Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Polling: Kicau @SBYudhoyono Bukan Jawaban

Written By Unknown on Senin, 29 April 2013 | 10.31

Grafis Terkait

Ipar Yudhoyono Terseret

Ipar Yudhoyono Terseret

Foto Terkait

SBY Terima Gelar Honoris Doctoral dari Universitas Nanyang

SBY Terima Gelar Honoris Doctoral dari Universitas Nanyang

Topik

  • #Twitter
  • #Presiden RI
  • #Susilo Bambang Yudhoyono | SBY
Besar Kecil Normal

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya tergoda juga. Melihat pesatnya pertumbuhan pengguna media sosial di Indonesia, SBY memutuskan membuka akun Twitter sendiri. Secara resmi, akun @SBYudhoyono berkicau pertama kali dari Istana Bogor dua pekan lalu.

Dalam waktu kurang dari sepekan, jumlah follower akun kenegaraan ini melonjak sampai angka 1,5 juta orang dan terus menanjak. Selain akun pribadi, SBY juga memerintahkan staf Istana membuat akun khusus @IstanaRakyat.

Akan tetapi, jajak pendapat situs berita Tempo.co dan Yahoo! sepanjang pekan lalu menunjukkan bahwa tak semua terpesona. Lebih dari 70 persen pembaca Tempo.co dan 60 persen pengakses Yahoo! menilai terjunnya SBY ke jagat Twitter tak otomatis membuat sang Presiden lebih mudah diakses khalayak ramai.

Benar-tidaknya tentu waktu yang akan menjawab. Jajak pendapat selengapnya baca Majalah Tempo edisi Senin, 29 April 2013.

TEMPO

Topik terhangat:
Gaya Sosialita | Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional

Baca juga:
Susno Duadji Buron
Jika Susno Ditetapkan Buron, Kedaluwarsa 18 Tahun
Casillas ke Arsenal Jika Mourinho Masih di Madrid
Kejagung Buru Buronan Susno Duadji


10.31 | 0 komentar | Read More

Panas-Dingin Eksekusi Susno

TEMPO.CO, Jakarta-Restoran Hotel Marbella, Bandung, dipenuhi 25 pria pada pukul 10.00, Rabu pekan lalu. Mereka duduk di kursi yang menyebar di sudut restoran hotel yang menjulang di kawasan perbukitan ini. Ada yang terlihat tertidur di kursi, ada pula yang mengobrol. Mereka para jaksa yang hendak mengeksekusi Susno. Tak ada yang mengenakan seragam. Semua berpakaian bebas.

Majalah Tempo edisi Senin 29 April 2013 mengungkap panas dinging eksekusi Susno Duadji. Tak lama berselang, rombongan wartawan datang ke restoran itu. Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Didiek Darmanto menyambut dan mempersilakan mereka memesan kopi sambil mencari kursi. "Kami akan mengeksekusi Susno. Ini surat perintahnya," kata Didiek sambil memperlihatkan secarik kertas. Ia tak menyebutkan di mana timnya akan mencokok Susno, yang kini tercatat sebagai calon legislator dari Partai Bulan Bintang.

Didiek lalu memperkenalkan Pelaksana Tugas Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Amir Yanto dan Asisten Intel Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Firdaus D. Wilmar. Selesai perkenalan, kopi pesanan pun datang. Namun, belum lagi kopi itu tandas dihirup, Didiek buru-buru memberi kode kepada timnya untuk bergerak. Mereka berkumpul di tempat parkir hotel, lalu masuk ke belasan mobil. Wartawan, yang mengendarai sepeda motor, menguntit dari belakang.

Konvoi mobil bergerak ke dalam perumahan Resor Dago Pakar. Baru satu kilometer berjalan, konvoi berhenti di rumah kedua perumahan elite itu. "Ini rumah Susno," ucap seorang jaksa. Para wartawan hanya mengangguk karena tak menyangka rumah Susno tak jauh dari hotel itu. Di rumah tanpa pagar itu, satu unit mobil Toyota Land Cruiser bernomor polisi B-99-HER parkir di depan garasi.

Beberapa jaksa, di antaranya Amir Yanto dan Firdaus, mengetuk pintu garasi sambil mengucap salam. Susno muncul dari balik pintu. Ia memakai kaus berwarna biru dan bercelana pendek selutut. Berkacamata, rambut Susno tampak kusut. Dengan mimik berkerut, dia mempersilakan beberapa jaksa masuk. Seseorang dari balik rumah lalu menutup gorden dan daun jendela. Tak lama kemudian, terdengar teriakan-teriakan dari dalam rumah.

Amir keluar dari rumah sambil menghadap Didiek, yang menunggu di seberang jalan. Setelah itu, ia balik lagi ke dalam rumah. Sewaktu Amir keluar lagi, kepada Tempo dia mengatakan Susno dikawal seorang pria bersenjata api. Awalnya Susno meminta izin mandi sebelum dibawa. Lalu ia mengunci kamar dari dalam. "Setelah itu, ia tak mau ke luar kamar lagi," kata Amir.

Sumber Tempo di Kejaksaan Agung mengatakan Susno dikawal polisi aktif berpangkat ajun komisaris. Sambil mengacungkan pistol, ia mengancam para jaksa yang hendak memaksa masuk kamar Susno. "Jika ada yang berani mendobrak, saya tembak," ujar sumber tadi menirukan kalimat pengawal Susno. Bagaimana drama eksekusi Susno Duadji? Baca Majalah Tempo edisi Senin 29 April 2013.

MUSTAFA SILALAHI, ERICK P. HARDI, RUSMAN  PARAQBUEQ, FRANSISCO ROSARIAN, PUTRI ANINDYA

Topik terhangat:
Gaya Sosialita | Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional

Baca juga:
Susno Duadji Buron
Jika Susno Ditetapkan Buron, Kedaluwarsa 18 Tahun
Casillas ke Arsenal Jika Mourinho Masih di Madrid
Kejagung Buru Buronan Susno Duadji


10.30 | 0 komentar | Read More

Soal Susno Duadji, Polda Jabar Dinilai Lebay

Written By Unknown on Minggu, 28 April 2013 | 10.30

Susno Duadji melambaikan tangan saat akan dibawa ke Polda Jabar di Dago Resor, Bandung, Rabu (24/4). Eksekusi Susno, terpidana kasus penyalahgunaan wewenang perkara PT Salmah Arowana Lestari dan korupsi dana pengamanan pemilihan Gubernur Jawa Barat 2008 oleh Kejaksaan Tinggi Jakarta ini gagal dilakukan akibat adanya perlindungan dari Polda. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Kepolisisan Nasional Hamidah Abdurrahman menilai tindakan Kepolisian Daerah Jawa Barat dalam eksekusi Susno Duadji berlebihan. Hamidah mengatakan, tak seharusnya Susno dibawa ke Mapolda Jabar. "Posisi Polda Jabar bukan berada di antara Susno dan kejaksaan, kok malah membawa Susno ke markas," kata Hamidah saat dihubungi, Sabtu, 27 April 2013.

Bahkan Hamidah melanjutkan, salah satu kegagalan eksekusi Susno beberapa waktu lalu karena adanya perlindungan dari Polda Jabar. Ia mengatakan, Polda Jabar boleh saja melakukan pengamanan jika saat eksekusi, terjadi konflik di masyarakat.

Kemudian, Hamidah mengungkapkan akan melihat tindakan Polda Jabar pada eksekusi selanjutnya. "Kalau Polda Jabar masih melakukan hal yang sama, kami punya kewenangan untuk memberi rekomendasi," kata dia menjelaskan.

Beberapa waktu lalu, Kejaksaan Agung gagal mengeksekusi Susno Duadji. Setelah lolos dari kepungan tim Kejaksaan, terpidana kasus korupsi itu berada dalam perlindungan Kepolisian Daerah Jawa Barat. Pengadilan Jakarta Selatan memvonis Susno dengan hukuman 3,5 tahun penjara dan uang pengganti senilai Rp 4 miliar. Putusan ini dikuatkan Pengadilan Tinggi Jakarta.

Di tingkat kasasi, MA menolak kasasi jaksa dan Susno. Menurut Kejaksaan, putusan MA itu artinya menghukum Susno sesuai putusan Pengadilan Tinggi. Versi Susno dan pengacaranya, putusan itu tak bisa dieksekusi karena tidak ada kalimat yang menyebut Susno harus menjalani hukuman kurungan.

TRI ARTINING PUTRI

Topik Terhangat:
Edsus Sosialita | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston

Baca juga:
Pria Tampan Diusir dari Arab Angkat Bicara
Twit Terakhir, Ustad Uje Baca Doa Mau Tidur
Ini Spesifikasi Motor Gede yang Ditunggangi Uje
Pose 'Ajaib' Para Sosialita di Depan Kamera


10.30 | 0 komentar | Read More

Susno Duadji Minta Polda Jabar Tidak Disalahkan

Kader baru PBB Komjen Susno Duadji menyerahkan nama Daftar Bakal calon legislatif di kantor KPU, Jakarta, (22/4). TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta - Susno Duadji melalui juru bicaranya Avian Tumengkol, meminta publik tidak menyalahkan Kepolisian Daerah Jawa Barat yang dianggap menyembunyikannya dari proses eksekusi yang dilakukan Kejaksaan Agung. Menurut Avian, tindakan Polda Jabar yang mengungsikan Susno, tiga hari lalu, sudah benar. Dia dibawa ke Markas Polda Jabar karena eksekusi di kediamannya berlangsung alot.

"Komjen Susno memastikan diri tidak bersembunyi, tetapi hanya menghindar dari eksekusi," ujar Avian melalui siaran tertulisnya, Ahad 28 April 2013. Dia menyatakan, kini Susni berada di sekitar konstituennya, yaitu di Bandung. Seperti diketahui, Susno sudah resmi maju menjadi calon anggota legislatif pada 2014, lewat Partai Bulan Bintang.

Avian mengatakan, Susno siap bertemu dengan aparat hukum, termasuk dengan Kejaksaan. "Asal jangan ada eksekusi liar yang tidak sesuai dasar hukum. Beliau bersedia bertemu tetapi harus konsekuen dan tidak ingkar janji seperti yang sudah dilakukan kemarin di lingkungan Polda Jabar".

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal itu, meminta ada pihak penengah yang bisa menentukan adanya perbedaan antara putusan di Mahkamah Agung. "Jangan paksakan kehendak sendiri," lanjut Avian.

Susno juga berharap Jaksa Agung menempuh jalur hokum yang benar apabila tidak puasa dengan putusan Mahakah Agung dan Mahkamah Konstitusi. "Bukan dengan cara yang tidak menghormati hokum dan memaksakan eksekusi".

SATWIKA MOVEMENTI

Topik Terhangat:
Edsus Sosialita | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston

Baca juga:
Pria Tampan Diusir dari Arab Angkat Bicara
Twit Terakhir, Ustad Uje Baca Doa Mau Tidur
Ini Spesifikasi Motor Gede yang Ditunggangi Uje
Pose 'Ajaib' Para Sosialita di Depan Kamera


10.30 | 0 komentar | Read More

Polisi Gagalkan Penyelundupan Gula dari Malaysia

Written By Unknown on Sabtu, 27 April 2013 | 10.30

TEMPO.CO, Pontianak - Jajaran kepolisian Polda Kalimantan Barat berhasil menggagalkan penyelundupan delapan ton gula dari Malaysia. Gula yang dikemas dalam 160 karung itu diselundupkan dengan cara diangkut menggunakan satu truk besar, Jumat, 26 April 2013.

Polisi yang curiga menangkap para penyelundup ketika truk bernomor polisi KB 9433 DA yang membawa gula itu tersebut hendak bongkar muat di kawasan pertokoan di Jalan Prof M Yamin. Kapolsek Pontianak Kota Ajun Komisari Polisi Temmanggangro Machmud, mengatakan gula selundupan itu bermerk Crystal White Sugar produksi the Saharuang co. LTD dari Thailand.

Berdasarkan hasil penyelidikan diketahui bahwa gula itu adalah milik Sumarni, 28 tahun. Sedangkan rumah toko yang hendak dijadikan gudang penyimpanan gula itu adalah milik Andianto Tio, 42 tahun. Saat ini mereka berdua berserta sopir truk Joko Rifandi, 26 tahun, telah diringkus polisi. Para tersangka mengaku bahwa mereka akan menjual gula itu seharga Rp 460 ribu per karung, dengan jumlah total Rp 73,6 juta.

ASEANTY PAHLEVI


10.30 | 0 komentar | Read More

Susno Duadji Tak Bisa Tidur di Persembunyiannya

Susno Duadji melambaikan tangan saat akan dibawa ke Polda Jabar di Dago Resor, Bandung, Rabu (24/4). Eksekusi Susno, terpidana kasus penyalahgunaan wewenang perkara PT Salmah Arowana Lestari dan korupsi dana pengamanan pemilihan Gubernur Jawa Barat 2008 oleh Kejaksaan Tinggi Jakarta ini gagal dilakukan akibat adanya perlindungan dari Polda. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Jakarta--Komisaris Jenderal (Purn) Susno Duadji menghilang setelah mendapat perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Pihak Susno bungkam tentang keberadaan mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri itu.

Avian Tumengkol, juru bicara jenderal bintang tiga itu mengatakan Susno kini dalam kondisi kurang sehat karena tidak tidur. "Semalaman belau sama sekali tak tidur," ujar dia saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat, 26 April 2013.

Menurut Avian, Susno tak tidur karena terus siaga terhadap upaya eksekusi Kejaksan Agung. "Siaga satu," ujarnya. (Baca juga: Jaksa Agung: Susno Akan Kami Eksekusi)

Kejaksaan kembali gagal mengeksekusi Susno lantaran bersembunyi di Kantor Kepolisian Daerah Jawa Barat, Rabu lalu. Kamis dini hari lalu, Susno dikabarkan mengunjungi LPSK untuk meminta perlindungan.

Basrief akhirnya meminta bantuan kepada Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo untuk membantu proses eksekusi. Namun hingga kini Susno belum juga tertangkap.

Avian sebelumnya mengatakan Susno tidak akan menyerahkan diri tanpa ada persamaan sikap antara dirinya dengan Kejaksaan. Persamaan sikap itu berupa membawa kasus ini ke ranah Mahkamah Konstitusi.

"Ini sempat disepakati di Polda Jawa Barat tapi kemudian tidak lagi," ujar dia.

Adapun Kejaksaan kini terus mencari Susno. Sumber Tempo di Korps Adhiaksa itu mengatakan sejak Kamis telah dibentuk tim untuk menjaga kediaman Susno secara bergiliran. "Ada di Bandung, Depok, dan Jakarta," ujarnya.

TRI SUHARMAN

Topik Terhangat:
Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston

Baca juga:
SBY Perintahkan Kejaksaan Eksekusi Susno
Jaksa Agung: Eksekusi Susno Tinggal Urusan Teknis
Ketua MK Persilakan Susno Dieksekusi
Mabes Polri Benarkan Melindungi Susno Duadji


10.30 | 0 komentar | Read More

Caleg Perempuan di Aceh Diancam Tembak  

Written By Unknown on Jumat, 26 April 2013 | 10.31

TEMPO.CO, Banda Aceh - Seorang calon legislator Partai Nasional Aceh (PNA) di Aceh Besar, Zuhra, 31 tahun, diancam dibunuh. Peneror juga memintanya mundur sebagai caleg partai lokal bernomor 12 itu.

Zuhra kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis, 25 April 2013, menceritakan peristiwa yang membuatnya ketakutan. Ancaman itu datang dari seorang bekas anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) bernama Bidin, yang cukup dikenalnya. Kejadian berawal pada Minggu, 21 April 2013, saat Zuhra yang berasal dari Desa Lampisang, Kecamatan Seulimum, pergi dengan rekannya ke kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Besar untuk mendaftar sebagai caleg mewakili partainya.

Di tengah jalan, dia dicegat oleh Bidin dan ditanyakan mau ke mana? Zuhra menjawab ia mau mendaftar sebagai caleg dari PNA. Bidin kemudian memintanya tak usah mendaftar, dengan alasan PNA dibenci masyarakat dan kadernya adalah pengkhianat Aceh. "Saya bilang tak mungkin mundur lagi," kisah Zuhra.

Selanjutnya, Bidin mengancam. "Apabila berkhianat, masih ada perintah tembak, sebaiknya mundur," Zuhra menirukan. Zuhra bergeming dan tetap pada pilihannya. Dua hari setelah mendaftar, Bidin menerornya terus melalui pesan pendek dan telepon. "Ditanya apa sudah mundur, dibilang pengkhianat," kata Zuhra.

Tak tahan, dia melapor kepada pengurus partai, dan selanjutnya bersama-sama melaporkan kejadian itu ke Polres Acer Besar pada Rabu, 24 April 2013. Dia mengakui Bidin dekat dengan keluarganya. Bahkan, semasa konflik dulu, ketika Bidin berada di hutan, Zuhra-lah yang menjaga salah seorang anak Bidin. "Saya masih merasa takut, tapi partai dan keluarga saya terus mendukung," ujar Zuhra.

Dia berharap polisi dapat menindak sesuai hukum terkait perilaku pengancaman dan teror. Jadi, ke depan, tak ada lagi ancaman dan teror di Aceh dalam kehidupan demokrasi. Biarlah masyarakat memilih caleg mana yang disukainya.

Ketua Partai Nasional Aceh (PNA) Irwansyah alias Tgk Muchsalmina mengatakan, partai akan bertanggung jawab dan menjamin keamanan dan kenyamanan bagi setiap anggota dan kader partai. "Serta masyarakat umum dari sikap-sikap premanisme politik," ujarnya.

Partai tersebut akan melakukan perlawanan secara menyeluruh terhadap semua bentuk premanisme politik di Aceh. Irwansyah mengatakan, sikap tersebut akan menjamin kebebasan tumbuhnya perbedaan dalam menentukan pilihan politik bagi masyarakat.

Dia mengakui, ada beberapa kasus lain berupa ancaman yang menimpa kadernya. Bagi masyarakat yang merasa diintimidasi, ia menyarankan agar dapat melaporkan ke posko pengaduan PNA yang ada di kabupaten dan kecamatan. "Untuk membantu tugas kepolisian melakukan penegakan hukum serta melindungi masyarakat dari premanisme politik di Aceh."

Adapun Kapolres Aceh Besar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Djadjuli, mengatakan, polisi telah turun tangan untuk menelusuri laporan ancaman pembunuhan tersebut. "Bidin akan diperiksa sejauh mana melakukan ancaman, apakah kata-kata saja atau memakai alat-alat," ujarnya kepada Tempo. Kepolisian akan terus mendalami kasus itu.

Sumber Tempo menyebutkan, Bidin adalah salah seorang simpatisan Partai Aceh (PA), yang menganggap PNA adalah partai saingan mereka. Kedua partai itu umumnya didukung oleh para mantan anggota GAM untuk memenangkan pemilu legislatif di Aceh pada 2014 mendatang.

ADI WARSIDI

Topik Terhangat:
#Ujian Nasional | #Bom Boston | #Lion Air Jatuh | #Preman Yogya

Baca juga:
Ustad Jefry Al Buchori Tutup Usia di Pondok Indah
Ustad Jefry Alami Kecelakaan Tunggal
Eyang Subur Dilaporkan atas Penodaan Agama
Eyang Subur, Konspirasi dan Pasal Santet
Gagal Temui Adi, Pengacara: Eyang Subur Niat Baik
Adi Bing Slamet Tantang Eyang Subur Ketemu di DPR


10.31 | 0 komentar | Read More

DPR Panggil Menteri Nuh Bahas Kekacauan UN

TEMPO.CO, Jakarta -  Komisi Pendidikan Dewan Perwakilan Rakyat hari ini berencana memanggil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh. Pertemuan akan digelar pukul 14.00 WIB nanti. "Kami ingin mendalami penyebab utama terjadinya kekacauan Ujian Nasional," kata anggota komisi, Zulfadhli, Jumat, 26 April 2013.

Menurut Zul, pertemuan dengan Nuh memang sudah direncanakan sejak munculnya kekacauan Ujian Nasional tingkat SMA pekan lalu. Namun komisi agak kesulitan mengatur jadwal karena bertepatan dengan masa reses anggota dewan. Selama reses, mayoritas anggota dewan pulang ke daerah pemilihan masing-masing unyuk meyerap aspirasi konstituen.

Rapat hari ini pun semula dijadwalkan pada pukul 19.00 WIB. Namun setelah dikomunikasikan akhirnya bisa dipercepat menjadi siang hari. Selain soal kekacauan distribusi, komisi kata Zul juga akan membahas beberapa persoalan terkini dikemendikbud. "Termasuk soal anggaran."

Dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya, banyak kalangan menilai ujian nasional kali ini adalah yang terburuk. Hingga hari pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA, masih banyak daerah yang belum mendapat soal. Alhasil di sejumlah provinsi ujian ditunda hingga beberapa hari. Banyak pula wilayah yang kekurangan soal sehing harus memfotokopi lembaran soal.

Pada pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMP, kekacauan tetap terjad-. Di beberapa daerah, ujian tertunda beberapa jam. Kendalanya masih sama, terhambat distribusi soal yang belum rata. Pekan depan, giliran Ujian Nasional tingkat SD yang digelar. Nuh dalam beberapa kesempatan menjanjikan ujian nasional tingkat SD bisa berjalan lancar.

IRA GUSLINA SUFA


Topik Terhangat:
#Ujian Nasional | #Bom Boston | #Lion Air Jatuh | #Preman Yogya

Baca juga:
Ustad Jefry Al Buchori Tutup Usia di Pondok Indah
Ustad Jefry Alami Kecelakaan Tunggal
Eyang Subur Dilaporkan atas Penodaan Agama
Eyang Subur, Konspirasi dan Pasal Santet
Gagal Temui Adi, Pengacara: Eyang Subur Niat Baik
Adi Bing Slamet Tantang Eyang Subur Ketemu di DPR


10.30 | 0 komentar | Read More

Kapolda Jawa Barat: Susno Minta Perlindungan LPSK  

Written By Unknown on Kamis, 25 April 2013 | 10.30

Susno Duadji melambaikan tangan saat akan dibawa ke Polda Jabar di Dago Resor, Bandung, Rabu (24/4). Eksekusi Susno, terpidana kasus penyalahgunaan wewenang perkara PT Salmah Arowana Lestari dan korupsi dana pengamanan pemilihan Gubernur Jawa Barat 2008 oleh Kejaksaan Tinggi Jakarta ini gagal dilakukan akibat adanya perlindungan dari Polda. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Bandung - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Inspektur Jenderal Tb Anis Angkawijaya, mengatakan, mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Susno Duadji akan meminta perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban terkait upaya eksekusi Kejaksaan atas putusan Mahkamah Agung dalam kasus korupsi Susno.

Susno, kata dia, sepanjang hari Rabu, 24 April 2013, meminta perlindungan Polda Jawa Barat. "Pak Susno katanya akan ke LPSK. Mudah-mudahan dia memang akan ke sana (minta perlindungan LPSK)," ujar Anis, Kamis dinihari, 25 April 2013, seusai pertemuan kubu Susno dengan tim jaksa eksekutor di Markas Polda Jawa Barat.

Anis juga menyebutkan bahwa jaksa eksekutor batal menunda eksekusi Susno pada Rabu, 24 April. Pasalnya, Kejaksaan memang tak mau memaksakan eksekusi. "Enggak jadi eksekusinya. Tadi, dalam perundingan kedua pihak, mereka (jaksa eksekutor) juga tidak mau memaksa. Dari jaksa bilang, 'Biar ajalah, Pak'," kata dia.

Anis mengaku bersyukur instansinya bisa memberikan perlindungan kepada Susno, dan jaksa akhirnya bersedia menerima. "Jadi alhamdulillah tidak sampai terjadi keributan di sini (Markas Polda). Kami juga hanya memfasilitasi kedua pihak yang minta," kata dia.

ERICK P. HARDI

Topik Terhangat:
Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Preman Yogya

Berita Terpopuler:
Lewat Twitter, SBY Umumkan Kenaikan BBM
Begini Cara Jenderal Djoko Cuci Uang
Rumah Susno Duadji di Bandung Dikepung
Bayern Hancurkan Barcelona 4-0
Uneg-uneg Perdana @SBYudhoyono


10.30 | 0 komentar | Read More

Susno Keluar dari Markas Polda Tengah Malam

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Inspektur Jenderal Tb Anis Angkawijaya, mengatakan, mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Susno Duadji sudah meninggalkan Markas Polda Jawa Barat lepas tengah malam.

Begitu pula dengan pihak jaksa eksekutor, sudah meninggalkan Markas Polda pada saat bersamaan. "Pak Susno juga sudah keluar dari Polda," ujarnya.

Tim eksekutor berupaya mengeksekusi Susno sejak Rabu pagi di rumah mantan Kepala Bareskrim itu di kompleks Dago Pakar Resort, Kabupaten Bandung. Namun, hingga petang, eksekusi tak terlaksana lantaran Susno minta perlindungan ke Markas Polda Jawa Barat. Di Markas Polda, tim jaksa tetap berupaya melakukan eksekusi, namun gagal.

Seperti diketahui, eksekusi dilakukan terkait putusan kasasi Mahkamah Agung terhadap Susno dalam kasus penyelewengan penanganan perkara PT Salma Arowana dan korupsi dana penanganan Pilkada Jawa Barat 2008.

Kedua kasus yang terjadi saat Susno menjabat Kepala Bareskrim dan Kepala Polda Jawa Barat itu diselidiki dan disidik kolega Susno sendiri di Mabes Polri.

ERICK P. HARDI

Topik Terhangat:
Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Preman Yogya

Berita Terpopuler:
Lewat Twitter, SBY Umumkan Kenaikan BBM
Begini Cara Jenderal Djoko Cuci Uang
Rumah Susno Duadji di Bandung Dikepung
Bayern Hancurkan Barcelona 4-0
Uneg-uneg Perdana @SBYudhoyono


10.30 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger