2014 | 10.30

Petugas mengawal Toni(depan kanan) menuju ruang rawat ibu dan bayi Alamanda kelas III, Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat (26/3). Bayi perempuan dari Toni dan Lasmaria diculik wanita tak dikenal pada Selasa malam lalu. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi menilai manajemen Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, buruk gara-gara kasus penculikan bayi yang terjadi di area rumah sakit. "Ini menunjukkan manajemen rumah sakit tidak care dengan pasiennya," katanya saat dihubungi, Ahad, 30 Maret 2014. (Baca: Akhirnya Polisi Temukan Bayi dan Penculiknya)

Tulus mengatakan buruknya manajemen terlihat dari kendurnya pengamanan sehingga penculik bisa masuk ke dalam ruang perawatan. Meskipun demikian, Tulus mengatakan maklum jika rumah sakit 'kecolongan' jika penculik menyamar sebagai keluarga pasien. "Konyol jika rumah sakit tidak tahu orang asing yang menyamar menjadi dokter," katanya. (Baca juga: Penculik Bayi di Bandung Menyamar sebagai Dokter)

Dia mengatakan dengan modus penyamaran penculik menjadi dokter menjadi tanda perawat tidak mengenali patner kerjanya. "Mana bisa perawat tidak paham dokternya. Ini berarti mereka tidak peduli sesama pasien dan sesama kolega mereka," katanya.

Tulus mengatakan, sebagai rumah sakit besar milik pemerintah, manajemen RS Hasan Sadikin seharusnya mampu mencegah kasus penculikan bayi. Menurut dia, pihak rumah sakit dapat mengantisipasi peristiwa tersebut dengan membaca tren fenomena perdagangan bayi belakangan ini. "Setahun lalu di Rumah Sakit Bekasi, pernah ada kasus penculik menyamar perawat. Sekarang menyamar dokter, ini lebih konyol," katanya. (Baca: Penculik Bayi Terancam 15 Tahun Bui)

ALI HIDAYAT

Topik terhangat:
MH370 | Kampanye 2014 | Jokowi | Prabowo | Dokter TNI AU

Berita terpopuler lainnya:
Dokter TNI AU yang Dianiaya Diajak Tutup Kasus?
Kecewa Jokowi, Pro-Mega Boikot Kampanye PDIP 
KPK Soroti Fasilitas Pesawat Dipakai Kampanye SBY


10.30 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger