Prabowo Subianto memberikan keterangan kepada para media usai mengikuti Perayaan hari ulang tahun Kopassus ke 61 di Markas Besar Cijantung, Jakarta, (16/04). Tempo/Dian Triyuli Handoko
TEMPO.CO, Jakarta - Prabowo Subianto sering disebut sebagai seorang jendeal kontroversial. Karir dan sepak terjangnya dimulai selepas ia lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Magelang pada tahun 1970. Meniti karir di militer selama 24 tahun, saat menududki posisi puncak dia sempat dituduh melakukan kudeta hingga memimpin operasi penculikan 9 aktivis.
Saat sikapnya jika kelak menjadi presiden, seperti menghadapi oposisi, aktivis yang cerewet, media yang sudah terlanjur bebas, Prabowo menjawab sudah dibuktikan. "Komitmen saya menghadapi mereka sudah jelas. Kalau minta jaminan, jaminan apa? Saya sudah buktikan komitmen saya kepada konstitusi. Saya kira saya satu-satunya yang membuktikan diri pada UUD. Kalau saudara ingat pada 1998, saya 34 batalion. Kalau dari segi kekuatan fisik saya yang terkuat di Indonesia. Dan saya sempat dituduh mau kudeta, dan saya diberhentikan oleh presiden, dan saya ikuti perintah presiden tanpa perlawanan," kata Prabowo saat bertandang ke kantor Tempo pada 9 Oktober 2013..
Dia melanjutkan bahwa dirinya sudah berkomitmen kepada demokrasi. "Ini pemilu ketiga saya ikut. Saya bentuk partai politik, dari nol, sekarang lawan-lawan survei mengatakan empat besar, tiga besar ada yang mengatakan dua besar. Terhadap Oposisi, aktivis, yang dulu saya dianggap bagian dari rezim Orde Baru, militeristisk, fasis bla bla bla.... Sekarang, aktivis pro demokrasi adanya di Gerindra. Mereka menduduki posisi yang menentukan."
Inilah karir Prabowo :
1976 Komandan Pleton Para Komando Grup I Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) dan ditugaskan sebagai bagian dari operasi Tim Nanggala di Timor Timur
1978 Prabowo memimpin pasukan Den 28 Kopassus yang ditugaskan untuk membunuh pendiri dan wakil ketua Fretilin, Nicolau dos Reis Lobato.
1983 Prabowo dipercaya sebagai Wakil Komandan Detasemen 81 Penanggulangan Teroris (Gultor) Komando Pasukan Khusus TNI AD (Kopassus).
1995 Komandan Komando Pasukan Khusus
1996 Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus
1998 Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat
Saat itu menjadi perwira termuda yang yang meraih pangkat jenderal. Usia 47 tahun, tiga bintang tersemat di pundaknya.Ia juga dituduh mendalangi penculikan beberapa aktivis.
2004 Politisi Partai Golkar
2008 Mendirikan Partai Golkar bersama Muchdi Purwoprandjono
Partai ini memperoleh 4,5 persen suara--26 kursi Dewan
2009 Mecalonkan diri menjadi calon wakil presiden
Berkoalisi dengan PDI Perjuangan berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri
Anda sedang membaca artikel tentang
Rekam Jejak Prabowo 24 Tahun Jadi Tentara
Dengan url
https://nasionalitas.blogspot.com/2013/10/rekam-jejak-prabowo-24-tahun-jadi.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Rekam Jejak Prabowo 24 Tahun Jadi Tentara
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Rekam Jejak Prabowo 24 Tahun Jadi Tentara
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar