TEMPO.CO, Ternate - ,- Penetapan hasil rekaputulasi suara pemilihan gubernur Maluku Utara di delapan kecamatan wilayah Kabupaten Kepulauan Sula, Sabtu 16 November 2013 di Sofifi berakhir ricuh. Sejumlah pendukung pasangan calon Abdul Gani Kasuba- Muhammad Natser terlibat bentrok dengan polisi. Akibatnya tujuh orang pendukung terluka terkena tembakan.
Data yang dihimpun Tempo, insiden ini bermula, saat Komisi Pemilihan Umum Provinsi Maluku Utara berkukuh menetapkan suara delapan kecamatan bermasalah di Kabupaten Kepulauan Sula. Dalam penetapan itu, pasangan Ahmad Hidayat Mus-Hasan Doa menjadi pasangan calon dengan perolehan suara terbanyak.
Tak terima dari hasil pleno, pendukung pasangan calon Abdul Gani Kasuba-Muhammad Natser pun berusaha masuk ke ruang pleno namun dicegah polisi. Bentrok dengan polisi tak terhidarkan. Polisi yang berjaga disekitar kantor KPU Maluku Utara melepaskan tembakan gas air mata ke arah kerumunan massa.
Menurut Dino Umahuk, juru bicara pasangan Abdul Gani Kasuba-Muhammad Natser, pihaknya sebenarnya tidak ingin bentrok. Tetapi langkah yang diambil pendukung pasangan Abdul Gani Kasuba-Muhammad Natser merupakan langkah untuk mempertahankan kebenaran.
Anda sedang membaca artikel tentang
Pleno Pilgub Maluku Utara, Tujuh Orang Tertembak
Dengan url
https://nasionalitas.blogspot.com/2013/11/pleno-pilgub-maluku-utara-tujuh-orang.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Pleno Pilgub Maluku Utara, Tujuh Orang Tertembak
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Pleno Pilgub Maluku Utara, Tujuh Orang Tertembak
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar