TEMPO.CO, Yogakarta - Kasus pencurian koleksi Museum Sonobudoyo Yogyakarta, 11 Agustus 2010, terus diselidiki. Dari banyak saksi yang sudah diperiksa, penyidik pegawai negeri sipil yang baru dibentuk beberapa bulan lalu menyimpulkan ada dua orang yang layak dicurigai sebagai pelaku.
"Penyelidikan kami pertajam di internal museum, penyelidikan mengarah ke dua orang yang keterangannya sangat kuat sebagai pelaku," kata Ketua Tim Penyelidikan Kasus Pencurian Museum Sonobudoyo, Nur Satwika, dari PPNS di Dusun Nayan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Selasa malam, 12 November 2013.
Saat ini para penyidik terus mengumpulkan keterangan dari saksi, dan sekecil apa pun informasi yang didapat langsung ditindaklanjuti. Dua orang diduga kuat mempunyai informasi yang sangat banyak dalam kasus pencurian emas koleksi museum.
Namun sayangnya, Nur tidak mau menyebutkan siapa kedua orang itu. Sebab, saat ini masih dalam penyelidikan dan pengumpulan data-data pendukung. Yang pasti, dua pegawai Museum Sonobudoyo ini cukup kuat diindikasikan sebagai terduga. "Kami masih mempertajam pemeriksaan dan mengembangkan penyelidikan," kata dia.
Ia menjelaskan, dua orang itu terdiri dari seorang pegawai yang sudah lama bertugas di Sonobudoyo dan seorang yang membantu. Namun yang membantu itu baru beberapa bulan bertugas di museum saat terjadi pencurian benda yang tidak ternilai harganya itu. "Kami menduga pencurian itu sudah direncanakan sebelumnya," kata dia.
Dalam penyelidikan ini masih digali soal pencurian itu apakah atas inisiatif pelaku atau pesanan dari luar. Bahkan penyelidik juga mendapatkan keterangan bahwa orang yang melihat koleksi emas di museum ada niat untuk memiliki dan mencurinya.
Dari hasil penyelidikan juga diketahui kunci-kunci di ruangan dengan koleksi emas telah diduplikasi. Tetapi duplikat itu tidak diketahui siapa yang membawa. "Pelaku juga tahu kalau CCTV tidak merekam," kata dia.
Menurut Riharyani, Kepala Museum Negeri Sonobudoyo Yogyakarta, setelah pencurian, sudah 53 kunci diganti. Khusus untuk ruang koleksi emas purbakala, kuncinya dipegang oleh Kepala Dinas Kebudayaan. "Sekarang sudah ada CCTV sebanyak 33 buah," kata dia.
Pemasangan CCTV dan penggantian kunci ruang koleksi benda purbakala itu dilakukan untuk upaya keamanan yang lebih. Bahkan, pada benda-benda tertentu dipasangi alarm yang jika disentuh akan ketahuan. Yaitu dengan alat radio frequency identification (RFID).
Alat itu tersambung dengan alat komunikasi berbasis Android yang dipegang oleh kepala unit sebanyak empat orang. Jika benda yang dipasangi RFID disentuh, akan ketahuan. "Kami mengajukan dana sebesar Rp 250 juta untuk program pengamanan museum," kata dia.
MUH. SYAIFULLAH
Anda sedang membaca artikel tentang
Penyidik: Pencuri Emas Sonobudoyo Ada Dua Orang
Dengan url
https://nasionalitas.blogspot.com/2013/11/penyidik-pencuri-emas-sonobudoyo-ada.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Penyidik: Pencuri Emas Sonobudoyo Ada Dua Orang
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Penyidik: Pencuri Emas Sonobudoyo Ada Dua Orang
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar