Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Pengacara: Perkara Akil, Baru Sentuh 'Kulit' Saja  

Written By Unknown on Selasa, 07 Januari 2014 | 10.31

TEMPO.CO, Jakarta Adardam Achyar, pengacara mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, mengatakan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi baru menanyakan "kulit" perkara-perkara yang melibatkan kliennya. Misalnya, apakah Akil kenal dengan sejumlah nama yang juga menjadi saksi.

"Belum masuk ke pokok permasalahan," ujarnya kepada Tempo, Senin, 6 Januari 2014.

Padahal, Akil telah diperiksa enam kali sebagai tersangka. Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Golkar itu juga telah diperiksa tak kurang dari enam kali sebagai saksi.

Namun, tim hukum Akil tak ingin meremehkan penyidik KPK. Sebab, KPK lazimnya mengkonfirmasi hal-hal penting justru menjelang pelimpahan ke tahap penuntutan. Taktik itu, kata Adardam, disengaja agar tersangka dan penasihat hukumnya tak bisa membaca arah pemeriksaan.

Ia lantas mengaku heran karena dalam pemeriksaan Akil sebagai tersangka, penyidik tak pernah jelas menyebutkan sangkaan yang diperiksakan. Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana Pasal 51 huruf a, tersangka berhak diberitahu dengan jelas apa yang disangkakan kepadanya di awal pemeriksaan.

"Tapi penyidik hanya menyebutkan pasal yang disangkakan, misal gratifikasi, Pasal 12 b (Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi). Perbuatannya yang mana, siapa yang memberi, berapa jumlahnya, bagaimana cara dia memberi, tidak diberi tahu, jadi kami enggak bisa membela diri," tuturnya.

Terlebih, KPK telah menetapkan Akil sebagai tersangka dalam empat kasus. Kasus dugaan gratifikasi dalam penanganan sengketa pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi adalah yang terbaru. Sebelumnya, Akil sudah menjadi tersangka korupsi penanganan sengketa pemilihan Bupati Lebak, kasus korupsi penanganan sengketa pemilihan Bupati Gunung Mas, serta dugaan pencucian uang.

Adardam juga mengeluhkan KPK yang tak memperbolehkan saksi didampingi advokat dengan alasan tidak ada aturan yang memperbolehkan pendampingan tersebut dalam undang-undang. Padahal, kata Adardam, karena tidak ada keharusan maupun larangan dalam undang-undang, maka justru pendampingan boleh dilakukan. 

BUNGA MANGGIASIH

Berita Terpopuler Lainnya

Setelah Jokowi, Endriartono Sindir Erick Thohir
Alasan Utama Ahok Emoh Tinggal di Rumah Dinas
Jokowi Tak Berdaya Robohkan Stadion Lebak Bulus
Endriartono Sindir Jokowi di Acara Konvensi
Kaka Tampil Memukau, Milan Hajar Atalanta 3-0
Anas Maju-Mundur Datangi KPK


10.31 | 0 komentar | Read More

Akil dan Andi Mallarangeng Patungan Beli Al-Quran

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar saat keluar dari mobil tahanan menuju rutan setelah menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta, pada 3 Oktober 2013. KPK resmi menahan Akil setelah tertangkap dalam operasi tangkap tangan di rumah dinasnya pada 2 Oktober 2013, bersama sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi suap pengaturan putusan MK terkait dengan sengketa pemilihan Kepala Daerah. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Hidup dalam sel rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi membuat sejumlah penghuninya mencoba mendalami ajaran agama. Sebut saja mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar dan kawan satu selnya, bekas Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng.

Kata pengacara Akil, Adardam Achyar, kedua bekas pejabat negara itu patungan membeli Al-Quran. "Mereka patungan beli Al-Quran yang ada terjemahan bahasa Indonesianya," ujar Adardam kepada Tempo, Senin, 6 Januari 2014. "Kalau sudah perkara begini, tidak ada yang lain yang bisa dilakukan kecuali berserah diri kepada Tuhan."

Kepada Adardam, Akil pernah berpendapat, bila segala yang dimiliki manusia, termasuk jabatan, adalah pemberian dan akan diambil pula oleh Tuhan. Jika sebelumnya Akil merupakan pejabat negara yang dibekali mobil dinas berpelat RI 9, kini ia harus mendekam dalam sel tahanan KPK.

Adardam mengatakan, Akil dan Andi ditahan KPK dengan pengamanan ketat. Keduanya ditempatkan di lantai delapan gedung KPK, dalam kamar berukuran 9 meter persegi. Seorang tahanan KPK lainnya menjadi kawan satu sel Akil dan Andi.

Empat dinding sel tersebut dicat putih, tanpa jendela maupun lubang angin. Pendingin udara maupun kipas angin pun tak ada. Sementara tempat tidur mereka tidak besar, hanya selebar badan. Namun kamar itu dilengkapi kamar mandi dan toilet yang bersih.

Untuk menjalani pemeriksaan, Akil harus turun ke lantai tujuh atau empat gedung KPK. Dalam ruangan seluas sekitar 6 meter persegi, ada satu meja dan tiga kursi untuk penyidik, tersangka, serta advokatnya. Dua kamera pada kanan-kiri meja, serta mikrofon di tengah ruangan yang siap merekam apa pun yang dikatakan Akil.

KPK telah menetapkan Akil sebagai tersangka dalam empat kasus. Kasus dugaan gratifikasi dalam penanganan sengketa pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi adalah yang terbaru. Sebelumnya, Akil sudah menjadi tersangka korupsi penanganan sengketa pemilihan Bupati Lebak, kasus korupsi penanganan sengketa pemilihan Bupati Gunung Mas, serta dugaan pencucian uang.

BUNGA MANGGIASIH

Terpopuler:
Fahd Diancam Dibunuh Nazaruddin di LP Sukamiskin?
Ini Bisnis Istri Polisi yang Kehilangan Berlian 
Mengapa Konvensi Demokrat Tak Bergaung? 
Menteri Gamawan Berharap Atut Segera Jadi Terdakwa 
KPK Pastikan Periksa Anas Besok  

 


10.31 | 0 komentar | Read More

Polisi Janji Periksa Bupati Ngada Pekan Ini  

Written By Unknown on Senin, 06 Januari 2014 | 10.31

TEMPO.CO, Kupang - Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) akan memeriksa Bupati Nggada Marianus Sae sebagai tersangka, minggu ini, terkait aksinya memerintahkan Satpol PP memblokir Bandara Turelelo, Soa, Ngada.

"Pemeriksaan Bupati akan dilakukan minggu ini di Mapolda NTT," kata Humas Polda NTT Ajun Komisaris Besar Okto Riwu kepada Tempo, Senin, 6 Januari 2014. Pada akhir tahun 2013 lalu, Bupati Ngada memblokir Bandara Turelelo, Soa, lantaran tak mendapatkan tiket Merpati ke daerah itu.

Menurut Okto, penyidik Polda telah melayangkan surat panggilan kepada Bupati Ngada untuk menjalani pemeriksaan. Namun, dia mengaku tidak mengetahui tanggal pasti pemeriksaan orang nomor satu di Ngada itu. "Surat panggilan sudah dilayangkan, tapi pemeriksaan pastinya, saya belum dikonfirmasi," kata Okto.

Selain Bupati Ngada, kata Okto, pemeriksaan terhadap manajemen Merpati untuk mendapat manifes penumpang dan staf ahli juga akan digelar pekan ini. "Semuanya akan diperiksa pekan ini," ujarnya.

Bupati Ngada dijerat Pasal 421 KUHP dengan ancaman hukuman 2,8 tahun penjara. Bupati Ngada telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda NTT.


YOHANES SEO

Berita Terpopuler:
Mulai Besok, Deddy Corbuzier Digantikan Farhat Abbas 
Jadi Host, Farhat Abbas Yakin Tak Membosankan 
KontraS: Lima Hal Janggal di Penggerebekan Ciputat 
Megawati Diminta Restui Jokowi Jadi Capres 2014 
Peluang Menang Duet Megawati-Jokowi Kecil


10.31 | 0 komentar | Read More

Kapolri:Penembakan Teroris Ciputat Sesuai Prosedur

TEMPO.CO, Jakarta - Kapolri Jenderal Sutarman mengklaim pihaknya sudah memenuhi prosedur tetap saat penyergapan ke rumah terduga teroris di Ciputat. Menurut dia, tidak ada yang dilanggar dalam aksi penyergapan itu. "Penyergapan teroris itu yang tahu secara pasti saya. Karena mulai dari tahap awal saya ada di situ (TKP)," kata Sutarman, usai menerima laporan kenaikan pangkat anak buahnya di Mabes Polri, Senin, 6 Januari 2014.""

Penyataan Sutarman itu terkait komentar Komnas HAM dan beberapa lembaga swadaya masyarakat yang menyatakan ada kejanggalan dalam penyergapan teroris di Ciputat pekan lalu. Menurut Sutarman tudingan itu muncul karena sejumlah lembaga kemasyarakatan itu hanya menilai dari satu aspek saja. "Hanya akan menilai sesuatu dari apa yang dia dengar," ujar Sutarman. "Sehingga mereka hanya menilai dari beberapa aspek, itu adalah penilaian seseorang."

Sabtu pekan lalu Komnas HAM mendatangi lokasi pengrebekan terduga teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan. Kedatangan Komnas HAM untuk menyelidiki kemungkinan adanya pelanggaran hak asasi manusia dalam penangkapan yang dilakukan tim Densus 88 Antiteror.

REZA ADITYA


10.31 | 0 komentar | Read More

Peluang Menang Duet Megawati-Jokowi Kecil

Written By Unknown on Minggu, 05 Januari 2014 | 10.30

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri bersama Kader PDIP Joko Widodo (Jokowi) dalam satu mobil usai menutup Rakernas PDIP di Ancol, Jakarta, (8/9). TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan jika Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo jadi dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai wakil presiden, maka peluang keduanya memenangi pemilu presiden kecil.

"Saat ini apresiasi masyarakat adalah Jokowi sebagai presiden, kalau dia maju sebagai wapres, saya kira masyarakat justru malas memilih," ujar Qodari ketika dihubungi Tempo, Ahad, 5 Januari 2013.

Menurut dia, jika pasangan ini maju, persaingan dalam pemilihan presiden akan semakin ketat. Sebab, kekuatan para calon presiden menjadi seimbang, tak ada yang memiliki elektabilitas tinggi, seperti halnya jika Jokowi yang maju. "Kalau sudah begitu, tinggal masalah logistik pemilu saja, mana yang lebih kuat," ujar Qodari lebih lanjut.

Dalam hal logistik pemilu, Qodari menilai blok Gerindra dan Golkar memiliki logistik yang jauh lebih banyak jika dibanding PDIP. Karena itu, menurut Qodari, peluang PDIP kecil. Ditambah lagi, ada kemungkinan Jokowi menolak jika dicalonkan sebagai wakil presiden. "Lebih baik dia urus Jakarta," ujar dia.(Baca :Projo: Jadikan Jokowi Menu Utama Pemilu 2014)

Duet Mega-Jokowi disebut-sebut akan diusung PDIP pada pemilu presiden. Duet keduanya dianggap merupakan kombinasi yang menarik karena mempertemukan pemimpin yang kuat secara ideologi dan pemimpin yang disenangi rakyat.

TIKA PRIMANDARI

Berita Terpopuler
Ahok Ogah Jadi Lawan Jokowi di Kampanye Pilkada
Ormas Islam Ikuti Pemakaman Teroris Ciputat
Golkar Restui Rano Karno Gantikan Atut
Ahok Kunjungi Lagi Politikus PDIP


10.30 | 0 komentar | Read More

Megawati Diminta Beri Restu Jokowi Capres 2014

TEMPO.CO, Surakarta -Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri diminta segera memberi restu ke Joko Widodo untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden 2014.

Sebab Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang akrab disapa Jokowi tersebut merajai berbagai hasil survei capres 2014. Dorongan kepada Megawati agar segera merestui Jokowi diwujudkan dalam surat cinta untuk Megawati.

Sebuah spanduk putih berukuran panjang 8 meter dan lebar 3 meter terpasang di jembatan penyeberangan Sriwedari, saat hari bebas kendaraan di Surakarta, Minggu, 5 Januari 2014 pagi.

Di bagian atas tertulis "Surat Cinta Untuk Megawati" dan bagian bawahnya "Capreskan Jokowi", beserta foto sang Gubernur DKI Jakarta. Di sela tulisan dan foto Jokowi, terpasang kertas karton berbentuk hati berwana merah muda.

Penggagas dukungan, Mayor Haristanto mengatakan hasil survei menunjukkan Jokowi mendapat dukungan masyarakat untuk maju di pemilihan presiden 2014. "Hanya saja Jokowi seorang loyalis. Dia menunggu instruksi Megawati," ujarnya.

Karena itu saat ini bola berada di tangan Megawati. Dia meminta Megawati segera mendeklarasikan Jokowi sebagai capres dari PDI Perjuangan. "Ini tuntutan masyarakat. Kalau tidak sekarang jadi capres, kapan lagi," katanya. (Baca : PDIP Subang Dukung Jokowi Jadi Calon Presiden)

Dia menyediakan 500 kertas karton berbentuk hati dalam berbagai ukuran. Masyarakat yang mendukung Jokowi sebagai capres 2014, diminta menempelkannya ke spanduk. Setelah itu, dia akan memotret spanduk tersebut dan mencetaknya. Hasil cetakan foto akan dikirim ke kantor DPP PDI Perjuangan.

Salah seorang warga, Siti Marfuatin, 19 tahun, menilai belum saatnya Jokowi jadi capres di pilpres 2014. "Sebaiknya selesaikan dulu tugasnya sebagai Gubernur Jakarta," katanya.

Dia menyoroti langkah Jokowi yang menjadi Gubernur Jakarta pada Oktober 2012, sementara jabatan sebagai Wali Kota Surakarta masih tersisa sekitar 2,5 tahun.
"Sekarang jadi Gubernur Jakarta belum genap 2 tahun, masak sudah jadi presiden? Lebih baik menunggu pilpres 2019," ujar mahasiswa Komunikasi Massa Politeknik Indonusa Surakarta ini.

UKKY PRIMARTANTYO

Berita Terpopuler
Ahok Ogah Jadi Lawan Jokowi di Kampanye Pilkada
Ormas Islam Ikuti Pemakaman Teroris Ciputat
Golkar Restui Rano Karno Gantikan Atut
Ahok Kunjungi Lagi Politikus PDIP


10.30 | 0 komentar | Read More

4 Teroris Ciputat akan Dimakamkan di Pondok Rangon

Written By Unknown on Sabtu, 04 Januari 2014 | 10.30

Anggota Densus 88 Anti Teror membawa sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan terduga teroris Anton usai melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Desa Alas Malang, Kemranjen, Banyumas, Jateng (1/1). ANTARA/Idhad Zakaria

TEMPO.CO, Jakarta--Empat jenazah terduga teroris yang meninggal dalam baku tembak dengan Detasemen Khusus Antiteror 88 di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Selasa malam, 31 Desember 2013, akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Pondok Rangon, Jakarta Timur.

Saat ini lima jenazah masih berada di ruang jenazah Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Kelimanya yakni Dayat; Rizal alias Agung; Nurul Haq alias Jack; Fauzi alias Ozi; dan Edo. Sementara, satu jenazah bernama Hendi telah dibawa keluarga ke Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Jumat malam, 3 Januari 2013, pukul 23.00.

"Jenazah Dayat kacamata, Rizal, Fauzi dan Nurul Haq, akan dimakamkan hari ini juga di Pondok Rangon," kata wanita berjilbab hijau dan berjaket hitam di depan ruang jenazah RS Polri, Sabtu 4 Januari 2013.

Saat ditanya keluarga dari jenazah siapa wanita tersebut, hanya menjawab, "Saya mewakili keluarga yang mengurus surat-surat agar jenazah bisa dibawa untuk dimakamkan," ujarnya yang sebagian mukanya tertutup jilbab hijaunya.

Berdasarkan pantauan Tempo, keluarga dari lima jenazah terduga teroris masih berada di dalam ruang Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri. Menurut informasi, keluarga sedang mengurus administrasi untuk membawa pulang jenazah. "Lagi ngurus surat-suratnya dulu, insya Allah hari ini selesai," kata salah satu keluarga yang mengenakan sorban putih dan baju hitam, kepada Tempo.

Pintu masuk ruang Instalasi Kedokteran Forensik pun dijaga oleh dua anggota polisi dari Kepolisian Sektor Kramat Jati. Rombongan dari Gerakan Muslim Pembela Al-Qaeda (GEMPA) tidak diijinkan masuk karena bukan anggota keluarga.

AFRILIA SURYANIS

Terkait:

Polisi Sebarkan Foto Terduga Teroris Ciputat
Resepsi Pernikahan Terduga Teroris Ciputat Batal
31 Macam Barang Bukti Milik Teroris Ciputat
Keluarga Teroris Ciputat Datangi RS Polri


10.30 | 0 komentar | Read More

Teroris Ciputat, Hendi Dimakamkan di Tasikmalaya

Petugas memasang garis polisi usai menggeledah rumah Dayat terduga teroris di Rempoa, Tangerang Selatan, Banten (1/1). Rumah tersebut diduga menjadi tempat penyimpanan bahan peledak milik pelaku teroris yang ditembak mati di Kampung Sawah. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Tasikmalaya--Jenazah terduga teroris Ciputat, Hendi Albar dimakamkan di kompleks pemakaman Leuwianyar, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu 4 Januari 2013. Tempat pemakaman ini tidak jauh dari rumahnya.

Jenazah Hendi tiba sekira pukul 04.30 WIB dengan dibawa sebuah ambulans. Jenazah dibawa langsung ke rumah duka sebelum disholatkan di Masjid Al Khoeriyah. Setelah sholat subuh, sekitar pukul 05.15, jenazah Hendi diberangkatkan ke pemakamkan. Teriakan takbir terus bergema selama perjalanan menuju pemakaman.

Ketua RW 21, Leuwianyar, Asep Saepudin mengatakan, warga sudah melakukan kewajiban sebagai masyarakat untuk memakamkan Hendi. Masyarakat, kata dia, tidak terpengaruh dengan Hendi yang disebut-sebut sebagai terduga teroris. "Alhamdulillah, seperti yang dilihat tadi," kata dia.

Selain dihadiri kerabat dan masyarakat, mertua Hendi, Haerudin juga terlihat menghadiri prosesi pemakaman. "Pemakaman berjalan lancar," ujarnya.

Asep menyampaikan, pihak keluarga menitipkan pesan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang hadir.Hendi Albar meninggalkan seorang istri bernama Rina dan tiga anak. Hendi Albar merupakan adik ipar Fajar Sidiq, teroris yang ditangkap Maret 2013.

CANDRA NUGRAHA

Terkait:

Polisi Sebarkan Foto Terduga Teroris Ciputat
Resepsi Pernikahan Terduga Teroris Ciputat Batal
31 Macam Barang Bukti Milik Teroris Ciputat
Keluarga Teroris Ciputat Datangi RS Polri


10.30 | 0 komentar | Read More

'Penampakan' di Foto Ani SBY Dikomentari 800 Lebih  

Written By Unknown on Jumat, 03 Januari 2014 | 10.31

TEMPO.CO, Jakarta--Foto yang diunggah Ani Yudhoyono di situs instagram membuat geger. Foto keluarga Presiden SBY yang mengucapkan selamat tahun baru 2014 ini menjadi perbincangan karena ada 'sosok misterius' di belakang Aliya Rajasa, istri Edhie Baskoro Yudhoyono. Hingga Jumat, 3 Januari 2014 pagi, foto tersebut mendapat 871 komentar dan lebih dari 14 ribu menyukainya.

Ani mengunggah foto ucapan selamat tahun baru pada 1 Januari 2014. Foto keluarga SBY lengkap dengan anak, menantu dan kedua cucunya. Di belakang foto Aliya yang sedang memangku anaknya Airlangga Satriadhi Yudhoyono ternyata menyembul kepala. Seperti orang duduk. "Kalo itu orang, kok kakinya nggak ada?" komentar akun rudyindra.

Polemik penampakan itu sebenarnya sudah dijelaskan pemotretnya, Anung Anindito. "Hadehhhhhh hari gini penampakan ???? Mas dan Mba ... IG .. Itu baby sisternya Airlangga dan knp ga ada kakinya , karena dia duduk di tangga dan kakinya di tekuk di anak tangganya .. Maaf ya Bu @aniyudhoyono jadi rame .. Trima kasih," tulis @anunganindito.

Penjelasan tak meredamkan komentar soal penampakan. Ada yang mencoba-coba memancing komentar bahwa ada penampakan lain di samping Agus Yudhoyono. Komentar terus mengalir dengan pro kontranya.

Ani Yudhoyono termasuk aktif di akun berbagi foto ini. Ia beberapa kali menjadi sorotan ketika menganggapi komentar pengguna lain. Ani pernah menanggapi komentar dan menggunakan kata 'bodoh'. Ani juga sewot ketika pengguna Instagram mengomentari gaya berpakain Ibas.

YANDI

Baca juga:
Ibas Disebut Punya Tato, Ani SBY: Itu Fitnah Keji
Buat Geram Ibu Negara, Siapa @erie_nya?
Roy Suryo: Foto Instagram Ani SBY Asli
Ani Yudhoyono Pamerkan Hasil Jepretan di Instagram


10.31 | 0 komentar | Read More

Ferry Tenggelam di Selat Alas, Tiga Meninggal

TEMPO.CO, Mataram - KMP Munawar Ferry tenggelam di perairan Selatan Alas, yakni di lintasan penyeberangan antara Pelabuhan Kayangaan, Kabupaten Lombok Timur dengan Labuan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Jumat dinihari menjelang subuh, 3 Januari 2014.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Nusa Tenggara Barat Agung Hartono mengatakan hingga saat ini kapal tersebut belum ditemukan. Namun 49 orang telah dievakuasi ke Pelabuhan Kayangan dan Pelabuhan Poto Tano. Tiga di antaranya meninggal dunia.

Korban meninggal dunia adalah Amaq Muksin asal Lombok Timur, Murian, dan Riska (perempuan), 11 tahun, keduanya asal Alas, Sumbawa. Di antara 49 orang yang dievakuasi, 13 orang adalah anak buah kapal. Mereka semuanya selamat.

Menurut Agung, kapal jenis roro itu tenggelam setelah satu jam meninggalkan Pelabuhan Kayangan pukul 02.45 WITA. Kapal tercatat mengangkut 11 unit kendaraan roda empat dan empat unit sepeda motor. "Masih terus dilakukan pencarian. Selain untuk menemukan lokasi tenggelamnya kapal, juga kemungkinan ada penumpang yang lain yang belum ditemukan," katanya kepada Tempo, Jumat, 3 Januari 2014.

Supervisor ASDP di Labuan Poto Tano Lunggu Simanjuntak mengatakan posisi kapal tenggelam sekitar lima mil setelah berangkat dari Pelabuhan Kayangan. Sedangkan jarak yang harus ditempuh menuju Labuan Poto Tano sejauh 12 mil. "Informasinya cuaca cukup baik. Kondisi biasa saja. Tidak ada angin," ujarnya kepada Tempo.

Semua kapal feri yang berada di kedua pelabuhan dikerahkan untuk melakukan pencarian lokasi tenggelamnya kapal dan kemungkinan adanya penumpang lain yang belum tertolong.

Manajer Operasi ASDP Labuan Kayangan Yasin sewaktu dimintai konfirmasi sedang berada di tengah laut untuk melakukan pencarian. "Saya masih di tengah laut. Sedang dilakukan pencarian," ucapnya melalui telepon selulernya.

SUPRIYANTHO KHAFID


10.31 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger