Pemerintah Surabaya Klaim Eks PSK Sudah Disangoni

Written By Unknown on Rabu, 08 Januari 2014 | 10.31

TEMPO.CO, Surabaya - Kepala Dinas Sosial Surabaya, Supomo, mengatakan migrasi eks pekerja seks di lokalisasi Dolly ke Malang bukan suatu hal yang aneh. Supomo pun menilai kepindahan mereka tidak ada kaitannya dengan rencana penutupan Dolly. "Mereka kan memang berpindah-pindah. Kalau tempatnya bagus ya, pindah," kata Supomo saat dihubungi Tempo, Selasa, 7 Januari 2014.

Supomo menyayangkan PSK eks Dolly tidak benar-benar bertobat. Pemerintah, kata dia, sudah memberikan berbagai pelatihan keterampilan untuk para PSK dan mucikari sebelum mereka dientaskan dari lokalisasi. Di antaranya keterampilan menjahit, memasak, menyulam, dan sebagainya.

Para alumni lokalisasi Dolly, kata Supomo, juga mendapat uang pesangon dari Pemerintah Kota Surabaya untuk dimanfaatkan sebagai modal berwirausaha. "Ternyata pesangon tersebut tidak dimanfaatkan semestinya," ujarnya.

Menurut Supomo penutupan lokaliasasi terbesar di Asia Tenggara itu tidak begitu sulit. Rencananya, sebelum memasuki bulan Ramadhan tahun ini, Dolly resmi ditutup. Ketika ditanya mengapa Dolly tidak ditutup sesegera mungkin, Supomo menjawab dengan guyonannya. "Nunggu Anda istikharah dulu, baru saya tutup," ujarnya (lihat: 2014, Dolly Bersih dari Prostitusi ).

Yayasan Paramitra Malang menemukan sedikitnya 10 PSK dari Dolly 'membuka praktek' di Kabupaten Malang. Mereka menyerbu lokalisasi di daerah Kabupaten Malang dan sekitarnya, seperti lokalisasi Suko di Kecamatan Sumberpucung.

Selain Suko masih ada banyak lokalisasi di Malang, yakni lokalisasi Slorok dan Kandangsapi di Kecamatan Gondanglegi, lokalisasi Kali Kudu  di kecamatan Pujon, lokalisasi Kebobang Wonosari, serta lokalisasi Kromengan, Kebobang, dan Embong Miring di Kecamatan Ngantang. Di antara beberapa lokalisasi tersebut, tampaknya Suko menjadi favorit PSK asal Surabaya. Selain Surabaya, eks PSK Banyuwangi dan Tulungagung juga menyerbu Malang.

Kebijakan pemerintah daerah menutup kawasan lokalisasi dengan memberikan santunan kepada PSK maupun mucikari ternyata belum cukup efektif. Menurut Marsikan, pemerintah harus lebih serius memberi bekal keterampilan agar para pekerja seks ini siap beralih profesi. "Lokalisasi tak bisa ditutup sepihak tanpa memberi bekal keterampilan yang memadai," kata Marsikan kepada Tempo Selasa 7 Januari 2013.

DEWI SUCI RAHAYU

Berita lain:
Abraham Samad Marah Anas Mangkir Diperiksa KPK 
Uang Suap Rudi Mengalir ke Sutan Bhatoegana
Anas Sudah di Area Gedung KPK, Kenapa Tak Masuk? 
Soal Pacar Cut Tari, Farhat Abbas Yakin Benar 
Mangkir Dipanggil KPK, Anas Disebut Ada di Rumah 
Jokowi Senyum-senyum Dipanggil Calon Presiden  


Anda sedang membaca artikel tentang

Pemerintah Surabaya Klaim Eks PSK Sudah Disangoni

Dengan url

https://nasionalitas.blogspot.com/2014/01/pemerintah-surabaya-klaim-eks-psk-sudah.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Pemerintah Surabaya Klaim Eks PSK Sudah Disangoni

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Pemerintah Surabaya Klaim Eks PSK Sudah Disangoni

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger