Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

SBY Ketua Umum, Dongkrak Elektabilitas Demokrat?

Written By Unknown on Senin, 08 April 2013 | 10.31

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan struktur formatur baru partai Demokrat di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, Minggu (31/3). SBY menunjuk Marzuki Alie sebagai Wakil Ketua Majelis Tinggi, Syarief Hasan sebagai Ketua Harian Dewan Perwakilan Pusat, dan EE Mangindaan sebagai Ketua Harian Dewan Pembina Partai. TEMPO/Dhemas Reviyanto

Senin, 08 April 2013 | 06:03 WIB

TEMPO.CO, Jakarta--Terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai Demokrat berpengaruh positif terhadap elektabilitas partai. Berdasarkan survei yang dilakukan Indonesia Network Elections Survey, dibanding Oktober 2012 lalu, elektabilitas Demokrat naik dari 8,4 persen menjadi 9,3 persen.

"Ada hubungan yang positif elektabilitas Demokrat terhadap langkah SBY mengambil alih tugas semua tugas dan wewenang Ketum," kata Direktur Eksekutif INES, Sudrajat Sacawisastra, dalam diskusi di Cava Cafe, Cikini, Ahad, 7 April 2013.

Menurut Sudrajat, penyumbang elektabilitas Demokrat ini berasal dari sikap tegas SBY untuk menata kembali partai. Ketegasan SBY ini misalnya terlihat dari penandatanganan pakta integritas bagi kader PD dan persiapan kongres luar biasa.

Meski begitu Sudrajat tetap mengingatkan Demokrat untuk terus bekerja keras bila ingin mendulang sukses. Dibanding pemilu 2009 lalu, elektabilitas Demokrat masih belum mencapai setengahnya. Penurunan ini lebih banyak disumbang oleh perilaku kader partai yang korup.

Survei dilakukan INES pada 18 sampai 30 Maret 2013 dengan responden sebanyak 5.989 orang. Survei dilakukan di 33 provinsi dengan metode acak bertingkat. Tingkat kesalahan diperkirakan sekitar 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 98 persen.

Tak hanya Demokrat, peningkatan elektabilitas juga terjadi pada Partai Gerindra dari 14,3 persen menjadi 18,2 persen, dan PDIP dari 17,4 persen menjadi 18,5 persen. Penurunan terjadi pada Partai Golkar dari 22,1 persen menjadi 19,7 persen. Meski begitu, elektabilitas Golkar tetap yang tertinggi.

Politikus Demokrat, Ruhut Sitompul percaya faktor SBY akan terus menyumbang peningkatan elektabilitas partai hingga pemilu dan pemilihan presiden pada 2014 nanti. Dia yakin meski ada penolakan, respon positif terhadap sikap SBY memimpin Demokrat jauh lebih besar. "Sampai akhir tahun ini, elektabilitas Demokrat akan menembus 15 persen, percayalah," kata dia.

Menurut Ruhut sejauh ini publik menilai SBY cukup berhasil dalam memimpin Indonesia selama dua periode. Selain keberhasilan di bidang ekonomi, dia memastikan stabilitas keamanan dan pertahanan jauh lebih baik dibanding pemerintahan sebelumnya. Ruhut yakin Demokrat akan kembali menjadi pemenang pada pemilu 2014 nanti.

IRA GUSLINA SUFA

Topik Terhangat Tempo:
Penguasa Demokrat || Agus Martowardojo || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas


Baca juga:
Pengamat: Kopassus U Bakal Kena Sanksi Berat
Inikah Pengganti Pangdam Diponegoro?
Bendera Aceh Sulit Ditolak Pemerintah
Pangdam dan Kapolda Dicopot, Diduga Terlibat?


10.31 | 0 komentar | Read More

Mandi di Sungai Angker, Siswi SMP Tenggelam

Senin, 08 April 2013 | 07:45 WIB

TEMPO.COPontianak - Gatra Juandika, siswa kelas 3 SMPN 14 Pontianak, tewas tenggelam Minggu 7 April 2013, saat mandi di Sungai Kapuas bersama teman-temannya.

Cuaca hujan yang mengguyur Kota Pontianak, tak menyurutkan niat Gatra dan teman-temannya mandi di sungai. Padahal aliran Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia tersebut, tengah deras.

Awalnya, korban bersama kedua temannya Rizki dan Aldo, hanya berenang ditepian sungai. Namun arus sungai yang deras menyeret ketiganya hingga ke tengah. Rizki berhasil� diselamatkan Reza, teman lainnya. Sedangkan Aldo berhasil menyelamatkan diri ke tepi sungai.

Gatra hanya bisa berteriak minta tolong saat dibawa arus. Rekan-rekannya yang lain tak berani menolong karena takut. Chandra, salah seorang rekan Gatra mengatakan, sebelumnya ada 9 orang yang mandi di sungai. Tetapi, yang mandi berenang hanya 3 orang, yakni Gatra, Aldo dan Rizki.

Junaidi, 55, warga Gang Orde Baru Tanjung Hulu, yang melihat sekumpulan anak-anak berteriak minta pertolongan, lantas terjun ke sungai. "Saya mencari sekitar 20 menit, sebelum menemukan korban di kedalaman sekitar 4 meter dalam keadaan meninggal," katanya. Korban ditemukan dalam posisi bersujud di dasar sungai.

Junaidi mengatakan, tempat anak-anak mandi dan berenang sudah banyak memakan korban. "Termasuk angkerlah. Ada tempat yang arusnya sangat kuat," katanya.

Azuar, orang tua Gatra, tampak terpukul dengan kejadian yang menimpa anak tunggalnya tersebut. Mereka hanya bisa melihat dengan hampa, alat-alat tulis yang telah dipersiapkan korban, untuk mengikuti ujian nasional minggu depan.

ASEANTY PAHLEVI

Berita Lainnya:
Pangdam Diponegoro Serahkan Jabatan Besok  
Pilkada Palembang, Romi - Harno Unggul Sementara
TNI Tegaskan Investigasi Cebongan Selesai
Ini Rencana Ahok Soal Menggaji Pemulung  
SBY Keseleo Lidah, Mencoreng Jadi Menggoreng


10.30 | 0 komentar | Read More

Pengamat: Seharusnya Danjen Kopassus Dicopot  

Written By Unknown on Minggu, 07 April 2013 | 10.30

Suasana penjagaan di Pintu masuk Markas Grup 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo, (5/4). Tempo/Andry Prasetyo

Minggu, 07 April 2013 | 09:52 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat hukum dari Universitas Indonesia, Andi Widjajanto, mengatakan, seharusnya Markas Besar TNI tidak hanya mencopot Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Hardiono Saroso. Seharusnya Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo juga dicopot. (Baca: Pangdam dan Kapolda Dicopot, Diduga Terlibat?)

"Komandan Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan juga harus dicopot," kata Andi saat dihubungi Tempo, Sabtu, 6 April 2013. (Baca: Profil Grup 2 Kopassus, Penyerang LP Cebongan)

Dia beralasan, pencopotan atasan-atasan itu punya nilai positif bagi internal TNI, bahkan hingga tingkat perwira bawah. Sebab membuktikan bahwa evaluasi pasca-penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, dilakukan secara tegas dan merata.

"Jadi benar-benar mengevaluasi lubang-lubang di rantai komando di TNI. Bukan prajurit di bawah saja yang kena getahnya," kata Andi.

Namun, Andi memuji keberanian Danjen Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo yang bersedia dimintai pertanggungjawaban atas ulah anak buahnya di LP Cebongan. (Baca juga: Investigasi Cebongan Versi TNI AD dan Polisi)

Seperti diketahui, Sabtu, 23 Maret 2013, LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta, diserbu belasan orang bersenjata api. Empat tahanan tewas dan dua sipir terluka. Korban tewas adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu. Keempat korban adalah tersangka pengeroyokan seorang anggota Kopassus hingga tewas.

Pada Kamis, 4 April 2013, Wakil Komandan Polisi Militer Brigadir Jenderal TNI Unggul Yudhoyono mengakui 11 anggota Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, terlibat dalam aksi penembakan itu. Dari 11 anggota Kopassus, ada dua yang tidak ikut melakukan aksi penyerangan. Keduanya bermaksud mencegah dan menggagalkan aksi sembilan teman mereka. Tim investigasi TNI AD menyebut anggota Kopassus berinisial U sebagai penembak keempat tahanan Polda Yogyakarta. Selengkapnya berita soal penyerbuan LP Sleman klik di sini.

INDRA WIJAYA

Berita Lainnya:
Polisi: Pencopotan Kapolda Tak Terkait Cebongan
Pangdam dan Kapolda Dicopot, Diduga Terlibat?
Pengamat: Kopassus U Bakal Kena Sanksi Berat
FOTO : Aksi Seribu Lilin Mengecam Penembakan di Lapas Cebongan
Pengamat: Kopassus U Bakal Kena Sanksi Berat


10.30 | 0 komentar | Read More

Hari Ini, 1,1 Juta Warga Palembang Pilih Wali Kota

Kabut asap kembali menyelimuti Kota Palembang, Minggu, (06/09). Kabut asap cukup tebal dan mengganggu jarak pandang di Sungai Musi. Foto: TEMPO/ Arif Ardiansyah

Minggu, 07 April 2013 | 10:18 WIB

TEMPO.CO, Palembang - Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang, Sumatera Selatan, berlangsung hari ini, Minggu, 7 April 2013. Sebanyak 1.135.989 orang yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) akan menggunakan hak pilihnya. "Semoga seluruh pemilih dapat menggunakan hak pilihnya," kata Ketua KPUD Palembang Eftiyani.

Eftiyani menjelaskan, 1.164.389 surat suara sudah disebar di 2.650 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 16 kecamatan di Kota Palembang.

Tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota akan memperebutkan suara pemilih. Mereka adalah Mularis Jahri-Husni Thamrin yang diusung Partai Gerindra, Romi Herton-Harnojoyo yang merupakan jago Partai Demokrat dan PDI Perjuangan, serta Sarimuda-Nally Rasdiana yang didukung koalisi Partai Golkar dan Partai Hanura.

Sedangkan Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid menjelaskan, angka partisipasi pemilih diperkirakan hanya 70 persen.

Pada 20-26 Maret 2013 lalu, Puskaptis melakukan survei berkaitan dengan pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang. Survei melibatkan 1.070 responden yang tersebar di 107 kelurahan dari 16 kecamatan di Kota Palembang.

Hasil survei, antara lain, menyebutkan, masih banyak pemilih yang belum dapat menentukan pilihannya, terutama pemilih perempuan. "Mereka masih galau," ujar Husin.

PARLIZA HENDRAWAN


10.30 | 0 komentar | Read More

Dicopot Dari Jabatan Kapolda, Sabar Pasrah

Written By Unknown on Sabtu, 06 April 2013 | 10.31

Sabtu, 06 April 2013 | 08:59 WIB

TEMPO.CO, Yogyakarta - Brigadir Jenderal Polisi Sabar Rahardjo dicopot jabatannya sebagai Kepala Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat sore, 5 April 2013. Dia pasrah atas keputusan itu. "Kita pasrahkan kepada Allah yang Maha Tahu dan tidak pernah sare (tidur), ndan," kata Sabar dalam pesan singkatnya, Jumat malam.

Ia membenarkan soal pindah jabatan sebagaimana keputusan Kapolri no. kep :214/IV/2013 tgl 5/4/2013, yang menyatakan Sabar ditukargulingkan dengan Brigadir Jenderal Haka Astana M Widya. Sabar akan menjabat sebagai Kepala Biro Kajian dan Strategi SSDM Mabes Polri. Jabatan itu sebelumnya dipegang oleh Haka.

Pergantian atau pencopotan Sabar terasa janggal. Sebab, baru dua minggu pascakasus penyerangan LP Cebongan yang terjadi pada 23 Maret 2013, dia langsung diganti. Ditanya tentang alasan penggantiannya, Sabar menjawab singkat. "Kalau motif mutasi, Bapak tanya ke Mabes Polri ya, suwun (terima kasih)," kata dia.

Sementara itu, Jogja Police Watch sangat menyayangkan mutasi yang terkesan mendadak atas Sabar. Sebab, masalah penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan oleh oknum anggota Kopassus sedang berjalan. Ketua Jogja Police Watch, Asril Sutan Marajo, meyakini mutasi itu ada hubungannya dengan peristiwa Cebongan. Namun kejelasan hubungan antara kasus Cebongan dan mutasi masih belum ia ketahui. "Pencopotan Kapolda di saat seperti ini kurang pas," kata Asril.

MUH SYAIFULLAH

Berita lainnya:

Investigasi TNI AD Dinilai Penuh Rekayasa  
Profil Grup 2 Kopassus, Penyerang LP Cebongan
SBY Bilang Pelaku Penyerangan LP Cebongan Kesatria
Wiranto: Pengungkapan Kasus Cebongan Cukup 1 Hari


10.31 | 0 komentar | Read More

Maju Pilgub, Ridwan Hisjam Terancam Dipecat Golkar

Sabtu, 06 April 2013 | 09:11 WIB

TEMPO.CO, Malang - Wakil Bendahara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Ridwan Hisjam menjadi salah satu nominator mendampingi Khofifah Indar Parawansa dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Sebanyak lima calon tengah ditimbang untuk maju menjadi calon Wakil Gubernur Jawa Timur bersama Khofifah. "Kabarnya, nilai saya tertinggi dibanding calon lain," kata Ridwan di Hotel Kartika Graha, Jumat malam, 5 April 2013.

Ridwan hadir bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie menyerahkan surat rekomendasi mendukung pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa II). Surat rekomendasi itu diserahkan langsung oleh Aburizal Bakrie kepada Soekarwo. Ridwan pun mengaku tak kecewa dengan keputusan itu, namun ia siap maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur jika digandeng Khofifah.

"Meski nilai tinggi belum tentu dipilih. Tergantung bu Khofifah," katanya. Menurutnya, rekomendasi diberikan Karsa jilid II setelah survei internal Partai Golkar. Hasil survei Soekarwo unggul dengan 53 persen, sedangkan Khofifah hanya sekitar 20 persen. Keputusan mendukung Karsa jilid II diputusakan dalam rapat kerja daerah Partai Golkar si sebuah hotel di Sidoarjo pada 18 Januari 2013.

"Survei terakhir, 20 Maret posisinya beda tipis. Tapi keduanya di bawah 50 persen," katanya. Menurut Ridwan di Jawa Timur akan terjadi perubahan besar. Rakyat Jawa Timur, katanya, membutuhkan perubahan. Terbukti empat pemilihan kepala daerah di Jawa Timur, calon petahana atau inkumben kalah. Antara lain calon Bupati Sampang, Pamekasan, Pasuruan, dan Tulungagung.

Gejala ini juga muncul di Sumatera Utara, Chairuman Harahap calon Gubernur yang diusung Golkar kalah. Sedangkan Ketua DPD Partai Golkar Serdang Tengku Erry Nuradi berpasangan dengan Gatot maju melalui PKS menang. "Sekarang Tengku Erry digadang-gadang calon Ketua DPD Sumatera Utara," katanya.

Partai Golkar, kata Ridwan, punya aturan bagi kader yang maju pilkada lewat partai lain. Aturannya, kader yang maju tak melalui Golkar harus mundur dari kepengurusan dan DPR. Ridwan sendiri menyatakan siap mundur sebagai Wakil Bendahara DPP Partai Golkar. Sama seperti pencalonan periode 2008 lalu. Saat itu, Partai Golkar mengusung Soenarjo-Ali Maschan Moesa, sedangkan Ridwan Hisjam menjadi calon Wakil Gubernur mendampingi Sutjipto dari PDIP. "Saya dulu menjadi pimpinan DPRD Jawa Timur 1,5 tahun saya pun mundur," katanya.

Untuk maju mendampingi Khofifah, Ridwan sudah beberapa kali bertemu dengan pengasuh pesantren Al Hikam Malang Kiai Haji Hasyim Muzadi dan pengasuh pesantren Tebu Ireng Jombang, Kiai Haji Salahuddin Wahid. Kedua tokoh NU ini yang menyeleksi calon Wakil Gubernur Jawa Timur berpasangan dengan Khofifah.

Ia pun mengaku memiliki bekal jaringan luas di Jawa Timur. Termasuk aktif di berbagai organisasi seperti di Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam, Komite Nasional Pemuda Indonesia, Real Estate Indonesia, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro), dan Kamar Dagang Indonesia.

EKO WIDIANTO


10.30 | 0 komentar | Read More

Rustri Bantah Dukung Bibit Waluyo  

Written By Unknown on Jumat, 05 April 2013 | 10.31

Jum'at, 05 April 2013 | 09:59 WIB

TEMPO.CO, Semarang - Kurang dari dua bulan menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah, saling klaim dukung-mendukung terhadap calon gubernur semakin marak. Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih, yang gagal didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan--partai asalnya--membantah memberi dukungan kepada bakal calon gubernur Bibit Waluyo-Sudijono.

"Tidak terhindar kemungkinan klaim dari pihak lain ataupun yang muncul mengatasnamakan pendukung Rustriningsih," kata Rustriningsih kepada Tempo, Jumat, 5 April 2013.

Sebelumnya, sekelompok orang yang mengatasnamakan pendukung Rustriningsih menyatakan dukungannya kepada Bibit Waluyo-Sudijono. Sebanyak 11 orang yang mengklaim sebagai wakil pendukung Rustriningsih dari beberapa daerah itu dikukuhkan menjadi anggota Paguyuban Pelangi Bissa, Kamis, 4 April 2013.

Edy Susanto, Ketua Paguyuban Relawan Pelangi Bissa Magelang mengaku sebagai pendukung Rustriningsih sekaligus kader PDI Perjuangan. Mereka sakit hati karena PDI Perjuangan tidak merekomendasikan Rustriningsih sebagai calon gubernur. Partai banteng memilih mengusung Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko. Kelompok ini pun mengklaim keputusan mengalihkan dukungan ke Bibit-Sudiyono itu sudah direstui Rustriningsih.

Rustriningsih menegaskan hingga kini tidak pernah ada pertemuan atau komunikasi politik dengan calon gubernur mana pun. "Kalau ada yang mengklaim telah bertemu saya, ya saya serahkan kepada masyarakat untuk menilai sendiri bagaimana orang yang bersangkutan."

Rustri menilai silaturahmi dalam dunia politik baik adanya. Namun, silaturahmi itu harus santun, beretika, dan tulus. Rustriningsih mengatakan saat ini dia lebih banyak mengurus agenda kedinasan selaku Wakil Gubernur Jawa Tengah.

ROFIUDDIN

Topik terhangat:
Partai Demokrat | Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo  |Nasib Anas

Berita terpopuler lainnya:
Penyerang Cebongan Anggota Kopassus 
U, Kopassus Pemberondong Tahanan LP Cebongan 
Anggota Kopassus Buang CCTV Lapas Cebongan ke Kali 
Ini Peralatan Kopassus yang Serbu Lapas Cebongan 
Serbu Cebongan, Tiga Anggota Kopassus Turun Gunung


10.31 | 0 komentar | Read More

Kopassus Belum Komentari Temuan Tim Investigasi

Jum'at, 05 April 2013 | 10:12 WIB

TEMPO.CO, Sukoharjo - Grup 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Kandang Menjangan, Kartasura, hingga saat ini belum memberikan komentar mengenai temuan tim investigasi TNI Angkatan Darat. Alasannya, para pejabat di satuan elit tersebut pada saat ini masih berada di Jakarta.

Perwira Seksi Intel Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kapten (Inf) Benny Angga mengatakan bahwa pimpinan di markas tersebut berada di Jakarta hingga pertengahan April. "Mengikuti apel Dansat (Komandan Satuan) sampai 16 April," kata Benny saat ditemui, Jumat pagi, 5 April 2013.

Menurutnya, kegiatan tersebut digelar terkait persiapan hari ulang tahun pasukan elit baret merah itu. "Pimpinan baru akan pulang setelah kegiatan ulang tahun," dia melanjutkan. Benny mengaku ditunjuk sebagai penanggung jawab pangkalan selama pimpinan markas berada di Jakarta.

Meski demikian, dia mengaku tidak diberi kewenangan untuk memberikan pernyataan kepada media. "Nanti rekan-rekan wartawan akan kami undang setelah pimpinan pulang dari Jakarta," kata dia menjanjikan.

Sebelumnya, Tim investigasi dari TNI Angkatan Darat menyebut bahwa pelaku penyerangan terhadap Lembaga Pemayarakatan Cebongan Sleman merupakan anggota Kopassus dari Grup 2 Kandang Menjangan. Para pelaku juga sudah mengakui perbuatannya kepada tim yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal Unggul Yudhoyono tersebut.

AHMAD RAFIQ

Berita lainnya:
Kopassus Pemberondong Tahanan LP Cebongan  
Penyerang Cebongan Anggota Kopassus  
Anggota Kopassus Buang CCTV Lapas Cebongan ke Kali
Ini Peralatan Kopassus yang Serbu Lapas Cebongan  
11 Anggota Kopassus Akui Serbu LP Cebongan


10.31 | 0 komentar | Read More

TKW Asal Cianjur, 9 Tahun Raib di Arab Saudi

Written By Unknown on Kamis, 04 April 2013 | 10.31

Kamis, 04 April 2013 | 10:20 WIB

TEMPO.CO, Cianjur - Komalasari, 57 tahun, tenaga kerja wanita (TKW) asal Kampung Pasirmalaka Desa Kertasari Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, raib selama 9 tahun lamanya. Dia diberangkatkan menjadi PRT di kota Taif, Arab Saudi, melalui PT Binasan Jakarta. Namun, sejak berangkat 9 tahun silam tak pernah ada kabar kepada keluarganya.

"Pernah ada kabar satu kali, namun setelah itu langsung tidak ada informasi lagi. Keluarga panik karena sponsor yang memberangkatkan tidak mengetahui jejaknya," ujar Adi Setiawan, salah seorang kerabat korban, di Cianjur, Kamis 4 April 2013.

Bahkan, dikatakan Adi, suami Komalasari, telah menikah lagi dengan perempuan lain. Pasalnya, tidak ada titik terang terkait keberadaannya hingga saat ini. "Kejadian ini telah dilaporkan kepada pemerintah sehingga sebagian besar warga mengetahuinya. Harapannya ada TKW yang bertemu untuk segera menyampaikan kepada keluarga," kata Adi.

Kepala Desa Kertasari Rudayat menyatakan telah menyurati pemerintah soal kasus ini. Pasalnya, sejak 9 tahun silam belum mendapatkan informasi tentang keberadaan warga tersebut. "Kita sudah mengeluarkan surat keterangan resmi untuk diketahui instansi terkait. Sehingga surat tersebut bisa dipergunakan sebagaimana mestinya oleh keluarga korban," terangnya.

Sementara itu Ketua Serikat Buruh Migran Kabupaten Cianjur, Dedi Heryadi mengakui telah mendapat pengaduan dari keluarga korban. Dia akan mengupayakan pencarian korban dengan mencari tahu kepada pihak yang memberangkatnya.

"Baik sponsor maupun PJTKI yang memberangkatkan korban akan ditanyakan kondisi awalnya seperti apa. Pasalnya pihak keluarga tidak mendapat perjanjian kerja yang menerangkan posisi TKW bekerja ditempatkan," pungkasnya.

DEDEN ABDUL AZIZ

Berita Lain:
Kasus Cebongan, Senjata Kopassus Akan Diperiksa
Video Polantas-Bule 'Damai' Beredar di Youtube
Pembocor Sprindik Anas Sekretaris Ketua KPK
Komite Etik KPK Umumkan Hasil Investigasi Hari Ini


10.31 | 0 komentar | Read More

Anis Klaim Novel Ayat-ayat Cinta Karya Kader PKS

Kamis, 04 April 2013 | 10:27 WIB

TEMPO.CO, Semarang - Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta mengklaim partainya memberikan perhatian khusus akan pengembangan seni budaya. "Saat ini ada wadah khusus bagi sastrawan muda di PKS untuk berkreasi. Karya fenomenal novel Ayat-Ayat Cinta adalah karya dari kader PKS," kata Anis.

Pernyataan Anis tersebut disampaikan pada saat mengunjungi salah satu kelompok seni di Semarang Sobokarti. Anis bersama jajaran pengurus PKS selama empat hari, antara Selasa hingga Jumat melakukan safari dakwah di Semarang.

Novel Ayat-ayat Cinta merupakan karya Habiburrahman El-Shirozy. Karena penjualan novelnya laris, cerita Ayat-ayat Cinta kemudian difilmkan.

Anis menambahkan di internal PKS sendiri beberapa kader PKS juga sudah banyak terlibat dalam bidang seni dan budaya. Selain film Ayat-ayat Cinta, ada juga karya film Republik Twitter, dan beberapa karya lainnya adalah hasil kreativitas kader PKS.

Selain itu juga ada Forum Lingkar Pena yang merupakan tempat anak-anak muda PKS berkarya. "Saat ini forum itu sudah memiliki anggota lebih dari 2 juta orang," kata dia. Saat ini partainya sedang merintis pusat film di Jawa Barat.

ROFIUDDIN


10.30 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger