Calon Presiden 2009-2014, Susilo Bambang Yodhoyo dan Megawati Soekarno Putri bersalaman sebelum pengundian nomor urut Pilpres, di Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, (30/5). Foto : TEMPO/Imam Sukamto
TEMPO.CO, Jakarta - Susilo Bambang Yudhoyono mengaku berusaha memulihkan hubungannya yang retak dengan Megawati Soekarno Putri sejak 2004. Ia mengaku berulang kali mencoba menjalin komunikasi kembali dengan mantan bosnya itu pasca pemilihan Presiden 2004.
Kisah ini disampaikan Presiden SBY lewat bukunya, "Selalu ada Pilihan"yang diluncurkan Jumat 17 Januari 2014 lalu. Seperti ditulis dalam halaman 505, SBY menuturkan berulang kali mencari cara memperbaiki hubungan. Namun hingga buku itu diterbitkan, upaya dia berkomunikasi dengan Mega tetap saja tertutup.
SBY menduga, barangkali persaingan mereka dalam dua kali pemilihan presiden begitu membekas dalam hati dan pikiran Mega. "Apalagi sebelumnya ada insiden politik antara Ibu Mega dengan saya," kata SBY dalam bukunya. Sayangnya, SBY tak menjelaskan, apa yang dimaksud dengan insiden politik itu.
Efek hubungan tak sehat dengan Mega itu diakui SBY sampai ke pendukung Mega daerah. Suatu kali, SBY menghadiri pesta kesenian Bali di Denpasar, beberapa bulan setelah terpilih menadi presiden pada 2004. Acara Presiden itu diboikot oleh sejumlah bupati. Mereka memilih tak hadir dalam acara itu.
Bisikan Jero Wacik ke SBY soal boikot bupati...
Anda sedang membaca artikel tentang
Curhat SBY soal Hubungannya dengan Mega
Dengan url
https://nasionalitas.blogspot.com/2014/01/curhat-sby-soal-hubungannya-dengan-mega.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Curhat SBY soal Hubungannya dengan Mega
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Curhat SBY soal Hubungannya dengan Mega
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar