Sabtu, 19 Januari 2013 | 09:41 WIB
TEMPO.CO, BANDUNG - Saat curah hujan tinggi dan menyebabkan banjir, beberapa orang mengharapkan andil pawang hujan. Bagi sebagian orang, pawang hujan dipercaya sanggup menahan dan memindahkan hujan atau mega mendung. Tak sedikit acara yang dikawal para pawang hujan. Kehadiran mereka sendiri seringkali tak terlihat karena umumnya lebih sering mengucilkan diri di tengah keramaian orang.
Secara ilmiah, kerja pawang dan kesaktiannya itu sulit dibuktikan. Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan, kemampuan pawang hujan tidak bisa dipercaya secara keilmuan. "Kalau ada yang bilang pawang sanggup menahan hujan, itu hanya faktor kebetulan di musim pancaroba," kata Djamaluddin kepada Tempo.
Menurut Djamaluddin, hujan dipengaruhi angin musim dan kondisi lingkungan lokal. Saat pembentukan awan meningkat, seperti saat musim hujan sekarang ini, peluang turunnya hujan sangat besar dan merata hampir di semua wilayah Indonesia. Pada Januari 2013 minggu pertama dan kedua terjadi kondisi ekstrim, yaitu pembentukan awan hujan sangat aktif. "Saat seperti itu bisa untuk membuktikan pawang hujan," katanya.
Memasuki pekan ketiga hingga akhir Januari ini 2013, aktivitas konveksi atau pembentukan awan di Indonesia diperkirakan mengalami penurunan. Namun begitu, hujan deras masih berpeluang turun karena faktor lingkungan dan cuaca lokal.
ANWAR SISWADI
Anda sedang membaca artikel tentang
Kesaktian Pawang Hujan Dinilai Hanya Kebetulan
Dengan url
https://nasionalitas.blogspot.com/2013/01/kesaktian-pawang-hujan-dinilai-hanya.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Kesaktian Pawang Hujan Dinilai Hanya Kebetulan
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Kesaktian Pawang Hujan Dinilai Hanya Kebetulan
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar