TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Khotbah dan salat Idul Adha 1434 Hijriah bagi warga negara Indonesia di Malaysia dipusatkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Selasa, 15 Oktober 2013. Hampir 2.000 WNI yang didominasi pekerja, ekspatriat, pelajar, dan staf KBRI memenuhi aula Hasanuddin hingga meluber ke lobi dan halaman KBRI.
Tampil sebagai khatib Idul Adha kali ini, Ustadz Zikmal Fuad, dosen asal Indonesia yang saat ini mengajar di Kolej Universiti Islam Selangor (KUIS). Sementara salat id dipimpin oleh Ustadz Abdul Haris, mahasiswa doktoral yang saat ini tengah menuntut ilmu di salah satu perguruan tinggi di Malaysia.
Sebelum salat Idul Adha dilaksanakan pada pukul 8 pagi waktu Malaysia, Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Herman Prayitno, tampil memberikan pesan kepada ribuan WNI yang hadir ke KBRI. Dalam kesempatan tersebut, Herman berpesan agar seluruh warga negara Indonesia di Malaysia bisa meneladani kesabaran Nabi Ibrahim.
"Dalam konteks kita sebagai WNI yang berada di luar negeri, seharusnya kita bisa meneladani Nabi Ibrahim dengan patuh pada peraturan dan perundang-undangan di mana pun kita berada," kata Herman.
Dalam seminggu terakhir, kata Herman, tujuh WNI menjadi korban penembakan Polis Diraja Malaysia karena ditengarai melakukan kejahatan. Ke depan, mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) ini berharap tak ada lagi WNI yang menjadi korban penembakan di Malaysia.
Khusus untuk tenaga kerja Indonesia di Malaysia, Herman berpesan agar tidak lagi menjadi korban penipuan dan pemerasan dalam mengurus dokumen keimigrasian. "Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat untuk memperpanjang pengurusan dokumen para TKI yang tertipu dalam program 6P. Menguruslah dokumen langsung melalui majikan dengan mendatangi KBRI, jangan mau menjadi korban kembali," ujar Herman.
Adapun bagi calo yang telah memanfaatkan ketidaktahuan WNI dalam pengurusan dokumen, Dubes mengimbau agar menghentikan kegiatannya. "Beberapa WNI terindikasi memanfaatkan kekurangtahuan pekerja kita untuk mengaut keuntungan. Hentikanlah praktek tersebut karena derita saudara kita sebangsa seharusnya menjadi derita kita juga. Jangan korbankan saudara kita sebangsa dan se-Tanah Air."
MASRUR (KUALA LUMPUR)
Terhangat:
Ketua MK Ditangkap | Dinasti Banten | Dolly Riwayatmu
Baca juga:
Jamaah Haji Ini Meninggal Setelah Berucap `Amin`
Ari Ginanjar: Haji Adalah Ibadah Perbaikan Moral
3 Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Arafah
Rombongan Anggota DPR Tertahan Masuk Arafah
Anda sedang membaca artikel tentang
Idul Adha di Malaysia, TKI Jangan Jadi Korban Lagi
Dengan url
https://nasionalitas.blogspot.com/2013/10/idul-adha-di-malaysia-tki-jangan-jadi.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Idul Adha di Malaysia, TKI Jangan Jadi Korban Lagi
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Idul Adha di Malaysia, TKI Jangan Jadi Korban Lagi
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar