Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

DPR Mulai Seleksi Calon Komisioner Komnas HAM  

Written By Unknown on Kamis, 11 Oktober 2012 | 10.31

Kamis, 11 Oktober 2012 | 09:41 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat hari ini mulai menyeleksi calon anggota komisioner Komnas HAM. Dari 30 nama yang diajukan panitia seleksi, Komisi akan memilih maksimal 15 nama calon komisioner. 

Anggota Komisi Hukum dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Eva Kusuma Sundari, mengatakan rangkaian seleksi akan dimulai dengan pembuatan makalah. "Hari ini kami akan meminta para calon komisioner untuk menulis makalah seputar isu-isu terkini dalam penegakan HAM," kata Eva saat dihubungi, Kamis, 11 Oktober 2012. 

Pembuatan makalah akan dilalukan mulai pukul 11.00 WIB hari ini. Ketiga puluh calon komisioner akan dibebaskan memilih satu dari 10 tema yang disiapkan Komisi. Menurut Eva, tema yang diberikan berkaitan dengan pemahaman terhadap penyelesaian kasus-kasus HAM masa lalu dan kontemporer, pemahaman terhadap undang-undang dan pemahaman tentang persoalan yang sering berkaitan dengan kasus-kasus HAM, seperti tanah dan SARA. 

Pemikiran para calon komisioner yang dituangkan dalam makalah akan dijadikan bahan bagi Komisi untuk melakukan uji kepatutan dan kelayakan yang akan dilakukan 15 Oktober mendatang. Para calon akan dimintai penjelasannya mengenai ide-ide yang disampaikan dalam makalah. "Dari makalah itulah kami akan mengukur seberapa dalam pemahaman mereka terhadap kasus-kasus HAM." 

Proses seleksi calon komisioner Komnas HAM sudah beberapa kali tertunda. Padahal, nama para calon komisioner sudah diserahkan panitia seleksi sejak Juni lalau. Komisi berdalih keterlambatan proses karena terbentur masa reses anggota komisi yang berlangsung pertengahan Juli hingga Agustus. Bulan lalu proses seleksi kembali terkendala karena adanya gugatan salah seolah calon yang gagal lolos seleksi tahap pertama. Gugatan itu kini sudah ditolak Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

Masa kepengurusan komisioner Komnas HAM seharusnya berakhir pada 30 Agustus lalu. Namun, karena tak kunjung ada seleksi di Komisi Hukum, Presiden pun akhirnya mengeluarkan peraturan presiden (perpres) untuk memperpanjang masa jabatan komisioner hingga terpilih komisioner baru. DPR menargetkan, November nama komisioner baru Komnas HAM sudah bisa diserahkan ke Presiden. 

IRA GUSLINA SUFA

Berita terpopuler:
KPK Sudah Pegang Bukti Keterlibatan Anas
Perwira Polisi Minta Maaf Setelah Curhat Soal KPK
Kisah Idola AKB48 yang Jadi Bintang Porno
Peraih Nobel Siswa Terbodoh Waktu SMA
Nazaruddin Ancam Tak Akan Bernyanyi Lagi
Polisi Relakan Penyidiknya Pindah ke KPK


10.31 | 0 komentar | Read More

KRI Dewaruci Kembali Merapat di Perairan Indonesia  

Personil TNI AL melihat KRI Dewaruci dari atas KRI Makassar sesaat sebelum upacara pelepasan perjalanan muhibah KRI Dewaruci di Dermaga Ujung, Markas Komando Armada Timur, Surabaya, Minggu (01/15). TEMPO/Fully Syafi

Kamis, 11 Oktober 2012 | 09:56 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Setelah melakukan perjalanan misi internasional selama 277 hari, KRI Dewaruci kembali merapat di perairan Indonesia, hari ini, Kamis, 11 Oktober 2012. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) Untung Surapati mengatakan pelayaran Dewaruci ke luar negeri untuk misi muhibah mengikuti Operation Sail 2012 di Amerika Serikat yang dilanjutkan misi keliling dunia. "Kegiatan ini sekaligus mendukung latihan praktek pelayaran astronomi kader akademi Angkatan Laut," ujar Untung.

Armada pertama kali diberangkatkan 15 Januari dari Komando Armada RI Kawasan Timur, Ujung Surabaya. Total jarak tempuh yang berhasil dilalui mencapai 27.006 nautical mile yang terdiri dari 21 negara di empat benua. "Ini misi kedua keliling dunia untuk Dewaruci."

Dalam pelayaran ke 44 kali ini, kapal tiang tinggi dinahkodai Letnan Kolonel Laut Haris Bima Bayuseto melawati beberapa rute pelayaran dunia, dimulai dari Surabaya-Jayapura-Kwajelein (USA)- Honolulu (USA)-San Diego (USA)-Manzanillo (Meksiko)-Panama-New Orleans-Miami-Charleston- New York-Norfolk-Baltimore-Boston-Saint John (Kanada)-Porto (Portugal)-Cadiz (Spanyol)-Malta- Port Said (Mesir)-Jeddah (Saudi Arabia)-Salalah (Oman)-Colombo (Srilangka)-Belawan.

KRI Dewaruci pertama kali mengelilingi dunia pada 1964 di bawah pimpinan Komandan Letnan Kolonel Laut Sumantri. Armada ini dikenal sebagai "Ibu" pelaut tangguh Indonesia. Pelayaran ini merupakan misi terakhir Dewaruci mengelilingi dunia untuk selanjutnya hanya dipergunakan untuk operasional pelayaran dalam negeri.

Rencananya acara penyambutan diawali sailing pass sejumlah kapal layar jenis yacht dan jetski dari Teluk Jakarta sampai dermaga Kolinlamil yang diiringi parade roll kadet Akademi.

JAYADI SUPRIADIN

Berita terpopuler:
KPK Sudah Pegang Bukti Keterlibatan Anas
Perwira Polisi Minta Maaf Setelah Curhat Soal KPK
Kisah Idola AKB48 yang Jadi Bintang Porno
Peraih Nobel Siswa Terbodoh Waktu SMA
Nazaruddin Ancam Tak Akan Bernyanyi Lagi
Polisi Relakan Penyidiknya Pindah ke KPK


10.30 | 0 komentar | Read More

Penyelundupan Sabu Rp 1 Miliar ke Bandung Gagal

Written By Unknown on Rabu, 10 Oktober 2012 | 10.30

Rabu, 10 Oktober 2012 | 10:07 WIB

TEMPO.COBandung - Petugas Bea Cukai Tipe Madya Pabean B Bandung  berhasil menggagalkan peredaran sabu asal India sebanyak 775 gram di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Sabu yang disembunyikan dalam tas tersebut dibawa seorang wanita asal Bireun, Aceh bernama Nur alias Dian.

Ibu rumah tangga berumur sekitar 40 tahun ini ditangkap Rabu malam 3 Oktober 2012 sekitar pukul 19.30 WIB setelah turun dari pesawat Air Asia yang terbang dari Kuala Lumpur, Malaysia. Saat paspornya diperiksa, petugas Bea Cukai curiga melihat data bahwa Nur baru terbang dengan rute India - Malaysia - Indonesia.

Petugas kian curiga sebab Nur menjawab tak jelas saat ditanyai soal tujuan dia datang ke Bandung. "Akhirnya setelah diperiksa detektor dan sinar x, ditemukan sabu yang dia sembunyikan di bagian dasar tasnya, sabu itu dikemas sampai tak kelihatan secara kasat mata,"ujar Kusdirwan, Kepala Kantor Bea Cukai Jawa Barat saat jumpa pers di kantornya, Selasa 9 Oktober 2012.

Nur kini  disekap  di sel tahanan Polda Jawa Barat demi kepentingan penyidikan dan pengembangan kasus. "Total sabu yang dibawa tersangka seberat 775 gram. Nilainya sekitar Rp 1,16 miliar,"kata Kusdirwan lagi.

Sementara itu, merujuk hasil penyidikan sementara, Ajun Komisaris Besar Zairusi mengatakan, Nur menerima titipan sabu dari seorang pengedar asal Nigeria di sebuah hotel di New Delhi. Sabu tersebut seharusnya diserahkan kepada seseorang yang akan menunggu Nur di Bandara Husein, Bandung.

"Jadi Nur ini kurir dari jaringan pengedar sabu internasional Nigeria. Dari hasil pemeriksaan handphone-nya, pada malam dia (Nur) ditangkap, seseorang yang diduga kurir lainnya, sudah menunggu dia di Bandara,"katanya. "Saat ini kami masih mengembangkan kasus dengan melacak identitas dan domisili orang yang menunggu tersangka di bandara Husein itu."

Sementara itu, saat dihadirkan ke ruangan jumpa pers, tersangka Nur yang mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam, muncul dengan wajah ditutup kupluk penutup muka. Dia memilih bungkam saat ditanyai wartawan terkait sabu yang semula hendak dia selundupkan.

ERICK P. HARDI

Berita Terpopuler:
Kasus Novel Baswedan Ditengarai Janggal
2/3 Bintang Film Porno Jepang Jadi Pelacur 
Gaji Menteri Tak Cukupi Kebutuhan Siti Fadilah 
Seberapa Sering Idealnya Suami Istri Bercinta? 
Kata Siti Fadilah Soal Uang ke Cici Tegal 


10.30 | 0 komentar | Read More

Perwira Polisi Minta Maaf Setelah Curhat Soal KPK

Rabu, 10 Oktober 2012 | 10:10 WIB

TEMPO.CO, Makassar -  Seorang perwira polisi di Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, meminta maaf setelah mengirim pesan berantai yang menyerang Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia mengaku hanya meneruskan pesan-pesan bernada serupa yang dikirim kawan-kawannya. 

"Blackberry Messenger itu memang benar dari saya, tapi itu hanya copy paste dari berbagai lapisan masyarakat," kata si perwira yang menolak disebutkan namanya pada Selasa, 9 Oktober 2012. Permintaan maaf pun dia layangkan ke semua kontaknya di Blackberry.

Sebagai polisi, dia mengaku akan tunduk pada instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memperbaiki hubungan antara polisi dan KPK. 

Pesan berantai sang perwira polisi soal KPK mulai beredar September 2012 lalu. Awalnya, dia mengirim pesan soal adanya dugaan penyelidik KPK menerima sogok sebesar Rp 50 miliar dari pejabat Sulawesi Utara. "Ternyata lembaga yang sangat terhormat bak selebritis yang sangat kita cintai dan banggakan, seperti ini," tulisnya bersemangat dalam Blackberry Messenger.

Setelah itu, sang perwira juga mengkritik para penyidik polisi yang memilih menjadi penyidik independen KPK dan tak mau kembali menjadi polisi. "Ini imbauan untuk aparat kepolisian untuk tidak cengeng dan membelot. Apalagi hanya karena gaji besar dan sebuah pencitraan," tulisnya. 

Pada Sabtu, 6 Oktober 2012 lalu, perwira ini kembali mengirim pesan berisi riwayat Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, dua pimpinan KPK. Menurutnya, Bambang dan Abraham, pernah membela terdakwa kasus terorisme ketika berprofesi sebagai pengacara.  Jadi, kata polisi itu, KPK sekarang sengaja mengobok-obok Mabes Polri untuk mengganggu tugas Densus 88 memberantas terorisme. 

Perwira ini cukup rajin mengirim pesan berantai, tapi isinya seragam menjelek-jelekkan KPK. Terakhir, perwira polisi ini mengkritik Kompol Novel Baswedan, penyidik KPK yang memimpin pengusutan kasus dugaan korupsi simulator SIM dengan tersangka utama Irjen Djoko Susilo.

"Begitu banyak polisi yang gugur dalam tugas, namun tidak pernah diangkat kehebatannya layaknya Novel," tulisnya. "Hari ini ada pahlawan baru, seorang pejuang korupsi dengan gaji Rp 30 juta sebulan," tulisnya lagi menyindir penghasilan para penyidik polisi di KPK yang jauh lebih besar dari kolega mereka yang masih bekerja di kantor-kantor polisi.  

Selama ini, banyak kalangan sudah meminta pemerintah menaikkan gaji polisi untuk mengurangi kasus-kasus pemerasan yang acap dituduhkan pada aparat keamanan.
Namun, setelah pidato SBY Senin malam, sang perwira menarik semua pesan Blackberry-nya itu dan meminta maaf.

TRI YARI KURNIAWAN
 
Berita Terpopuler:
Kasus Novel Baswedan Ditengarai Janggal
2/3 Bintang Film Porno Jepang Jadi Pelacur 
Gaji Menteri Tak Cukupi Kebutuhan Siti Fadilah 
Seberapa Sering Idealnya Suami Istri Bercinta? 
Kata Siti Fadilah Soal Uang ke Cici Tegal 


10.30 | 0 komentar | Read More

Si Golden Mencari Jejak Presiden

Written By Unknown on Selasa, 09 Oktober 2012 | 10.30

Selasa, 09 Oktober 2012 | 10:20 WIB

TEMPO.CO, Yogyakarta- Aksi mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi oleh elemen masyarakat sipil yang bergabung dalam Aliansi Masyarakat untuk KPK (AMUK) cukup unik. Seekor anjing jenis golden dengan rambut kepala lebat ikut serta dalam aksi yang berlangsung pada pukul 13.00-14.30 itu. Aksi berawal dari istana negara Gedung Agung hingga Kepolisian Resor Kota Yogyakarta, Senin 8 Oktober 2012.

Anjing tersebut diberi kalung dengan gantungan kertas yang bertulisan "Mencari Jejak SBY". Anjing tersebut berjalan paling depan di belakang spanduk yang bertulisan "Selamatkan KPK, Selamatkan Indonesia" sehingga mencuri perhatian masyarakat. "Itu spontanitas dari peserta aksi. Maksudnya untuk mengingatkan presiden yang tak muncul saat perseteruan KPK dengan Polri kian meruncing," kata Direktur Indonesian Court Monitoring Tri Wahyu yang ikut serta dalam aksi tersebut.

Tak hanya membawa anjing, aksi damai itu juga diakhiri dengan penyerahan karangan bunga kepada Kepala Satuan Bimbingan Masyarakat Polresta Yogyakarta Komisaris F Rahman di depan gedung Polresta Yogyakarta. Kepala Polresta Yogyakarta Komisaris Besar Mustaqim, yang diharapkan AMUK menemui mereka, ternyata tak ada di tempat.

Dia dikabarkan tengah mengikuti rapat di Kepolisian Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Karangan bunga bertulisan "Bela Sungkawa atas Arogansi Polri terhadap KPK" itu diterima F Rahman dengan senyum. Bahkan koordinator umum aksi, Bambang Tiong, yang juga Direktur Jaringan Pemantau Polisi, menalikan pita berwarna hitam ke lengan kanan Rahman.

Demonstrasi yang diikuti oleh setidaknya 300 orang ini dibubarkan polisi dengan cara teduh. Polisi mengkumandangkan bacaan ayat kitab suci dengan suara keras sebagai senjata andalan. "Demo silakan demo, tidak ngusir," kata Kepala Satuan Sabhara Komisaris Agus Purwanto setelah massa AMUK membubarkan diri di depan Markas Polresta Yogyakarta.

Sejak pukul 14.00, mereka menggelar orasi mendukung pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK. Setelah setengah jam menyampaikan aspirasi, massa berniat mengakhiri aksi. Dari pengeras suara di atas mobil bak terbuka, seorang demonstran lantang meneriakkan pernyataan sikap. Belum lagi tandas terbaca, suara ayat suci melantun dari pengeras suara Masjid Baiturrahim di halaman markas polisi. "Sabbikhisma rabikal a'la," bait pertama surat Al-A'la itu melantun. Keras suaranya melebihi teriakan pembacaan sikap dari demonstran.

Jarak waktu antara pembacaan ayat suci dan salat asar sekitar 15 menit. Padahal, "Biasanya hanya 5-10 menit," kata F. Rahman. "Tak apa juga, memang juga sudah selesai demonya." Cara yang disebut "polisi adem, pendemo juga adem" ini, kata dia, tak hanya diterapkan sekali ini. Sebelumnya, dalam aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak di kawasan Malioboro beberapa waktu lalu, polisi juga mengirimkan tim untuk membaca Al-Quran di sekitar pendemo.

PITO AGUSTIN RUDIANA | ANANG ZAKARIA


10.30 | 0 komentar | Read More

Tujuh Penumpang Helikopter Adalah Orang Asing

Selasa, 09 Oktober 2012 | 10:21 WIB

TEMPO.CO, Timika -Tujuh warga asing menumpang helikopter Rusia jenis MI 18 ERMH5 Heavylift yang kehilangan tenaga sebelum mencapai helipad di mile 66, Tembagapura, Mimika, Papua, Selas, 9 Oktober 2012.

Mereka antara lain Sokoy Reinhard, Philips Michael, Gaylerd leane, Jakcson Michael, Worldland, Lucas David. Mereka sementara dievakuasi ke Rumah Sakit Tembagapura. Mereka semua selamat dalam kecelakaan ini.

Heli ini berawak warga Rusia. Mereka adalah Kapten pilot Vladimir dan copilot Igor. Keduanya berusaha mendaratkan heli yang dalam keadaan low power di helipad MP 66 Tembagapura.

Kepala Subdinas Perhubungan Udara Mimika, John Rettob, belum mengetahui penyebab terjadinya low power. "Kami masih tunggu tim KNKT melihat penyebab low power," kata John.

Jhon menambahkan kondisi heli masih layak terbang karena selalu diperiksa rutin sebelum terbang.

Helikopter Rusia jenis MI 18 ERMH5 Heavylift yang dikontrak PT Freeport Indonesia kehilangan tenaga sebelum mencapai helipad di mile 66, Tembagapura, Mimika, Papua, Selas, 9 Oktober 2012. Akibantnya enam karyawan Freeport dari 29 penumpang dalam heli itu terluka.

TJAHJONO EP

Berita Pilihan
Akhirnya, Novel Bisa Bekerja dengan Tenang
Perekrutan Penyidik KPK Jalan Terus
Novel Laporkan Intimidasi ke Komisi Hak Asasi
Ribut KPK, Solusi Presiden Cuma Tukar Guling Kasus
KPK Angkat Penyidik, Polri: Ini Janggal


10.30 | 0 komentar | Read More

Novel Tak Ada di Lokasi Penganiayaan  

Written By Unknown on Senin, 08 Oktober 2012 | 10.30

Senin, 08 Oktober 2012 | 08:43 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, membantah telah menganiaya pencuri sarang burung walet di Bengkulu pada 2004. Kepada Tempo, Novel berkisah, saat peristiwa itu dirinya baru seminggu menjabat Kepala Satuan Reserse di Kepolisian Resor Bengkulu. Saat itu dia berada di kantornya. Hal itu terungkap dalam majalah Tempo edisi "Mengapa Polisi Kalap"

Novel menuturkan, saat itu tiba-tiba ada laporan masuk. "Ada pencuri yang ditangkap, sempat ditembak, kemudian dihakimi massa. Ketika saya datang, pencuri itu tewas," ujarnya, Sabtu lalu.

Saat itu, kata Novel, dirinya tak mungkin bisa mengusut siapa yang bertanggung jawab atas kematian tersebut. "Akhirnya saya putuskan, saya ambil tanggung jawab. Jadi, ketika peristiwa itu terjadi, saya sebenarnya tidak di lokasi."

Novel mengaku pernah diingatkan agar tidak mengambil tanggung jawab itu. "Saya diancam kalau melakukannya akan dihukum berat," ujarnya. Dia berkukuh mengambil alih tanggung jawab itu. "Saya tidak mau ada orang tak bersalah dihukum," katanya.

Jumat pekan lalu, puluhan polisi dan Provos menggeruduk kantor KPK di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Mereka hendak menciduk Novel yang dituding menganiaya enam pencuri sarang burung walet saat menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Bengkulu pada 2004.

Adapun Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Bengkulu, Ajun Komisaris Besar Hery Wiyanto, ngotot mengatakan dalam pra-rekonstruksi yang digelar pada 3 Oktober lalu, Novel menembak kaki pencuri sarang walet, Erwansyah Siregar dan Dedi Mulyadi.

"Rekonstruksi akan kami lakukan secepatnya setelah berhasil membawa Kompol N," kata Hery di Bengkulu kemarin. Pra-rekonstruksi itu diikuti saksi dan korban berjumlah 17 orang. Dalam pra-rekonstruksi, para tersangka saat itu, yakni Rizal Sinurat, Dedi Mulyadi, Erwinsyah Siregar, Ali, Doni, dan Mulyan Johani, pada 18 Februari 2004, dibawa ke Pantai Panjang dengan menggunakan tiga mobil, salah satunya sedan putih yang diklaim milik Novel.

Tiba di pantai, para tersangka pencurian itu diturunkan dalam keadaan terborgol. Masih dalam pra-rekonstruksi tersebut, lelaki yang berlaku sebagai "Novel" membawa Erwansyah dan Dedi Mulyadi ke arah pantai. Saat itulah, menurut versi polisi yang belum diverifikasi oleh Novel, "Novel" menembak kaki mereka.

Keluarga Mulyan Johani, korban tewas dalam insiden itu, mengaku tak pernah melaporkan kasus tersebut ke Polda Bengkulu. "Kami dari keluarga sudah ikhlas, meski kami ingin pelaku penembakan dihukum," kata Antoni Besmar, kakak kandung Mulyan. Anton menyayangkan baru diangkatnya kasus ini sekarang setelah bertahun-tahun mengendap di kepolisian.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengaku heran polisi baru mengusut kasus yang delapan tahun lalu mengendap. Hasil investigasi KPK menunjukkan laporan, kata Johan, baru dibuat pada 1 Oktober 2012. Selama ini Novel juga tak pernah diusut. Bahkan, dia digolongkan penyidik terbaik sehingga dikirim polisi ke KPK.

Tempo berupaya menelusuri kasus ini lewat Ajun Komisaris Yogie Hardiman yang saat peristiwa tersebut menjabat Kepala Sentral Pelayanan Pores Kota Bengkulu. Sayang, dia enggan berkomentar. "No comment saya kalau soal itu," kata Yogie yang kini menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Berau, Kalimantan Timur, kemarin.

BUDI SETYARSO | PHESI ESTER JULIKAWATI | FIRMAN HIDAYAT | JULI

Berita Terpopuler Lainnya:
Wawancara Novel Baswedan: Akan Saya Buka Semuanya
Sang ''Ndoro'' Pengendali Proyek 
Cerita Para Penyidik yang Diteror Polisi 
Profil Novel Baswedan, Penyidik yang Lurus Hati
Mengapa Polisi Kalap


10.30 | 0 komentar | Read More

Berkantor di Cipanas, Presiden Tinjau Lomba Seni  

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Boediono dan Mendikbud M. Nuh (kanan) tiba di lapangan upacara pada Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, (1/10). ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/Spt/12.

Senin, 08 Oktober 2012 | 09:50 WIB

TEMPO.CO, Cipanas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengawali pekan ini dengan bekerja di Istana Kepresidenan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Presiden rencananya pada jam 10 pagi ini akan meninjau Lomba Cipta Seni Pelajar Tingkat Nasional 2012, yang bertemakan "Maju Negeriku, Indah Budayaku".

Lomba seni tahunan ini diikuti 132 pelajar SMP dan 99 pelajar SD dari berbagai daerah. Berdasar pengamatan Tempo, para siswa ini sudah mulai berdatangan ke Istana Cipanas sejak pukul 07.30 pagi. Lomba dimulai pukul 09.00 pagi dan masing-masing siswa diberikan waktu dua jam untuk menyelesaikan karyanya.

Masing-masing pelajar saat ini sudah bersiap di tenda masing-masing yang berada di bagian atas Istana Cipanas atau dikenal dengan Hutan Jati Putih. Ada lima kategori lomba yang akan digelar pagi ini, yaitu lomba cipta puisi, lomba lukis, lomba desain motif batik, lomba membatik pada kain mori, dan lomba cipta lagu. 

Musisi Dwiki Darmawan akan menjadi juri untuk lomba cipta lagu. Juga turut hadir sastrawan Remy Silado. Rencananya salah satu lagu karya Yudhoyono, "Liburan Sekolah" akan diperdengarkan di depan anak-anak ini. Bersamaan dengan tiga lagu lagi yaitu "Latina Mina", "Medley Nusantara", dan "Mutiara Negeri". 

Presiden didampingi  Ibu Negara Ani Yudhoyono, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng, dan Wakil Menteri Perindustian Alex Retraubun.

Di lain pihak, hingga kini belum ditetapkan waktu bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers terkait dengan situasi terakhir KPK-Polri. Kemarin, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi menyatakan Presiden akan memberikan keterangan langsung pada Senin malam atau Selasa pagi. Sebelum itu, siang ini rencananya pemimpin KPK dan kepolisian akan bertemu.

ARYANI KRISTANTI


10.30 | 0 komentar | Read More

Aksi 'Save KPK' di Yogya Kirim Bunga ke Polisi  

Written By Unknown on Minggu, 07 Oktober 2012 | 10.31

Aktivis dari berbagai LSM mendatangi KPK menyatakan dukungannya kepada KPK, Jakarta, (5/10). Aktivis mengutuk tindakan Polri jika mereka mementingkan kepentingan institusi, bukan kepentingan negara . ANTARA/Widodo S.Jusuf

Minggu, 07 Oktober 2012 | 09:52 WIB

TEMPO.CO, Yogyakarta -- Puluhan koalisi jaringan masyarakat sipil Yogyakarta yang bergabung dalam Aliansi Masyarakat untuk KPK akan mengunjungi kantor Polisi Resor Kota Yogyakarta, Senin 8 Oktober 2012. Mereka akan memberikan bunga rangkai kepada Polresta sebagai simbol upaya pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Ini aksi keprihatinan dan duka mendalam atas perseteruan KPK dengan Polri yang menggambarkan upaya pelemahan kembali terhadap peran KPK memberantas korupsi," kata Koordinator Lapangan Tri Wahyu dalam persiapan aksi di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, Sabtu 6 Oktober 2012.

Aksi akan dimulai dari depan istana negara Gedung Agung di kawasan titik nol Malioboro. Peserta aksi yang mengenakan pakaian hitam-hitam itu juga menggelar kain panjang untuk tempat penandatanganan dukungan terhadap KPK oleh masyarakat umum. AMUK akan mengangkat tema aksi "Selamatkan KPK, Selamatkan Indonesia".

"Massa akan bertambah karena tambahan dari Universitas Gadjah Mada," kata Tri Wahyu.

Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi UGM Hifdzil Alim yang ikut hadir mengkonfirmasi kehadiran para mahasiswanya. Institusi tersebut menyesalkan ada sistem pemerintahan yang tidak jalan. "Presiden hanya ngomong lewat juru bicaranya," kata peneliti Pukat Hifdzil Alim.

Adapun polisi mengepung gedung KPK pada 5 Oktober 2012 malam hingga dini hari lalu dengan dalih untuk menangkap penyidik KPK Novel Baswedan.

PITO AGUSTIN RUDIANA

Berita Lainnya:
Ratusan Orang Ikuti Aksi ''Save KPK'' di HI 
Aktivis Gelar Konser ''Save KPK Save Indonesia'' 
Senin, SBY Bicara Soal Polemik Polri Vs KPK
Bantu Novel, KPK Siapkan 22 Kuasa Hukum
Istana: Kapolri Sempat Tak Tahu Ketegangan di KPK
Kapolri Bantah Perintahkan Polisi Geruduk KPK 
Yang Dilakukan SBY Soal Ketegangan di Gedung KPK


10.31 | 0 komentar | Read More

Abraham Samad:Teror ke Penyidik KPK Tekanan Psikis  

Minggu, 07 Oktober 2012 | 10:09 WIB

TEMPO.CO, Semarang - Ketua Komisi Pemberantas Korupsi Abraham Samad menilai kehadiran aparat kepolisian yang hendak membawa sejumlah penyidik KPK, di antaranya Novel Basweda, sebagai teror psikis. "Ini untuk mempengaruhi kinerja penyidik dalam menangani kasus," kata Abraham Samad, saat hendak berdiskusi dengan ulama di kantor PWNU Jawa Tengah, di Semarang, Sabtu 6 Oktober 2012.

Abraham mengaku tetap melindungi sejumlah penyidik yang ia nilai sedang mengalami teror. Langkah ini dilakukan dengan cara mengadukan ke Presiden. "Namun lewat sekretaris kabinet," Abraham berujar.

Di Semarang, Abraham juga menemui tokoh agama dan ulama. Namun ia membantah pertemuan ini untuk mencari dukungan. "Ini sudah diagendakan sebelumnya," katanya.

Mantan Ketua PBNU Hasyim Muzadi mengaku kehadiran ketua KPK ini untuk menjelaskan hambatan dalam pemeberantasan korupsi. "Nanti akan menjelaskan apa saja hambatan yang dihadapi dalam pemeberanatsan korupsi," ujarnya.
 
EDI FAISOL

Berita Lainnya:


10.30 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger